DEPUTI PEMBERANTASAN BNN PIMPIN PENGGREBEKAN PEMBUATAN EXSTASI DINEGLASARI KOTA TANGERANG

Spread the love

Jurnaline.com, Tangerang – Disaksikan Bhabinkabtibmas , Bhabinsa dan ketua RW setempat. Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari pimpin langsung penggerebekan tempat pembuatan pil extasi Di Jalan Utama 1Arya Meta, Kecamatan Neglasari kota Tangerang. Rabu ( 28/09/2016 ), pukul 06.00 pagi.

img-20160930-wa0009Dari hasil penggerebekan diamankan satu tersangka inisial AC beserta barang bukti berupa Paket exstasi, bahan pembuat extasi dan sabu, serta alat cetak extasi.

Menurut keterangan Arman Depari dalam dalam jumpa persnya kepada awak media menerangkan, “hasil penyelidikan yang dilakukan beberapa saat lalu, terkait pengiriman bahan pembuat extasi adalah hasil dari pengembangan. Selanjutnya kita menggeledah TKP kurang lebih jam 06.00 pagi, dan mengamankan seorang tersangka ber-inisial KH (50) dengan barang bukti yang cukup banyak, baik itu berupa bahan, peralatan dan extasi yang sudah jadi serta siap edar.

“Menurut pengakuan tersangka bahwa yang bersangkutan, disuruh oleh seorang yang dia sebut bos pengendali inisial AT, yang saat ini yang bersangkutan adalah seorang napi di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang, hasil dari produksi extasi ini rencananya akan dikirim ke beberapa daerah di Indonesia.

Selanjutnya Arman Depari menyampaikan bahwa ini adalah modus operandi baru dalam pengedaran narkoba, yang mana tersangka membungkus extasi tersebut ke dalam plastik lalu dimasukan ke dalam kemasan mie instan siap saji.

Kini yang bersangkutan sudah kami tetapkan sebagai tersangka, kemudian kami akan menjemput orang yang disebut sebagai Bos pengendali di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang guna pengembangan lebih lanjut.

Tersangka juga menjelaskan bahwa pembuatan extasi tersebut baru permulaan, yang mana dalam satu malam sudah berhasil memproduksi 500 butir extasi .

Dilihat dari bahan yang ditemukan di TKP, bisa menghasilkan 15-20 ribu butir pil extasi. Sedangkan barang bukti yang sudah jadi, ditemukan 2.600 butir.

Sebelumnya tersangka pernah menjalani kasus yang sama saat itulah bertemu dengan AT yang mengintruksikan cara pembuatan dan pembelian bahan serta distribusi .

Ditanya awak media apakah ada kaitanya dengan jaringan internasional, Arman depari menjawab: “belum ada indikasi mengarah kesana karena dibuat lokal dan rencana pengiriman pertama ke palembang,” katanya.

Arman juga mengucapkan terimakasih kepada anggotanya yang sudah bekerja keras dalam pengungkapan kasus tersebut.

(Ns/Dian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *