Jalesveva Jayamahe
Jurnalline.com, Jakarta, – TNI AL kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kedaulatan dan keamanan sumber daya alam nasional dengan menggagalkan rencana pengangkutan bijih timah dan mineral ikutan yang diduga berasal dari sumber tidak sah di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (13/2).

Operasi pencegahan dan pengamanan tersebut dilaksanakan pada Kamis malam (12/2) di sebuah gudang yang berlokasi di kawasan Pangkal Balam, Kota Pangkal Pinang. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi personel gabungan Satgassus Timah Pusintelal, Satlap Tri Cakti, dan Lanal Bangka Belitung, berdasarkan pengembangan informasi intelijen yang diterima sebelumnya.
Berawal dari laporan jaringan agen intelijen, Tim Satgassus Timah Pusintelal memperoleh informasi adanya rencana pengiriman pasir timah dan mineral ikutan menuju Pulau Jawa menggunakan dua unit truk ekspedisi. Material tersebut diduga akan dikirim melalui jalur laut dengan memanfaatkan Pelabuhan Pangkal Balam dan Pelabuhan Muntok.
Setelah dilakukan identifikasi lapangan, petugas mendapati aktivitas pemuatan karung-karung berisi mineral ke dalam truk di dalam gudang. Tim gabungan kemudian masuk ke lokasi, mengamankan tempat kejadian perkara, serta melakukan pemeriksaan awal terhadap barang bukti dan para pekerja. Dari hasil pengecekan, ditemukan satu unit truk bermuatan monazite dan zircon dengan total berat sekitar 15 ton, sementara satu truk lainnya masih kosong. Selain itu, di dalam gudang juga ditemukan timah kering sekitar lima ton, serta material mineral lain yang secara keseluruhan diperkirakan mencapai kurang lebih 200 ton dan masih dalam proses pendataan lanjutan.
Dalam pemeriksaan awal, tidak ditemukan dokumen resmi yang dapat membuktikan asal-usul bijih timah dan mineral ikutan tersebut dari pemegang izin pertambangan yang sah, termasuk dokumen pengangkutan maupun izin penyimpanan. Dengan demikian, material mineral tersebut diduga kuat berasal dari kegiatan pertambangan ilegal dan gudang dimaksud disinyalir digunakan sebagai bagian dari rantai distribusi mineral ilegal sebelum dikirim ke luar Pulau Bangka.
Sebagai langkah awal penegakan hukum, TNI AL telah menggagalkan rencana pengangkutan, mengamankan barang bukti ke Kantor Denpom Lanal Bangka Belitung, serta melakukan pengamanan lokasi gudang untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Seluruh pihak terkait juga telah didata guna mendukung proses penyidikan terpadu.
Kegiatan ini merupakan pengembangan dari penindakan sebelumnya terhadap dugaan pengangkutan bijih timah ilegal di Pelabuhan Muntok. Melalui upaya berkelanjutan ini, TNI Angkatan Laut menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan maritim nasional, menegakkan hukum di laut dan wilayah pesisir, serta melindungi kekayaan sumber daya alam Indonesia dari praktik-praktik ilegal yang merugikan negara.
TNI AL akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan secara tegas dan profesional, serta memperkuat sinergi dengan instansi terkait demi terciptanya tata kelola pertambangan dan distribusi mineral yang sah, transparan, dan berkeadilan, sejalan dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Dre
Dinas Penerangan Angkatan Laut.
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
