Kabut Asap Menyelimuti Ogan Ilir, Kadisdikbud Ambil Langkah Ubah Jadwal Masuk Sekolah. 

Spread the love

Jurnalline.com, Ogan Ilir (Sumsel) – Akibat musim kemarau yang cukup panjang di Tahun 2026 ini, kondisi cuaca panas pada siang hari dan kabut asap menyelimuti terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir kian parah, saat ini.

 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ogan Ilir pun langsung mengambil langkah cepat lewat surat edaran untuk sekolah.

 

Surat edaran tersebut, ditujukan kepada seluruh Kepala PAUD/TK, SD, SMP yang ada di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.

 

Di dalam surat edaran tersebut dituliskan, bahwa jadwal masuk sekolah dimundurkan jadi pukul 09.00 WIB, yang mana sebelumnya masuk pukul 08.00 WIB.

 

Kemudian, durasi pembelajaran mengalami pengurangan, yaitu, mengurangi waktu pembelajaran 10 menit setiap jam pembelajaran.

 

Kepala Disdikbud Kabupaten Ogan Ilir, Sayadi, S.Sos, M.Si menyampaikan kepada awak media, berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup melalui Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara per-23 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, nilai PM10 berada di angka 2532 dan PM2.5 berada di angka 483.

 

“Angka tersebut menetapkan tingkat kualitas udara di Kabupaten Ogan Ilir masuk pada kategori berbahaya,” sebutnya.

 

Kemudian, Kepala Satuan Pendidikan agar melakukan pengaturan kegiatan pembelajaran dengan meminimalkan kegiatan yang dilaksanakan di lapangan atau di luar ruang kelas, khususnya pada saat kondisi kualitas udara dan kabut asap kurang mendukung.

 

Seluruh warga satuan pendidikan, termasuk murid, pendidik, dan tenaga kependidikan, agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan, antara lain dengan menjaga kebersihan diri, mencukupi kebutuhan air minum, serta menggunakan masker apabila diperlukan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

 

“Kepala sekolah juga agar memantau kondisi kesehatan murid dan warga sekolah, serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan apabila terdapat warga sekolah yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi udara dan kabut asap,” Tegas Sayadi. (Sy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.