Kirab Api Obor Asian Games 2018 Tiba di Bende Seguguk

Spread the love

Jurnalline.com, Kayuagung OKI (Sumsel) – Torch Relay atau Kirab Obor Asean Games 2018 segera dimulai sebagai pertanda bahwa kick-off perhelatan akbar tersebut sudah sangat dekat. Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) siap menyukseskan kirab Api Obor Asean Games 2018 di Bumi Bende Seguguk.

Setelah berkeliling sejauh 18.000 Kilometer, di 52 kota/Kabupaten di 18 Provinsi di Indonesia, Api Obor Asian Games XVIII atau Rundown Torch Relay Api Obor Asian Games XVIII tahun 2018 akhirnya melintas diwilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (07/08/2018).

Diketahui, Kabupaten OKI merupakan Kabupaten terakhir di Sumatera Selatan, yang di lintasi oleh Kirab Obor Asian Games 2018 sebelum menuju ke provinsi Lampung. setelah sebelumnya Obor Asian Games dibawa dari kota Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, PALI, Prabumulih dan Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Secara estafet, Api Obor tersebut dibawa menggunakan kendaraan bak terbuka, yang dibawa oleh 10 pelari asal Kabupaten OKI untuk mengelilingi kota Kayuagung. Pawai itu berakhir di Halaman Kantor Bupati OKI.

Pantauan Jurnalline.com di lapangan, sepanjang jalan yang dilalui Touch Relay tersebut Masyarakat tampak begitu antusias menyambut pawai obor di Bumi Bende Seguguk tersebut. Lautan manusia dari berbagai kalangan membajiri jalan agar tidak ketinggalan momen historis tersebut

Bupati OKI, H Iskandar SE juga mengungkapkan, tidak mudah mendapatkan kepercayaan dunia luar untuk menjadi tuan rumah Asian Games. “Makanya harus kita jaga nama baik bangsa,” terangnya.

Untuk itu OKI sebagai salah satu daerah yang dilalui api obor Asian Games masyarakat OKI menurutnya sangat bangga.

“Kita doakan semua agar sukses dalam persiapan tapi juga sukses hasil penyelenggaraan,” bebernya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengungkapkan, masyarakat Sumsel patut bangga karena api obor dibawa dari India dengan menempuh jarak 18 ribu km, dan kini sampai di Kayuagung OKI. Kemudian dilanjutkan ke Bandar Lampung, menyebrang selat Sunda dan masuk Jakarta.

Ditetapkannya Palembang sebagai tuan rumah Asian Games, menurut Alex bukanlah hadiah namun hasil dari perjuangan.

Menurut Alex, Sumsel sudah mempersiapkan diri sejak sejak PON 2004, dilanjutkan SEA Games dan Islamic Solidarity Games (ISG) yang diikuti 57 negara dunia, dan puncaknya Asian Games 2018

“Tinggal 11 hari lagi kita akan melaksanan event internasional ini,” imbuhnya. Terpilihnya Sumsel menurut Alex, berkat Palembang serta daerah penyangga, termasuk OKI, kondusif belum pernah terjadi kerusuhan

“Insya Allah tidak pernah terjadi kerusuhan antar etnik agama dan terima kasih kepada TNI dan Polri yang berhasil menjaga keamanan,” tukasnya.

Berkat Asian Games juga, tambah Alex, Sumsel mendapatkan empat jalan tol, rumah sakit, dua jembatan Musi, fly over, tambahan daya listrik, serta bandara yang dulunya hanya berkapasitas 2 ribu/tahun menjadi 4 juta/tahun.

“Banyak benefit yang kita dapat dan yang pasti itu semua non APBD,” imbuhnya.

Obor Asian Games sendiri disambut meriah di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Semua masyarakat Kayuagung sejak pagi antusias turun ke jalan untuk melihat langsung penyambutannya, mulai dari Desa Celikah hingga ke Kantor Bupati OKI, lalu dibawa ke Mesuji Provinsi Lampung.

(Eka DH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *