Salah Satu Bangunan JIAT Terancam Banjir Saat Air Pasang

Spread the love

Jurnalline.com, Ogan Ilir (Sumsel) – Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII (BBWSS) melaksanakan beberapa pembangunan sarana prasarana Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Ogan Ilir Tahun anggaran 2025.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk mengatasi persoalan kekeringan dan keterbatasan air yang selalu dialami lahan persawahan.

Dengan adanya JIAT, lahan pertanian yang sebelumnya bergantung penuh pada curah hujan, kini memiliki dukungan sumber air yang lebih stabil, sehingga produktivitas pertanian dapat terus terjaga meski kondisi iklim yang tidak menentu.

Pembangunan proyek JIAT dari kementerian ini tentu merupakan salah satu program Presiden RI dengan tujuan untuk memudahkan para petani terhadap keberlangsungan dan penyedian sumber air yang cukup, sehingga berpengaruh terhadapa hasil panen yang baik.

Namun di sayangkan, berdasarkan informasi dari masyarakat dan pantauan media di lapangan, di Kecamatan Indralaya ada banyak titik Pembangunan JIAT tersebut di duga pekerjaannya tidak selesai 100 ,% pada tahun anggaran 2025, dan baru selesai di awal tahun 2026.

Bahkan, ada salah satu bangunan JIAT yang terletak di tengah-tengah persawahan di Desa Sejaro Sakti, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, yang mana kondisi daerah perairannya setiap tahun mengalami pasang surut. Ketika masuk musim air pasang, besar kemungkinan besar bangunan JIAT yang rendah tersebut terancam banjir.

Selain itu, lahan pondasi yang ada di timbun menggunakan tanah sekitar lokasi, bahkan timbunan tanah yang belum labil langsung di bangun.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Sumur JIAT Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Dady Pahlevi dikonfirmasi via WhatsApp 23/4 menjawab dengan singkat, mengenai tinggi bangunan sudah diperhitungkan sehingga tidak terendam pada saat musim hujan,”jelasnya.

Ketika ditanya mengapa ada beberapa titik lokasi proyek Sumur JIAT tahun 2025 tetapi selesai di tahun 2026. Dan di Kabupaten Ogan Ilir ada berapa titik lokasi proyek sumur JIAT keseluruhan dan tersebar di mana saja, berapa anggaran dananya, PPTK, Dady Pahlevi tidak menjawab.

Betdasarkan keterangan warga setempat dilokasi mengatakan, proyek tersebut baru selesai dikerjakan pada tahun 2026 ini. Bangunannya hampir sama ada yang dibangun menggunakan tiang/panggung, ada yang dibangun tidak panggung.

Di katakannya, saat pembangunan proyek JIAT ini, banyak warga setempat yang di pekerjakan dengan upah yang lumayan,”singkatnya.

Syaroni
Koordinator JCM Ogan Ilir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.