Jalesveva Jayamahe,
Jurnalline.com, Jakarta, — Kepulangan 120 prajurit TNI AL yang tergabung dalam misi pasukan perdamaian PBB di Lebanon (Satgas MTF TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL) disambut langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Minggu (1/2).

Dengan menggunakan KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 yang merupakan kapal perang Korvet kelas SIGMA di bawah komando Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah selaku Dansatgas MTF KONGA XXVIII-P/UNIFIL ini, membawa pulang prajurit yang terdiri dari 105 prajurit KRI, 15 komponen pendukung yang meliputi Pilot, Flight Engineers, Air Crew, Perwira Kesehatan, Perwira Intelijen, Perwira Psikologi, Perwira Penerangan, Kopaska dan Penyelam.
Sepanjang menjalankan misi sejak 17 Januari 2025 lalu, KRI SIM-367 sendiri telah melakukan 33 kali on task, meliputi 70% patroli di Laut Mediterania serta menjalankan naval
diplomacy melalui latihan bersama dengan berbagai angkatan laut asing sebanyak 150 kali.
KRI SIM-367 juga menerima berbagai penghargaan dari komunitas internasional, antara lain Letter of Appreciation dari Maritime Task Force Commander, Rear Admiral
Richard Kesten (Jerman), Maritime Task Force Commander, Rear Admiral Stephan Plath (Jerman), UN Medal dari UNIFIL Force Commander, Major General Diodato Abagnara (Spanyol), LAF Medal dari LAF Navy Commander, Admiral Mustafa Al-Ali (Lebanon), Medali Duta Budaya RI dari Dubes RI untuk Lebanon, H.E. Dicky Komar serta Tanzania Medal dari Tanzania Contingent Commander.
Pada kesempatan tersebut, Kasal menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh prajurit karena berhasil menunaikan dan menjalankan tugas patroli maritim dan pengamanan perairan sebagai pasukan perdamaian PBB mewakili Indonesia sesuai mandat UNIFIL di Lebanon.
Selain itu, Keberhasilan pelaksanaan patroli maritim, kerjasama antar angkatan laut negara lain seperti Jerman dan Bangladesh, diplomasi TNI Angkatan Laut, serta pengakuan internasional yang diraih menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun kekuatan pertahanan yang profesional, modern, dan berdaya saing global, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai kekuatan maritim yang berkontribusi nyata terhadap stabilitas keamanan internasional.
Penugasan KRI Sultan Iskandar Muda-367 sebagai bagian dari Satgas MTF Konga
XXVIII-P/UNIFIL selaras dengan program Asta Cita Presiden RI Jenderal TNI (Purn.)
Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya memperkuat pertahanan dan keamanan negara, menjalankan politik luar negeri bebas aktif, serta meningkatkan peran Indonesia
dalam menjaga perdamaian dan ketertiban dunia.
Dre
Dinas Penerangan Angkatan Laut.
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
