Jurnalline.com, Manado – Manado provinsi Sulut bersiap menjadi pusat perayaan iman sekaligus etalase kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Utara dalam gelaran Paskah Nasional 2026 yang akan dipusatkan di kawasan Pohon Kasih Megamas, Rabu (8/4/2026) besok.

Diperkirakan kurang lebih 60 ribu – 70 ribu umat Kristiani dari berbagai denominasi akan memadati kawasan pesisir tersebut.
“Besarnya antusiasme ini tidak hanya mencerminkan semangat spiritual, tetapi juga menjadi indikator kuatnya solidaritas dan harmoni sosial di daerah yang dikenal sebagai barometer toleransi di Indonesia.”
Recky Lagie:
“Sulut Etalase Kerukunan Umat Beragama”
Dikatakan Ketua Panitia Paskah Nasional 2026, Recky Langie, SE,. bahwa seluruh persiapan kini difokuskan pada pengelolaan arus massa dan mobilitas peserta agar perayaan berlangsung tertib, aman, dan nyaman.
“Ini bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi momentum besar yang memperlihatkan wajah Sulawesi Utara sebagai daerah yang damai dan rukun. Karena itu, kami memastikan seluruh aspek teknis, terutama transportasi dan pengamanan, berjalan optimal,” ujar Langie dalam konferensi pers di Manado, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, lonjakan peserta tak terlepas dari keterlibatan luas berbagai denominasi, mulai dari GMIM, GPdI, Katolik, hingga komunitas Karismatik.
Adapun dari data GMIM saja tercatat lebih dari seribu jemaat, yang menjadi indikator tingginya partisipasi.
“Mengantisipasi kepadatan lalu lintas di kawasan Megamas dan sekitarnya, panitia telah berkoordinasi intensif dengan Ditlantas Polda Sulut serta Dinas Perhubungan Kota Manado.”
Sejumlah rekayasa lalu lintas dan pengaturan titik parkir telah disiapkan jauh hari.
Menariknya, panitia juga menyiapkan sistem transportasi terintegrasi berupa shuttle bus untuk mengangkut peserta dari kantong-kantong parkir utama seperti kawasan Mantos dan Godbless Park menuju lokasi acara.
“Kami ingin memastikan peserta tidak kesulitan akses. Dengan shuttle bus di jalur khusus yang sudah disterilkan, mobilitas akan lebih lancar dan terhindar dari penumpukan kendaraan,” tandasnya.
Lebih dari sekadar seremoni, Paskah Nasional 2026 di Manado diharapkan menjadi panggung persatuan yang mempertegas identitas Sulawesi Utara sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, kebersamaan, dan ketertiban.
Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan pun mengajak masyarakat untuk turut menjaga suasana kondusif selama pelaksanaan kegiatan, sehingga momentum ini tidak hanya meninggalkan kesan spiritual, tetapi juga kebanggaan kolektif bagi daerah. (EffendyIskandar)
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
