Kodam Jaya Tutup Latihan Kesiapsiagaan Operasi Pemilu Dengan Simulasi Atasi Demo Anarkis

Spread the love

Jurnalline.com, (Kodam Jaya – (Jakarta Pusat) – Sekelompok massa yang tidak puas dan marah dengan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2019 yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), menggelar aksi demonstrasi dan berorasi menuntut dibatalkannya pengumuman tersebut. Kemarahan massa makin tidak terkendali saat perwakilan mereka tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari KPU. Massa kemudian datang lebih banyak lagi dan memicu terjadinya kerusuhan dan tindakan anarkis di depan Kantor KPU di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Massa membakar sejumlah ban bekas dan terus melempari petugas dengan batu dan botol bekas air mineral.

Petugas keamanan dari Kepolisian Polda Metro Jaya, terpantau kewalahan mengendalikan keberutalan massa yang terus merangsek dan menembus barikade pengamanan Polisi. Karena situasi makin tidak terkendali, Polda Metro Jaya, kemudian meminta bantuan perkuatan pasukan TNI dari Kodam Jaya. Pasukan Kodam Jaya yang memang sudah disiapkan sebagai pasukan cadangan, dengan cepat melakukan penebalan pasukan, sehingga dalam waktu singkat aksi anarkis massa dapat diredam.

Demikianlah salah satu skenario latihan yang disimulasikan dalam Latihan Kesiapsiagaan Operasi (LKO) Kodam Jaya di Area Parkir Ji-Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, sebelum akhirnya ditutup secara resmi oleh Kasdam Jaya Brigjen TNI Suharyanto, Kamis (21/3).

Dalam kesempatan itu, Brigjen TNI Suharyanto membacakan amanat Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono yang berharap seluruh prajurit dapat mempedomani semua materi yang sudah diberikan selama empat hari latihan. “Ini menjadi harapan kami dan harapan kita semua, apa yang sudah kita terima selama 4 hari latihan, bisa dipedomani tanpa keraguan dalam bertugas,” harap Pangdam.

Dalam evaluasinya, mantan Danjen Kopassus ini juga mengajak peserta latihan tidak cepat merasa puas dengan hasil yang telah dicapai. “Pelihara dan kembangkan terus pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh, sehingga bila tiba saatnya tugas pengamanan Pemilu 2019, kalian semua sudah siap, baik secara teori, prosedur dan mekanisme maupun yang tidak kalah pentingnya adalah kesiapan fisik dan mental kalian,” ajak Pangdam.

Pangdam juga berharap, dari rangkaian latihan yang telah dilaksanakan, dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan prajurit, sehingga menjadi bekal dalam melaksanakan tugas perbantuan kepada Pemda dan Polri selama pengamanan Pemilu pada 17 April 2019 mendatang.

Pangdam juga memerintahkan seluruh penyelenggara dan peserta latihan untuk mengevaluasi sekaligus mengidentifikasi kemampuan dan keterbatasan diri dan satuan masing-masing, sehingga ada feed back (umpan balik) dari peserta untuk mengantisipasi hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pengamanan yang sesungguhnya.

Diakhir sambutannya, Pangdam Jaya menekankan agar tetap menjunjung tinggi netralitas TNI dalam pelaksanaan tugas pengamanan Pemilu nanti. “Laksanakan tugas pengamanan Pemilu ini sesuai tugas perbantuan TNI kepada Polri dengan tetap menjunjung tinggi netralitas TNI dan tidak berpihak serta tidak memberikan dukungan kepada salah satu kontestan peserta Pemilu,” pungkas Pangdam Jaya.

(Fram/dre)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.