Jurnalline.com, Jakarta – Hari Dharma Samudera merupakan momentum refleksi dan penghormatan atas pengorbanan para pahlawan, pejuang, dan tokoh TNI Angkatan Laut yang telah mendarmabaktikan jiwa dan raga demi kejayaan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai-nilai pengorbanan tersebut menjadi landasan TNI Angkatan Laut dalam membangun kekuatan pertahanan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar terwujud prajurit yang profesional, unggul, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Seluruh upaya tersebut senantiasa diiringi dengan doa dari segenap keluarga besar TNI Angkatan Laut.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Dharma Samudera Tahun 2026, TNI Angkatan Laut menggelar doa bersama secara serentak di seluruh jajaran, menindaklanjuti instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali. Doa bersama dilaksanakan pada Selasa (13/1) pukul 12.00 WIB di tempat ibadah masing-masing, dengan tujuan mendoakan arwah para pahlawan yang gugur dalam pertempuran laut, khususnya para pejuang Pertempuran Laut Aru yang dipimpin Komodor Yos Sudarso pada 15 Januari 1962.
Di lingkungan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), doa bersama diikuti oleh seluruh prajurit dan PNS sesuai dengan agama masing-masing. Prajurit beragama Islam melaksanakan doa di Masjid At-Tauhid Mako Kolinlamil, prajurit Nasrani di Gedung Natuna Mako Kolinlamil, sementara prajurit beragama Hindu melaksanakan doa di Ruang Denma Kolinlamil.
Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda TNI Rudhi Aviantara, IH., S.E., M.Si., M.Tr.(Han)., CHRMP., menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan wujud penghormatan sekaligus pengingat akan besarnya pengorbanan para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa dan raga demi mempertahankan kedaulatan NKRI.
“Melalui peringatan Hari Dharma Samudera ini, diharapkan seluruh prajurit Jalasena mampu meneladani semangat juang para pahlawan Pertempuran Laut Aru yang berjiwa ksatria, rela berkorban, pantang menyerah, dan setia hingga akhir hayat dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Pangkolinlamil.
Fram
(Dispen Kolinlamil)
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
