Satu Komando, Duet Paransi – Lasama Simbol Perubahan PWI Sulut

Spread the love

Jurnalline.com, Manado – Suhu politik di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara mendadak naik beberapa derajat. Bukan sekadar urusan administrasi, rampungnya verifikasi berkas calon pada Jumat (20/03) seolah menjadi “lonceng perang” sekaligus fajar baru bagi masa depan organisasi pers tertua di tanah Nyiur Melambai.

​Di tengah riuhnya bursa kandidat, muncul satu gelombang yang sulit diabaikan yaitu, John Paransi dan Satrin Lasama.

Duet ini bukan sekadar pasangan calon, mereka adalah representasi dari kerinduan akan perubahan yang lebih berani dan bermartabat.

​John Paransi, sosok yang telah kenyang makan asam garam memimpin PWI Tomohon selama dua periode, kini melangkah ke panggung yang lebih besar.

Ia membawa ambisi yang menyentuh nadi para jurnalis muda dengan mencetak pemimpin.

Paransi tak ingin wartawan hanya menjadi pelengkap, Ia ingin mencetak pemimpin redaksi baru yang tangguh di daerah.

​Di sisi lain, Satrin Lasama berdiri kokoh sebagai penjaga moral. Mantan Ketua PWI Bolaang Mongondow Utara dua periode ini maju sebagai calon Ketua Dewan Kehormatan (DK).

Jika Paransi adalah mesin penggerak, Lasama adalah “kompas etika” yang siap memastikan bahwa marwah dan kehormatan profesi tetap tegak di tengah gempuran zaman.

​Bagi banyak kalangan, persatuan keduanya terasa seperti takdir yang direncanakan dengan matang.

Pengamat internal melihat ini bukan sekadar strategi mencari suara, melainkan perpaduan rasa.

“Ini bukan hanya soal menang atau kalah di bilik suara. Ini tentang bagaimana kita membawa PWI Sulut naik kelas dan kembali disegani,” ungkap Ferry Bahiu, wartawan senior yang dikenal kritis.

​Akar yang Kuat karena Keduanya adalah pemimpin yang tumbuh dari daerah, memahami jerit payah wartawan di lapangan, dengan ​Visi yang penuh semangat Paransi akan Fokus pada peningkatan SDM dan Lasama lebih kepada perlindungan etika.

Kombinasi ini sangat dibutuhkan untuk mengembalikan kepercayaan publik.

Dengan ​Solidaritas Tanpa Sekat, Kehadiran mereka akan memecah kebuntuan peta persaingan yang selama ini dianggap stagnan.

​Konferda PWI Sulut kali ini dipastikan akan menjadi arena ide yang paling emosional dalam sejarahnya.

Jika duet Paransi–Lasama diyakini akan mampu menjaga ritme ini hingga hari H, mereka bukan hanya akan “MENGGEBRAK” panggung, tapi akan mengukir sejarah baru bagi masa depan pers di Sulawesi Utara. (EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.