Gubernur YSK: Pers Jadi Corong Perangi Hoax

Spread the love

Jurnalline.com, Sulut — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK) mengajak insan pers memperkuat perannya sebagai penyampai informasi yang faktual, benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Pesan tersebut disampaikan dalam Coffee Morning Gubernur Sulawesi Utara bersama Media Pemprov yang digelar di Manado, Rabu (26/8/2026).

 

Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi dan penyatuan visi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan insan pers dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan berkualitas.

 

Dalam kesempatan tersebut, YSK menegaskan bahwa wartawan merupakan salah satu corong utama informasi bagi kemajuan Sulawesi Utara. “Karena itu, media diminta tetap mengedepankan akurasi, verifikasi dan tanggung jawab dalam setiap pemberitaan.”

 

YSK juga mengingatkan pentingnya memerangi informasi menyesatkan yang beredar di tengah masyarakat. Ia mengajak wartawan tidak memberikan ruang bagi hoaks, terutama informasi bohong yang sengaja disebarkan melalui akun-akun palsu dan sumber yang tidak jelas.

 

Menurut YSK, kecepatan menyampaikan informasi harus tetap dibarengi dengan ketelitian dalam memastikan kebenaran sebuah berita.

 

Media profesional, kata dia, memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi rujukan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

 

Pesan tersebut mendapat dukungan dari Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Utara, Drs. Voucke Lontaan, saat diwawancarai secara terpisah.

 

Voucke menilai apa yang disampaikan Gubernur Sulut merupakan pengingat penting bagi seluruh perusahaan pers dan wartawan, khususnya media siber yang bekerja di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat.

 

Ia mengatakan, media siber memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses jurnalistik yang benar, mulai dari pemeriksaan fakta, konfirmasi kepada pihak terkait hingga penyajian informasi secara berimbang.

 

“Kami mendukung apa yang disampaikan Gubernur Sulut. Pers harus menjadi bagian dari solusi dalam membangun daerah, bukan ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” ujar Voucke.

 

Menurutnya, tantangan media saat ini bukan hanya soal kecepatan mengejar informasi, tetapi juga bagaimana mempertahankan kredibilitas di tengah maraknya akun palsu, konten manipulatif dan informasi yang sengaja dibuat untuk menyesatkan masyarakat.

 

Voucke menegaskan, SMSI Sulut akan terus mendorong perusahaan media siber dan wartawan untuk meningkatkan profesionalisme serta menjadikan kode etik jurnalistik sebagai pedoman dalam menjalankan tugas.

 

“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama media. Sekali media mengabaikan fakta dan verifikasi, kredibilitasnya akan dipertaruhkan,” katanya.

 

Ia juga mengajak pemerintah dan insan pers menjaga komunikasi yang sehat tanpa menghilangkan fungsi kontrol media. Menurutnya, hubungan baik antara pemerintah dan pers harus tetap berada dalam koridor profesional sehingga media dapat menjalankan fungsi informasi, edukasi dan kontrol sosial secara bertanggung jawab.

 

Coffee Morning tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi yang berkelanjutan antara Pemprov Sulut dan media.

 

Pemerintah dapat menyampaikan informasi pembangunan secara terbuka, sementara pers tetap menjalankan tugas jurnalistik secara independen, kritis dan berimbang.

 

Di tengah derasnya arus informasi digital, kolaborasi komunikasi yang sehat antara pemerintah dan media dinilai penting untuk memastikan masyarakat Sulawesi Utara mendapatkan informasi yang benar sekaligus terlindungi dari penyebaran berita bohong. (EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.