Selama 100 Hari Kapolda Irjen Dr. Rudy : Merangkul Semua Potensi Masyarakat Banten
April 6, 2021- Tweet
- Pin It
Jurnalline.com, Banten – Kesediaan Kapolda Banten, Irjen Pol. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho, S.H., M.H., M.B.A. menjadi bagian dari sebuah perkumpulan berbasis kultural setempat, pertanda kemauan dan kebesaran jiwa pemimpin yang mau merangkul semua potensi kekuatan masyarakat (Potmas). Dalam kalimat populer kini sering dikatakan: Terbuka bagi semua!
Sikap seperti itu dapat dilihat dari 12 highlight kebijakannya yang ia kemas menjadi “Pendekar” (“Polisi yang Empati Ngayomi dan Dekat dengan Rakyat”). Kemudian, dijabarkan ke dalam pendekatan kemasyarakatan yang ia dan jajaran lakukan secara konkret hampir setiap harinya.

Baru tiga bulan memimpin, terhitung mulai 5 Januari 2021 hingga 5 April 2021, feedback dari masyarakat sudah sangat terasa. Misalnya, berkat partisipasi dan aduan masyarakat, Polda Banten antara lain telah menggulung sekawanan mafia tanah yang bergentayangan di wilayah hukum Polda Banten. Apresiasi pun berdatangan, baik dari Kementerian Agraria maupun institusi yang bergiat di bidang kajian kepolisian.
“Pendekar” digali dari khasanah kultural Banten, yakni: 1) Ngaji Bareng Kapolda, 2) Rukun Ulama Umaro’, 3) Yuk Ngopi Bareng, 4) Subuhan Keliling, 5) Saba Pesantren, 6) Sowan Sepuh, 7) Ronda Siskamling, 8) Guyub TNI – Polri, 9) Sinergi Tiga Pilar, 10) Warung Jumat, 11) Polisi Sayang Anak Yatim, 12) Penguatan Manajemen Media.
Melalui sosialisasi yang dibarengi aksi nyata, ke-12 highight kebijakan itu kini di Banten sangat populer sebagai “12 Commander Wish”. Peluncurannya dilakukan Rudy segera setelah ia dilantik menjadi Kapolda Banten pada 5 Januari 2021.
Rudy Diam-diam menyambangi alim-ulama, pesantren, atau rumah yatim/ yatim – piatu, sudah menjadi agenda keseharian Rudy, para pejabat utama Polda Banten dan jajaran seperti Polres hingga ke Polsek-polsek. Demikan pula kegiatan berbagi kepada mereka yang patut menerima infak, rutin dilakukan setiap jelang Jumat melalui “Warung Jumat Barokah” yang kontinu dipandu Kabid Humas, Edy Sumardi Priadinata, S.I.K. M.H.
Selain menjalankan tugas-tugas pokok kepolisian, menurut catatan penulis, Kapolda Rudy dan jajarannya setiap hari bergiat melakukan pendekatan berbasis “Pendekar” ke masyarakat. Pertanda kedekatannya disahuti oleh masyarakat, nyaris silih berganti saja antara ia yang mendatangi dan ia yang didatangi. Bila hari ini ia menyambangi, berganti hari ia pula di kantor atau di kediaman yang ganti disambangi. Ujar Rudy, Senin, 5/4/2021.
Di rumah dinas, misalnya, pada Jumat malam (3/4/21) ia membagi waktu untuk para anggota dan pengurus Perguruan Pencak Silat “Terumbu” Banten (PSTB). Kedatangan mereka sudah terjadwal, tapi agendanya itu yang bikin surprise. Rudy diangkat menjadi Dewan Pembina PSTB.
Pada acara pengukuhan itu, Rudy dipandu oleh salah seorang guru PSTB memeragakan salah satu gerak jurus silat Terumbu. Suasana seketika menjadi cair dan renyah.
Mereka yang hadir malam itu sempat terkesima menyaksikan keluwesan gerak Rudy, mantan pebola voli itu. Bagi Rudy, dunia olahraga bukan sesuatu yang baru. Semasa masih siswa SMA di Solo dan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung (FH Unila) di Bandar Lampung, Rudy yang kini 53 tahun, memang seorang atlet Tangguh cabang olah raga bola voli.
“Dia itu “smesher” yang taktis,” kata Petrus Bambang Trihasworo, S.H kepada penulis di Bandar Lampung. Baik Bambang dan Rudy semasa masih mahasiswa selain atlet di Unila juga di klub bola voli Mahardika dan Jasa Rahardja. Ketangguhan Rudy dalam bermain voli diakui Endi Yulianto, Yudianto, Gustina Aryani, Pahada Hudayat, dan Ismawan yang di masa lalu sama-sama mahasiswa FH Unila.
Pembina bagi Semua
“SELAMAT bergabung dalam keluarga besar Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten. Kami siap bersinergi dengan Polri,” kata Ketua Umum PSTB, Yadi Sufiyadi, S.Pd., M.Si. ketika Jumat (3/4/21) malam menyambangi Rudy di kediamannya.
Yadi menyahuti seruan Kapolda Rudy yang mengimbau seluruh potensi kekuatan masyarakat Banten untuk bahu-membahu bersama Polri menjadi pelopor memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
Meski baru tiga bulan menjadi Kapolda Banten, mantan Kepala Divisi Hukum Polri itu, sudah berkali-kali menerima simpati dan apresiasi dari berbagai potmas di daerahnya. Akan tetapi, dengan rendah hati Rudy selalu berkata, “Itu semua bentuk lain dari harapan masyarakat kepada institusi Polri khususnya segenap jajaran Polda Banten. Itu amanah yang kami emban.”
Di awal-awal menjabat Kapolda Banten, Irjen Rudy dan Wakapolda Brigjen Pol Drs. Ery Nursatari, M.Si saat menyambangi para pendekar Banten di Padepokan Debus “Surowoan” Banten (PDSB), Serang (Senin, 22/2/21), juga didaulat menjadi bagian dari keluarga besar padepokan tersebut.
Menandai pengukuhan itu, Ketua PDSBL Suminta didampingi oleh Ketua DPP Persatuan Pendekar dan Seni Budaya Banten Indonesia (PSBBI), Andika Hazrumi memakaikan baju pendekar seraya menyerahkan senjata tajam khas Banten, golok, kepada Rudy dan Ery. “Itu tandanya Kapolda dan Wakapolda sah menjadi keluarga besar Pendekar Banten,” sambut Andika Hazrumy yang juga Wagub Banten.
Tak hanya kalangan pendekar, Rudy juga merangkul berbagai potmas lainnya sebagai sebuah pendekatan berbasis kultural. Di akhir Januari 2021, Rudy di kediamannya juga menerima kedatangan sejumlah anggota dan pengurus Majelis Permusyawaratan Masyarakat Kasepuhan (MPMK) yang dipimpin oleh Ketua MPMK, Junaedi Ibnu Jarta.
Majelis tersebut merupakan majelis masyarakat adat sub-etnis Sunda yang tinggal di sekitar Gunung Halimun. Selain berdiam di wilayah Kabupaten Lebak (Banten), mereka juga mendiami wilayah mulai dari bagian barat Kabupaten Sukabumi hingga utara Kabupaten Bogor di wilayah Provinsi Jawa Barat.
Di wilayah beda provinsi (Banten dan Jabar) namun tersambung satu sama lain itu, mereka masih mempertahankan adat istiadat dan tradisi lama. Salah satu penandanya yaitu masih adanya “leutit” atau lumbung padi tradisional khas Kasepuhan di Sirnarasa (Kabupaten Sukabumi).
”Warga adat Kasepuhan tidak bisa hidup tanpa kedekatan dengan alam. Alam sangat berguna bagi warga adat Kasepuhan, contohnya hutan. Selain menghasilkan air, alam juga sebagai sumber obat-obatan tradisional dan mata pencaharian warga masyarakat adat kasepuhan,” penjelasan Junaedi yang disimak dan dinikmati oleh Rudy, laki-laki asal Solo, Jateng itu.
Seluruh potensi yang berbasis kultural, adat, tradisi, dan keagamaan, tak lepas dari perhatian Kapolda Rudy. Mulai dari kalangan pendekar, masyarakat adat, pesantren, ulama, dan lapisan masyarakat tadisional, menjadi perhatiannya sebagai potmas yang kuat dan efektif bagi harkamtibmas.
Ketika baru 12 hari menjadi Kapolda, Rudy bersama Wakapolda Birgjen Ery menyambangi masyarakat tradisional Baduy di Desa Kenekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak. Ikut mendampingi Ketua Bhayangkari Polda Banten, Ny. Wiek Rudy Heriyanto, S.H.
Kepada Rudy dan Ery, “jaro” (kepala desa) Kenekes, Saija, memakaikan udeng (ikat kepala khas Baduy) kepada Rudy, seraya menyerahkan sebilah senjata tajam yang dalam tradisi Baduy dinamakan golok surangkal.
Banten dan Keberagaman
PROVINSI Banten terbagi menjadi empat kota dan empat kabupaten. Dilihat dari wilayah hukum kepolisian, yang masuk dalam wilayah tugas Polda Banten yaitu Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Tangerang yang beberapa Polseknya berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Luas wilayah Banten secara keseluruhan 9.160,70 Km persegi dengan jumlah penduduk mendekati 11 juta. Di provinsi ini terdapat Suku Baduy yang merupakan suku asli Sunda Banten. Mereka masih sangat menjaga tradisi, baik pakaian maupun pola hidup lainnya. Mereka mendiami kawasan Cagar Budaya Pegunungan Kendeng seluas 5.101,85 ha dalam wilayah Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak. Perkampungan masyarakat Baduy umumnya terletak di daerah aliran Sungai Ciujung di Pegunungan Kendeng. Daerah ini dikenal sebagai wilayah tanah titipan dari nenek moyang, yang harus dipelihara, dijaga baik-baik, dan sama sekali tidak boleh dirusak.
Mayoritas masyarakat Banten memeluk agama Islam dengan semangat religiusitas sangat tinggi. Akan tetapi, tulis bantenprov.go.id, pemeluk agama lain dapat hidup berdampingan. Di sini hidup kekhasan budaya masyarakat Banten, antara lain seni bela diri pencak silat, Debus, Rudad, Umbruk, Tari Saman, Tari Topeng, Tari Cokek, Dog-dog, Palingtung, dan Lojor.
Keberagaman penghuni Banten juga dapat dilihat dari bahasa yang mereka gunakan. Selain kaum perantau, penduduk asli berbicara menggunakan dialek yang merupakan turunan dari bahasa Sunda Kuno. Dialek ini dikelompokkan kepada bahasa kasar dalam bahasa Sunda modern, yang memiliki beberapa tingkatan dari halus sampai tingkat kasar (informal). Tetapi, di Wilayah Banten Selatan seperti Lebak dan Pandeglang menggunakan bahasa Sunda Campuran, Sunda Kuno, Sunda Modern dan Bahasa Indonesia.
Di Serang dan Cilegon, bahasa Jawa Banten digunakan oleh etnik Jawa, sedangkan di bagian utara Kota Tangerang, terdapat orang-orang lokal yang menggunakan bahasa Indonesia dalam dialek Betawi. Mereka ini adalah pendatang etnis Betawi. Selain itu, ada pula yang menggunakan bahasa Sunda dan bahasa Jawa. Para pendatang dari bagian lain di Tanah Air, umumnya menggunakan bahasa Indonesia.
Keberagaman mengandung perbedaan di dalamnya. Padanya sering juga digambarkan sebagai sebuah kekuatan bila piawai mengelolanya secara arif. Akan tetapi, perbedaan itu sekaligus pula menyimpan potensi perpecahan bila sebaliknya, kaku dan tajam mempertentangkannya.
Dari hari ke hari bertugas di Banten, kini pada 5 April 2021 Rudy sudah menginjak bulan ketiga bertugas atau sudah menjelang 100 hari pertamanya bertugas sebagai Kapolda. Ia tampak berusaha betul memahami potensi masyarakat yang mendiami wilayah yang bertetangga langsung dengan Ibu Kota Jakarta ini.
Ia memandang kultural sebagai sebuah kekuatan. Itu pula agaknya, pendekatan-pendekatan ia lakukan dengan menyamakan persepsi segenap jajarannya ketika membaca kondisi setempat dan menggunakan kacamata hati kearifan berbasis kultural. Untuk itu, ia menggulir “Pendekar” (“Polisi yang Empati Ngayomi dan Dekat dengan Rakyat”) dalam highlight “12 Commander Wish”.
Tentu saja, semua itu harus dijabarkan ke dalam kegiatan konkret agar dapat mengundang partisipasi yang berbasis pada pemahaman masyarakat bahwa harkamtibamas adalah tugas bersama, mengingat sungguh-sungguh bahwa penegakan hukum dalam pengertian represif adalah langkah langkah terakhir kepolisian.
Untuk itulah pendekatan-pendekatan yang efektif memengaruhi agar setiap warga benar-benar tanggung jawab secara bersama-sama, benar-benar dibutuhkan. Field dalam “Modal Sosial” menulis, “Teori modal sosial, pada intinya merupakan teori yang paling tegas. Tesis sentralnya dapat diringkas dalam dua kata: soal hubungan” (2010: 1).
Maka, dalam hal itu komunikasi memegang peranan penting. Rasanya, langkah tepat sudah diambil Rudy ketika mempertahankan “Penguatan Manejemen Media” tetap ada dalam “Pendekar”-nya.
Dalam kahasanah kultural Banten, Pendekar adalah orang baik-baik yang memiliki kemampuan bela diri dan rela berkorban membela yang lemah. Di masa lalu kehadirannya menjadi pengawal utama ulama. Pendekar sebagai potmas, hendaklah digali bersama-sama potensi yang lain agar efektif menjadi penjamin harkamtibmas bahu membahu dengan Polri.
Penulis : Jon
Editor : Ndre
Sumber Oleh :
Suryadi
Pemerhati Kepolisian dan Budaya
You may also like...
Pages
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap
Archives
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- February 2022
- January 2022
- December 2021
- November 2021
- October 2021
- September 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- February 2021
- January 2021
- December 2020
- November 2020
- October 2020
- September 2020
- August 2020
- July 2020
- June 2020
- May 2020
- April 2020
- March 2020
- February 2020
- January 2020
- December 2019
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- August 2019
- July 2019
- June 2019
- May 2019
- April 2019
- March 2019
- February 2019
- January 2019
- December 2018
- November 2018
- October 2018
- September 2018
- August 2018
- July 2018
- June 2018
- May 2018
- April 2018
- March 2018
- February 2018
- January 2018
- December 2017
- November 2017
- October 2017
- September 2017
- August 2017
- July 2017
- June 2017
- May 2017
- April 2017
- March 2017
- February 2017
- January 2017
- December 2016
- November 2016
- October 2016
- September 2016
- August 2016
- July 2016
- June 2016
- May 2016
- April 2016
- March 2016
- February 2016
- January 2016
- December 2015
- November 2015
- October 2015
- September 2015
- August 2015
Categories
- AdvertNews (63)
- Ekonomi (41)
- Gaya Hidup (1,237)
- Hukum & Kriminalitas (2,002)
- Internasional (30)
- Nasional (84,293)
- KOARMABAR (117)
- KOLINLAMIL (51)
- PENKOSTRAD (20,798)
- Olahraga (602)
- Pariwisata & Budaya (15)
- Pendidikan (243)
- Peristiwa (491)
- Politik (558)
- Profil (3)
- Sains & Teknologi (1)
- SMSI (43)
- Uncategorized (909)

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 81 Berita Terkini
- August 17, 2026
Patroli Menyentuh Titik Rawan, Koramil 05/Bantar Gebang Tingkatkan Pengawasan Malam Hari
- August 17, 2026
Kodim 0506/Tgr Babinsa Dan Komduk Patroli Malam, Dorong Semangat Warga Jaga Kemerdekaan
- August 17, 2026
Tim Gabungan TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Satwa Dilindungi Di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon
- August 17, 2026
Camat Tompaso Stevri Pandey, Sukses Laksanakan Upacara Penurunan Bendera HUT Ke 81 RI Tahun 2026
- August 17, 2026
Tarian Kawasaran SMPN 2 Pinabetengan Tampil Pukau Ribuan Pasang Mata
- August 17, 2026
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap



