Jurnalline.com, Ogan Ilir (Sumsel) – Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir langsung merespon atas ambruknya Jembatan Lubuk Rukam–Muara Kumbang di Kecamatan Kandis, Kabupaten Ogan Ilir beberapa waktu lalu. Terbukti Bupati OI Panca Wijaya Akbar langsung tinjau kondisi jembatan yang ambruk tersebut.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas PUPR Ogan Ilir H. Ruslan, mengatakan hasil kordonasi dengan Balai Besar Provinsi Sumatera Selatan saat meninjau langsung kelokasi berapa waktu lalu.
Dari hasil peninjauan tersebut, Balai Besar menyampaikan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait pembangunan jembatan permanen di lokasi Lubuk Rukam–Muara Kumbang.
“Mereka mengatakan jika semua berkas dari kita lengkap, insyaallah setelah Lebaran puasa nanti sudah bisa segera ditenderkan. Dananya menggunakan APBN,” ungkap Ruslan di ruang kerjanya, Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan, jembatan permanen yang akan dibangun diperkirakan memiliki panjang sekitar 70 meter dengan total anggaran mencapai Rp30 miliar lebih.
Ruslan, menjelaskan bahwa Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar telah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi jembatan yang ambruk.
Sebagai langkah awal, Pemkab Ogan Ilir telah menyiapkan sarana penyeberangan sementara.
Saat ini masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan pengguna kendaraan roda dua, sudah dapat memanfaatkan alat penyeberangan seperti perahu dan sarana lain yang disediakan secara gratis.
Fasilitas ini diharapkan mampu membantu aktivitas harian warga sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
Ruslan menyebutkan, dalam waktu dekat Dinas PUPR Ogan Ilir juga akan membangun jembatan darurat. Jembatan sementara tersebut dirancang agar dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tetap berjalan meskipun belum sepenuhnya normal.
Ruslan menegaskan bahwa wilayah Lubuk Rukam dan Muara Kumbang tidak sepenuhnya terisolasi meskipun jembatan tersebut putus.
Masyarakat masih memiliki beberapa akses alternatif yang bisa digunakan untuk bepergian dan mengangkut hasil pertanian.
Akses alternatif tersebut antara lain melalui jalan Desa Kartabayang yang tembus ke Kecamatan Rantau Alai, serta jalur menuju Jalan Lintas Timur yang kondisinya cukup baik.
Selain itu, terdapat pula ruas jalan lain yang telah dicor beton dan diaspal hingga perbatasan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sehingga tetap mendukung mobilitas warga. (Sy)
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
