Apel Siaga Karhutla Minahasa, Pencegahan Dini dan Sinergi Lintas Instansi Jadi Kunci Utama

Spread the love

Jurnalline.com, MINAHASA – Kesiapsiagaan, pencegahan dini, serta kecepatan dalam penanganan menjadi kunci utama dalam mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sehingga setiap potensi kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

 

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, M.M., M.Si., saat mewakili Bupati Minahasa dalam Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Antisipasi dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar di Lapangan Manguni Sasaran, Senin (31/8/2026).

 

Apel gabungan yang diinisiasi jajaran Kodim 1302/Minahasa tersebut menjadi momentum konsolidasi dan pengecekan kesiapan personel sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi ancaman Karhutla yang dapat meningkat di tengah kondisi cuaca panas dan kering.

 

Sekda Lynda Watania menegaskan bahwa Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.

 

Kebakaran hutan dan lahan dapat mengancam kelestarian lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat akibat asap, menimbulkan kerugian ekonomi, serta mengganggu aktivitas dan kehidupan sosial masyarakat.

 

Karena itu, menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama. Setiap potensi titik api perlu diantisipasi sedini mungkin dengan dukungan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta sistem komunikasi dan koordinasi yang cepat.

 

Apel tersebut melibatkan unsur lintas instansi, di antaranya Kodim 1302/Minahasa beserta jajaran, Polres Minahasa, DPRD Kabupaten Minahasa, Satpol PP, BPBD, Damkar Minahasa, perangkat daerah terkait, unsur TNI/Polri, hingga pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan.

 

Pemerintah Kabupaten Minahasa juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla.

 

Penanggulangan Karhutla dinilai tidak akan berjalan optimal apabila hanya dibebankan kepada satu instansi. Dibutuhkan kerja bersama, komunikasi yang cepat, pembagian tugas yang jelas, serta respons yang terkoordinasi mulai dari tingkat kabupaten hingga ke wilayah desa dan kelurahan.

 

Selain kesiapan personel dan sarana prasarana, peran masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan Karhutla.

 

Masyarakat Minahasa diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.

 

Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada aparat atau instansi terkait apabila menemukan titik api maupun indikasi terjadinya kebakaran di lingkungan masing-masing.

 

Dengan kesiapsiagaan bersama, pencegahan sejak dini, dan sinergi lintas instansi, potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Minahasa diharapkan dapat ditekan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan. (Effendy Iskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.