Kapolda Sumsel : Tak Ada Miras Maupun Oplosan di Warung Saat Ramadhan

Spread the love

Jurnalline.com, Kayuagung Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel Irjen Pol Drs Djoko Prastowo SH MH menghimbau masyarakat agar mewaspadai potensi kejahatan saat bulan suci Ramadhan mendatang. Kejahatan bisa terjadi karena ada niat dan kesempatan. Untuk itu, seluruh lapisan kapolsek tingkatkan kewaspadaan sehingga tercipta yang aman serta kondusif.

“Rumus kejahatan yakni ada niat dan kesempatan. Walaupun ada kesempatan tapi tak ada niat, maka kejahatan tidak akan terjadi. Tingkatkan kewaspadaan khususnya mulai masuknya bulan puasa akan datang,” kata Irjen Pol Drs Djoko Prastowo di hadapan seluruh kapolsek dan jajaran kepolisian serta SKPD termasuk lapisan masyarakat yang hadir, diacara kunjungan kerja (Kunker) ke Pendopoan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (31/5).

Kunjungan Kerja Kapolda Sumsel ke OKI

Kunjungan Kerja Kapolda Sumsel ke OKI

Kapolda membagikan trik agar kejahatan bisa berkurang. Mental seseorang tidak akan dipengaruhi kejahatan jika sejak usia dini sudah dididik baik di rumah, belajar mengaji dan sholat, menjaga etika serta sopan santun. Jika ini dipenuhi maka seseorang akan menjadi insan yang baik.

Ditekankan Kapolda, kepada seluruh jajaran kepolisian untuk tetap meningkatkan kewaspadaan di wilayah perairan. “Kabupaten OKI ada tamanan ganja di rawa-rawa disela-sela batang kayu gelam. Tentunya menjadi perhatian bahwa ganja tidak hanya hidup di atas pegunungan tetapi hidup juga di rawa-rawa,” ujar Kapolda yang menyebutkan kawasan Desa Sungai Ceper Kecamatan Sungai Menang harus diperhatikan.

Apalagi sekarang ini, ucap Djoko Prastowo, dirinya sangat prihatin terhadap pesatnya kemajuan teknologi dan tingginya mobilitas, sehingga sering terjadi kejahatan dan kriminal di mana-mana. Seperti terjadi kejahatan di dalam rumah tangga, antar tetangga, lingkungan dan pemukiman penduduk, jalan raya dan tempat bermain.

Terkait maraknya peredaran Narkoba dan Senpi ilegal khususnya di OKI, Kapolda Sumsel menghimbau keluarga dan tetangga pengkonsumsi Narkoba dan pemilik Senpi ilegal agar melaporkannya ke polisi. Jika pencandu Narkoba dilaporkan maka pemerintah dan kepolisian akan memfasilitasi rehabilitasinya.

“Rehabilitasi pecandu Narkoba, gratis jika ada laporan warga. Namun bila polisi yang menangkapnya maka akan ditindak tegas. Begitu juga jika Senpi ilegal diserahkan maka si pemilik akan bebas, namun jika tertangkap maka akan dikenakan UU Darurat dan dihukum,” tegas perwira tinggi berpangkat Bintang Dua.
Menjelang Ramadhan dan selama bulan puasa, Irjen Pol Drs Djoko Prastowo meminta seluruh kapolsek dan unsur pemerintah agar menertibkan warung yang menjual minuman keras, apalagi yang oplosan. Kepolisian dibantu pemerintah harus mulai sekarang mempersiapkan langkah-langkah penertiban tersebut. “Saya minta tidak ada lagi minuman keras (miras) apalagi oplosan yang memabukan seperti lagu yang dinyanyikan oleh Sohima harus ditertibkan,” pinta Kapolda Sumsel dan jaga hubungan baik Polri dan TNI.

Bupati OKI, Iskandar SE mengatakan, untuk menertibkan dan menjaga lingkungan. Pemerintah daerah telah menyiapkan 4000 personil Linmas yang disebar di seluruh desa dan kelurahan untuk membantu kerja pemerintah dan kepolisian. Pemkab OKI juga sudah bekerjasama dengan Pemkab Mesuji Lampung di bidang kewaspadaan dini terhadap gejolak dan konfik antar masyarakat.

“Pemkab OKI memberi apresiasi kepada Polri yang telah mengungkap kasus uang palsu, Senpi rakitan, ladang ganja di OKI,” ucap Iskandar dihadapan jajaran kepolisian.

Acara kunker Kapolda Sumsel ke OKI, juga dilakukan secara simbolis memasangkan rompi anti peluru kepada 10 personil Polri, helm dan rompi kepada ojek mitra Kamtibmas serta memberi penghargaan kepada masyarakat yang berpartisipasi dalam pembangunan Mapolsek Teluk Gelam.

(Salim/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *