Jurnalline.com, Kolinlamil TNI AL, – Mengawali masa kepemimpinannya sebagai Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil), Laksda TNI Rudhi Aviantara, I H., S.E., M.Si., M.Tr.(Han)., CHRMP., memimpin apel khusus sekaligus entry briefing perdananya bersama jajaran prajurit Kolinlamil. Dalam kegiatan tersebut, beliau menyampaikan perkenalan, penekanan tugas, serta arah kebijakan kepemimpinannya ke depan.
Entry briefing tersebut diikuti oleh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kolinlamil yang berada di Mako Kolinlamil dan Satuan Lintas Laut Militer 1, serta diikuti secara video conference oleh personil Satlinlamil 2 Surabaya, Satlinlamil 3 Makassar, dan prajurit KRI jajaran Kolinlamil yang sedang bertugas di daerah operasi.
Dalam sambutannya, Laksda TNI Rudhi Aviantara memperkenalkan diri sebagai alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-39 tahun 1993, berasal dari Kuningan, Jawa Barat. Nama “Aviantara”, jelasnya, merupakan akronim dari harapan sang ayah agar dirinya menjadi “avian” (burung) yang menjelajahi “nusantara”. Meskipun tak menjadi seorang pilot, beliau bersyukur karena telah menjadi seorang prajurit TNI AL yang telah mengelilingi Nusantara dari Sabang hingga Merauke.
“Saya ini anak gunung yang menjadi pelaut. Dari Sabang sampai Merauke telah saya lalui. Itu saya anggap sebagai anugerah,” ujarnya.
Pangkolinlamil menegaskan bahwa beliau akan melanjutkan program-program dan kegiatan yang telah direncanakan oleh pejabat sebelumnya. Ia menyampaikan, dalam menjalankan tugas tersebut, dibutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh prajurit Kolinlamil.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya butuh dukungan penuh dari seluruh perwira, bintara, tamtama, dan pegawai negeri sipil di lingkungan Kolinlamil. Kebersamaan dan kerja sama adalah kunci keberhasilan,” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya memiliki visi dan misi yang jelas dalam kepemimpinan, oleh karenanya Panglima Kolinlamil menanamkan empat prinsip utama dalam bekerja, yakni :
Laksda Rudhi Aviantara menggaris bawahi visinya dalam memimpin Kolinlamil, yaitu:
“Terwujudnya Kolinlamil dalam menyelenggarakan operasi angkutan laut TNI dalam rangka Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).”
“Ada pepatah mengatakan: ‘Vision without action is a daydream, action without vision is a nightmare.’ Kalau kita punya cita-cita tanpa tahu apa yang harus dikerjakan, seperti mimpi di siang bolong. Sebaliknya, bekerja tanpa panduan adalah mimpi buruk di malam hari.” ungkapnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, beliau menekankan nilai-nilai dasar yang harus tertanam dalam setiap prajurit Kolinlamil:
“Setiap prajurit sudah memiliki job description masing-masing. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan inisiatif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pangkolinlamil menekankan pentingnya menciptakan budaya kerja yang harmonis dan kondusif. Beliau menekankan bahwa hubungan antara atasan dan bawahan harus dilandasi rasa saling menghargai.
“Seorang pemimpin tidak hanya berdiri sebagai komandan, tetapi juga harus menjadi bapak, menjadi rekan, dan menjadi panutan,” ujarnya.
Dalam arahannya, Laksda TNI Rudhi Aviantara mengingatkan seluruh prajurit untuk menjauhi perilaku menyimpang, seperti judi online, pinjaman online ilegal, asusila, LGBT, arogansi di jalan raya, dan tindakan melanggar hukum lainnya. Ia mengajak seluruh prajurit untuk menghindari orientasi berlebihan terhadap uang (money oriented).
Pangkolinlamil menyampaikan tiga lapisan kehilangan:
“Ketika kehilangan uang, kita tidak kehilangan apa-apa. Tapi jika kehilangan kesehatan, kita kehilangan sesuatu. Namun, bila kehilangan karakter, kita kehilangan segalanya,” tegasnya.
Pangkolinlamil juga menekankan pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial, mengingat keberadaan UU No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
“Jangan menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Apalagi menyangkut informasi institusi, rahasia TNI, dan TNI AL. Jaga nama baik dan keamanan institusi,” perintahnya.
Mengakhiri sambutannya, Pangkolinlamil mengingatkan kembali jati diri TNI yang harus terus dijaga, yaitu sebagai:
Beliau juga berpesan agar seluruh prajurit senantiasa menjaga hubungan baik dengan TNI, Polri, instansi pemerintah, dan masyarakat sipil.
“Gunakan kelembutan untuk menjadi kekuatan. Sikap sopan dan santun akan mengundang rasa hormat dari orang lain,” pungkasnya. (Dispen Kolinlamil)
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media