Jurnalline.com, Jakarta – Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan maritim dengan menggelar Kegiatan Bersih Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (13/2), di Dermaga Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kegiatan ini menjadi simbol kuat sinergi antarinstansi dalam mewujudkan pelabuhan yang bersih, sehat, dan berdaya saing global.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda TNI Rudhi Aviantara, I.H., S.E., M.Si., M.Tr.(Han)., CHRMP. Turut hadir para Pejabat Utama Kolinlamil, seluruh prajurit dan PNS Kolinlamil, serta berbagai unsur strategis maritim, antara lain Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Syahbandar Utama Tanjung Priok, Kantor Imigrasi Tanjung Priok, Polairud Polda Metro Jaya, Pusbekang TNI AD, Kantor Bea dan Cukai Wilayah Tanjung Priok, Kantor Distrik Navigasi Tanjung Priok, hingga para pimpinan instansi maritim di wilayah tersebut. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa kebersihan laut merupakan tanggung jawab bersama.
Dalam amanatnya, Pangkolinlamil menegaskan bahwa kegiatan bertema “Kolinlamil Bersama Instansi dan Stakeholder Maritim di Wilayah Tanjung Priok Melaksanakan Program Laut Bersih Guna Menciptakan Lingkungan Kerja Bersih, Aman, Sehat dan Indah” merupakan wujud kepedulian kolektif terhadap kondisi lingkungan, sekaligus implementasi program Presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan Indonesia yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
“Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah konkret membangun budaya peduli lingkungan. Kebersihan pelabuhan mencerminkan wajah bangsa di mata dunia,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan, aksi bersih laut ini juga menjadi bagian dari penerapan konsep Ecoport di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Konsep tersebut menuntut perubahan pola pikir dan kebiasaan setiap individu dalam mengurangi sampah, khususnya plastik, di lingkungan pelabuhan. Transformasi itu, menurutnya, hanya dapat terwujud melalui sinergi dan kolaborasi seluruh instansi maritim.
“Perubahan tidak akan berjalan optimal tanpa kebersamaan. Karena itu, pelibatan seluruh unsur di pelabuhan menjadi langkah awal yang tepat dan strategis,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan. Selain menjadi wujud aksi nyata kepedulian lingkungan, kegiatan ini juga menghadirkan kompetisi kebersihan antartim dengan hadiah dari Pangkolinlamil. Setiap kapal diisi oleh tim gabungan dari unsur instansi yang hadir, dengan kategori penilaian berdasarkan jumlah karung sampah yang berhasil dikumpulkan.
Juara pertama diraih tim Kapal Eka Jaya dengan perolehan 51 kantong sampah dan berhak atas hadiah Rp10 juta. Posisi kedua ditempati tim Kapal Liana Jaya yang mengumpulkan 39 kantong sampah dan memperoleh Rp5 juta. Sementara itu, juara ketiga diraih tim Kapal Nia Kristi 2 setelah berhasil mengumpulkan 37 kantong sampah dan mendapatkan hadiah Rp3 juta.
Menutup kegiatan, Pangkolinlamil berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai agenda sesaat, melainkan menjadi budaya berkelanjutan di lingkungan pelabuhan.
“Harapan saya, kegiatan ini menjadi titik awal gerakan bersama menjaga laut sebagai masa depan bangsa. Pelabuhan yang bersih bukan hanya menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai negara maritim yang maju dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Fram
(Dispen Kolinlamil)
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
