Taman Kota 2 Jadi Tempat Edukasi Planting Sekolah

Spread the love

Jurnalline.com, Tangerang Selatan –  Taman Kota 2 Tangerang Selatan (Tangsel) dijadikan tempat edukasi planting bagi beberapa sekolah yang ada di daerah Jabodetabek (Jakarta, Bogor Depok, Tangerang, Bekasi) lantaran

Lokasi yang sesuai menjadikan Taman Kota 2 ini sebagai pusat edukasi tanaman, lantaran keberadaan keberagaman tanaman hias yang tersedia, dan tanaman langka di hunting sebagai tujuan pengenalan jenis tumbuhan oleh hampir 50 sekolah yang tersebar se-Jabodetabek.

Seperti yang di gaungkan oleh salah satu sekolah dari 123 Free school, BSD Tangsel, masuk dalam program tahunan rutin sekolah dalam pengenalan cara menanam yang bernama Planting.

Dayu Putu Sugiani, kepala sekolah TK 123 free school BSD menilai tempat ini sangat potensial sebagai pengenalan, praktik dan pengetahuan secara global lingkungan hidup.

“Tema sekolah kami di 123 free school tahun ini bernama Planting atau menanam, sebagai pengenalan kepada anak-anak terhadap lingkungan. Yang di percaya dapat menjadi bekal anak anak menjadi pribadi yang mencintai sesama mahluk hidup, dan dari faktor savety untuk anak-anak tempat ini cukup bagus,” katanya.

Sementara itu untuk lokasinya Taman Kota 2 terletak di kawasan viktor, Serpong ini mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya, selain lengkap dengan berbagai macam tumbuhan, salah satu tempat bernama Art Flona juga menyajikan pengenalan terhadap hewan dari berbagai jenis ikan, burung dan satwa lainnya.

“Untuk pengenalan yang kami lakukan disini kepada anak anak sekolah yaitu ilmu menanam kita berikan secara sukarela dan gratis, lalu outputnya lebih kepada, mengedepankan bagaimana mensukseskan gerakan 1 rumah 1 pohon. Dan untuk tanamannya sendiri, silahkan pilih dan beli sesuai selera,” terang Anan salah satu pengurus Art Flona.

Selain itu Anan menambahkan bahwa materi yang di ajarkan kepada para murid yang tergolong TK, SD, hingga SMP di sesuaikan.

“Untuk kategori TK, kami mengarahkan kepada cara-cara memindahkan pohon dari polybag ke pot, lalu tekanan menanamnya tidak boleh di tekan dari tengah, agar akar tengahnya tetap terjaga dengan baik, dan tehnis lebih detailnya harus merobek polybag tadi tidak boleh di angkat,” tambah Anan

Hal senada juga di katakan oleh Ketua Departemen Sosial dan Politik, DPA GMPRI, dewan pimpinan agung gerakan mahasiswa dan pemuda republik indonesia, Tb. Ardhiansyah Maulana, menurutnya gerakan seperti ini merupakan asset PAD bagi Kota Tangsel dari segmen pariwisata dan pertanian.

“Di tinjau dari situasi disini, taman kota 2 merupakan asset Tangsel yang mesti kita lestarikan, pasalnya dampak positive yang di hasilkan dapat meningkatkan nama baik Kota Tangsel di mata wilayah di luar Tangsel. Coba kita renungkan bahwa realita yang terjadi, hampir semua sekolah yang berkunjung kesini mendapatkan kenyamanan dan kesan tersendiri, biarkan saja, toh mereka akan menilainya secara objektive. Dan benar saja rata-rata penilaian mereka tentang taman kota 2 ini sangat sangat baik, lalu efek yang di timbulkan dari sektor pariwisata akan lebih mudah memperkenalkan tentang potensi Tangsel, dan juga dari pertaniannya jelas, disini sebagai pusatnya tanaman hias,” terang Ardhiansyah yang akrab di sapa Adhit.

(Tb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *