Lapas Kayuagung Fasilitasi Dinkes Dan RSUD Berobat Gratis Bagi Napi

Spread the love

Jurnalline.com, Kayuagung OKI (Sumsel) – Kemerdekaan bisa dimaknai secara luas yang bukan hanya kebebasan fisik, tetapi memiliki arti lebih lagi yakni terbebas dari berbagai penyakit, terutama penyakit menular serta jaminan kemudahan memperoleh pelayanan kesehatan.

Hal ini merupakan komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas III Kayuagung bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung dengan melakukan kegiatan Bakti Sosial berupa pengobatan gratis bagi seluruh napi di Lapas Kayuagung Selasa (14/8/2018).

Kalapas Hamdi Hasibuan didampingi Direktur RSUD Dr Fikram dan Kepala Puskesmas Kutaraya Dr Isa Dwiyono mengungkapkan kegiatan Baksos kesehatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh penghuni lapas terbebas dari resiko penyakit menular,

“Terjalin kesepahaman dengan pihak Dinkes dan RSUD untuk menjamin kesehatan napi, salah satunya mengadakan kegiatan pengobatan gratis,” terangnya

Kasubsie Pembinaan Lapas Dedi Mardjana mengungkapkan dalam membiasakan pola sehat di lingkungan lapas, pihaknya melakukan pembersihan rutin,

“Lapas melakukan pembersihan kamar dan lingkungan sekitar blok napi. Kegiatan ini berlangsung setengah jam setiap harinya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Dedi, upaya penunjang kesehatan bagi napi, lapas juga mengoptimalkan klinik untuk melayani napi yang tengah mengalami sakit ringan,

“Selain upaya pencegahan berupa pola hidup sehat, keberadaan klinik juga dioptimalkan. Lebih dari itu, untuk menjamin ketersediaan obat-obatan, lapas berkerjasama dengan Puskesmas Kutaraya dalam Nota Kesepahaman (MOU),” terangnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kutaraya Isa Dwiyono mengatakan dari pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, secara umum kondisi napi dalam kondisi sehat,

“Dari berbagai cek kesehatan bagi seluruh napi yang berlangsung hari ini, kebanyakan napi mengeluhkan mengalami gatal-gatal kulit yang disebabkan oleh Kutu. Dilihat dari pola hidup sehat napi, wajar kalau kutu ini menyebar, terkadang di lingkungan rumah yang kelihatannya bersih, belum tentu terbebas dari kutu ini,” ungkapnya

Isa mengatakan penyebab terjangkitnya penyakit ini, selain oleh dibawa napi dari luar lapas, kemungkinan lainnya disebabkan karena kurang terjaganya kebersihan baik dari lingkungan juga dari peralatan yang telah terkontaminasi,

“Penularan penyakit bisa juga disebabkan oleh mencuci pakaian yang tidak higienis,” jelasnya

Terhadap pencegahan penyakit gatal-gatal ini, Isa menganjurkan agar tidak saling pakai menggunakan baju, menjemur peralatan tidur seperti kasur atau bantal guling,

“Rencana kedepannya, pihak lapas mengupayakan penanggulangan penyakit ini secara menyeluruh. Sebab, pengobatan penyakit ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi dilakukan secara keseluruhan dan serentak,” tuntasnya.

(EkaDH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.