Lantik Dua Pejabat Tinggi Pratama, Gubernur Yulius Harap Transformasi Birokrasi Perkuat Transparansi

Spread the love

Jurnalline.com, Manado — Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menampilkan filosofi kepemimpinan yang menyatu antara ketegasan, profesionalisme, dan nilai-nilai spiritual dalam pelantikan dua pejabat tinggi pratama lingkungan Pemerintah Provinsi Sulut pada Jumat (13/3/2026).

Acara yang dihadiri Wakil Gubernur DR J. Victor Mailangkay, SH, MH, tidak hanya menjadi momen resmi penugasan, melainkan juga tanda jelas bahwa penyegaran birokrasi Sulut kini memasuki fase yang lebih fokus pada pengoptimalan potensi daerah dan penguatan tata kelola yang bersih.

Salman Mokoginta resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulut, membawa bekal pengalaman dari Direktorat PSDP yang diharapkan menjadi pendorong utama dalam menggarap potensi maritim yang melimpah.

Sebagai provinsi kepulauan dengan garis pantai panjang dan sumber daya perikanan melimpah, Sulut memiliki target ambisius dalam pengembangan ekonomi biru yang mencakup tiga pilar utama: pemberdayaan nelayan lokal, peningkatan nilai tambah hasil tangkapan melalui pengolahan industri, dan pelestarian ekosistem laut yang semakin tertekan akibat perubahan iklim.

“Posisi DKP adalah tulang punggung perekonomian pesisir Sulut. Kita tidak hanya berusaha meningkatkan produksi, tapi juga memastikan bahwa setiap langkah pengelolaan kelautan memberikan manfaat yang merata dan berkelanjutan,” ujar salah satu pejabat eselon yang hadir.

Sementara itu, Jerry Kanalung ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Sulut. Penunjukan ini menjadi sangat krusial mengingat pengadaan barang dan jasa seringkali menjadi titik rawan praktik korupsi di pemerintah daerah.

Dengan latar belakangnya yang kompeten, Kanalung diharapkan mampu membangun sistem pengadaan yang akuntabel, efisien, dan transparan, sekaligus mendukung implementasi program prioritas infrastruktur dan pelayanan publik yang menjadi fokus Pemprov Sulut.

Dalam sambutan yang penuh makna, Gubernur Yulius – yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sulut – menekankan bahwa jabatan bukan sekadar kedudukan formal, melainkan amanah yang harus diemban dengan tanggung jawab total. Ia menyerukan kepada para pejabat untuk bekerja secara mandiri dan profesional tanpa perlu pengawasan berlebihan.

“Jangan mau dimandori. Tidak perlu selalu diawasi atau dinilai. Fokuslah bekerja dan berikan yang terbaik untuk masyarakat,” tegasnya dengan gaya yang tegas namun penuh semangat.

Yang menjadi poin menarik dan menyentuh dalam arahan gubernur adalah penekanan pada dimensi spiritual sebagai pondasi utama pengabdian. Ia mengingatkan agar setiap keputusan dan langkah kerja selalu dilandasi oleh petunjuk Tuhan.

“Setiap langkah mintalah arahan Tuhan. Jika kita bekerja dengan tuntunan Tuhan, niscaya pekerjaan kita akan diberkati dan hasilnya akan maksimal. Seperti burung di udara yang dipelihara Tuhan, maka pengabdian yang tulus pun pasti akan membawa kesejahteraan,” ujarnya dengan mengutip perumpamaan yang menggugah kesadaran.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa di tengah tuntutan kinerja yang semakin tinggi di era modern, integritas dan nilai-nilai luhur tetap menjadi pondasi yang tidak bisa dikompromikan.

Pelantikan ini juga menjadi bagian dari upaya penyegaran struktur organisasi Pemprov Sulut, yang diharapkan menjadi titik balik bagi kinerja DKP dan Biro PBJ ke depannya.

Turut menghadiri acara tersebut para pejabat eselon lingkungan Pemprov Sulut serta jajaran terkait, yang semuanya menyatakan komitmen untuk mendukung langkah-langkah transformasi birokrasi yang digagas Gubernur Yulius Selvanus – sebuah pendekatan segar yang menggabungkan kompetensi profesional dengan landasan nilai spiritual dalam pemerintahan daerah. (EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.