Tiga Srikandi Sulut, Jadi Delegasi Indonesia di Sidang CSW 2019 New York.

Spread the love

Jurnalline.com, New York – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Minahasa Dra Fenny Roring-Lumanauw, SIP mendapat kehormatan sebagai salah satu peserta dari Delegasi Indonesia yang ikut serta dalam Sidang Commission on the Status of Women (CSW) ke-63 tahun 2019, yang berlangsung di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York, Amerika Serikat,

Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 11 maret sampai 22 Maret 2019 ini, salah satu Iven berkelas internasional merupakan agenda rutin tahunan yang digelar dengan komitmen dan berkolaborasi berkesinambungan untuk memberdayakan perempuan dan perlindungan anak perempuan dan membahas terkait kesetaraan gender.

“Suatu kebanggaan bagi saya pribadi ketika dipercayakan ikut serta dalam sidang CSW tahun ini.” Ujar Istri Tercinta Bupati Minahasa Ir Royke Oktavian Roring, M.Si.

Lebih lanjut Ny Fenny Roring Lumanauw, S.IP mengatakan keikutsertaan dalam kegiatan ini sangat penting dan strategis, karena tanpa pemberdayaan perempuan dan kerja sama antar negara pembangunan berkelanjutan tentu akan sulit tercapai.

“Selain Ketua TP-PKK Minahasa, sidang CSW tahun 2019 ini juga turut dihadiri Ketua TP-PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, dan Wakil Ketua dr. Kartika Devi Kandouw-Tanos MARS.

“Kehadiran tiga Srikandi asal Sulut ini, sebagai peserta dari Delegasi Indonesia asal Provinsi Sulaweso Utara menjadi sebuah kebanggan tersendiri, mengingat berbagai agenda yang menjadi isu internasional, termasuk isu-isu terkait kesetaraan gender baik di Indonesia secara khusus di Provinsi Sulawesi Utara, menjadi bahan pembahasan. Dan ini kita bisa lebih memahami seperti apa penanganan terhadap berbagai permasalahan yang ada maupun mencari solusinya bersama,” tandas isteri Bupati Minahasa, Ir Royke Octavian Roring MSi itu.

Diketahui Agenda CSW ke-63 tahun 2019 ini mengusung tema utama tentang ” Sistem perlindungan sosial, akses layanan publik, infrastruktur berkelanjutan dan untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dan anak, sementara sub tema : membahas pemberdayaan perempuan dan kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan.

Selain Indonesia, CSW ke-63 juga diikuti perwakilan dari negara-negara anggota, badan-badan PBB, dan organisasi non-pemerintah (LSM), yang diakreditasi ECOSOC dari semua wilayah di dunia.

(EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *