Sijago Merah Kembali Lalap Tiga Rumah di Desa Langowan Timur

Spread the love

Jurnalline.com, Langowan – Warga Desa Amongena Tiga Dikejutkan dengan Kebakaran rumah yang berlokasi di Desa Amongena Tiga, Jaga I, Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa, terbakar pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 04.00 Wita dini hari pagi tadi.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp 200 juta.

Adapun Tiga bangunan yang terdampak masing-masing merupakan milik keluarga Ferip Manopo, keluarga Manopo Pongayouw, dan keluarga Oroh Wotulo.

 

Peristiwa kebakaran diketahui setelah seorang karyawan Alfamidi, Kristo Albert (20), yang saat itu sedang berada di dalam toko, melihat api muncul dari bagian belakang rumah milik keluarga Oroh Wotulo.

 

Api terlihat berasal dari bagian atas dekat kabel listrik dan kemudian dengan cepat membesar disertai kepulan asap tebal.

 

Salah seorang pemilik rumah, Donal Oroh, menjelaskan bahwa bangunan milik keluarganya juga digunakan sebagai bengkel dan ditempati ayahnya, Kok In Oroh, yang telah berusia 76 tahun.

 

Saat kebakaran terjadi, Kok In Oroh berhasil menyelamatkan diri dan ditemukan berada di bagian belakang rumah.

 

Sementara itu, Olga Manopo (68), pemilik rumah lainnya, mengaku sedang beristirahat ketika mendengar teriakan warga yang memberitahukan adanya kebakaran.

 

“Ketika mendengar teriakan, saksi merasakan hawa panas dan melihat asap mulai masuk ke dalam rumah. Saksi kemudian keluar dan dibantu tetangga untuk menyelamatkan diri,” demikian keterangan dalam laporan kejadian.

 

Hukum Tua Desa Amongena Tiga, Juen Monangin, membenarkan adanya kebakaran yang menghanguskan tiga bangunan.

Bangunan pertama milik keluarga Olga Ferip Manopo berupa rumah kayu berukuran sekitar 7 x 7 meter.

 

Bangunan kedua milik keluarga Manopo Pongayouw berukuran sekitar 3 x 4 meter, yang digunakan sebagai tempat usaha reparasi televisi dan tidak ditempati.

 

Sementara bangunan ketiga milik keluarga Oroh Wotulo digunakan sebagai bengkel motor dan ditempati Kok In Oroh.

 

Pemerintah desa kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa. “Sebanyak tiga unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi dan bersama warga melakukan upaya pemadaman.”

 

Petugas kepolisian juga mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta melakukan dokumentasi.

 

Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting atau arus pendek listrik.

Dugaan tersebut berdasarkan keterangan saksi yang pertama kali melihat adanya api pada bagian kabel di sekitar bangunan.

 

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Cepatnya api menghanguskan ketiga bangunan diduga turut dipengaruhi material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu.”

 

Sementara itu Kapolsek Sek Rural Langowan, IPDA March Faldry Makaampoh, S.H., M.H., mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terlebih pada kondisi cuaca musim kemarau.

 

Masyarakat juga diingatkan untuk memperhatikan penggunaan peralatan listrik di rumah maupun tempat usaha, termasuk memastikan peralatan elektronik telah dimatikan dan mencabut atau mematikan stop kontak ketika tidak digunakan.

 

“Kewaspadaan dan pemeriksaan terhadap instalasi maupun peralatan listrik perlu ditingkatkan sebagai langkah pencegahan agar kejadian kebakaran dapat diminimalisir,” demikian imbauan kepolisian. (EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.