Jembatan Ake Dohoru Segera Dibangun

Spread the love

Jurnalline.com, Sofifi (Maluku Utara) – Pemerintah provinsi Maluku Utara dalam waktu dekat akan membangun jembatan Ake Dohoru yang ambruk pada jumat (8/2) lalu. Sambil menunggu pembangunan jembatan baru, Pemprov dan Pemkot Tikep aka membangun jembatan darurat, untuk mengaktifkan kembali aktivitas masyarakat.

Jembatan yang berada di dusun Toe, desa Kusu Sinopa, kecamatan Oba, kota Tikep itu merupakan jalan utama yang menghubungkan kecamatan Oba dan Oba Selatan, dan merupakan akses menuju Saketa kabupaten Halmahera Selatan.

Kepala dinas pekerjaan umum dan penataan Ruang (PUPR) Djafar Ismail, kepada reporter Jurnalline.com mengatakan, Pemprov melalui dinas PUPR pada tahun ini akan membangun jembatan ake dohoru, karena mempengaruhi hajat orang banyak.”Untuk akses masyarakat, akan dibangun jembatan sementara, disamping lagi disiapkan pembangunan jembatan baru di tahun 2019 ini juga. Karena, akses Payahe sampai dengan Nuku itu mengalami macet total,”kata Djafar saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (12/2/2019).

Jafar mengaku mendapat arahan langsung dari Gubernur KH. Abdul Gani Kasuba untuk segera membangun jembatan baru. Untuk itu, dinas PUPR melakukan koordinasi dengan Pemkot Tikep untuk membuat jembatan darurat.
“Arahan dan petunjuk pak Gubernur untuk segera dibangun. Begitu juga dengan Pemda Tikep, kita akan berkoordinasi untuk percepat jembatan sementara,” ujarnya

Dia menambahkan, jembatan sementara yang akan dibangun hanya diperuntukkan kendaraan roda dua, dan roda empat selain dam truck, karena konstruksi jembatan hanya menggunakan kayu, sehingga dikhawatirkan jembatan akan ambruk lagi jika mobil dengan beban besar melintasi jembatan tersebut.
“jembatan darurat diusahakan untuk kendaraan roda dua, roda empat, bukan untuk dam truck. Untuk kendaraan umum saja, sehingga aktivitas masyarakat bisa dipulihkan,”tambanya

Dia menyebut, konstruksi jembatan yang akan dibangun pada tahun 2019, ada sedikit perbedaan dengan yang sebelumnya. “Jembatan dengan bentangan 20 meter itu akan dibangun dengan konstruksi sumuran dengan full beton. Berbeda dengan sebelumnya, yang menggunakan pondasi langsung,”pungkasnya

Pantauan wartawan Fajar Malut di lokasi kejadian, rupanya ada keuntungan tersendiri yang diperoleh masyarakat setempat. Bagaimana tidak, kendaraan yang hendak melewati jembatan tersebut harus dengan pertolongan masyarakat. Namun, tidak gratis, ada biaya yang harus dikeluarkan oleh pemilik kendaraan.

“Untuk kendaraan roda dua jenis bebek/matic dipatok dengan harga Rp. 50 ribu, sedangkan motor dengan bodi besar, sekali melintas dihitung Rp. 75 ribu. Sementara mobil kisaran 1 hingga 2 juta,” kata Sawal warga dusun Toe

Meski demikian, dia berharap jembatan baru segera dibangun sehingga memudahkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas. Pasalnya, warga desa Kusu Sinopa juga banyak yang berkebun melintas jembatan tersebut.”Tentu kami sangat berharga pemerintah daerah segera membangun jembatan, karena kami sangat membutuhkan,”pungkasnya

(YUDI/ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *