Ladang Pertanian Dilanda Kekeringan, Masyarakat Mulai Rasakan Dampak Kemarau Panjang

Spread the love

Jurnalline.com, Langowan – Musim kemarau panjang yang berlangsung hampir dua bulan mulai memberikan dampak terhadap sektor pertanian di wilayah Kelelondey, Kecamatan Langowan Barat.

Sedikitnya sekitar 300 hektare lahan pertanian mulai mengalami kekeringan akibat minimnya curah hujan.

Kondisi tersebut disampaikan Hukumtua Desa Tumaratas, Rocky Woran, kepada awak media, Rabu (16/9/2026).

 

Menurut Rocky, kekeringan mulai berdampak pada tanaman hortikultura yang dibudidayakan masyarakat. Sejumlah tanaman milik petani berpotensi mengalami gagal panen karena kebutuhan air untuk pertumbuhan tanaman semakin sulit terpenuhi.

 

“Dampak kemarau panjang ini mulai dirasakan para petani. Tanaman hortikultura mulai mengalami gangguan dan sebagian terancam gagal panen akibat kekeringan yang sudah berlangsung beberapa waktu terakhir,” ujar Rocky.

 

Ia mengatakan, hujan yang belum turun selama hampir dua bulan membuat kondisi lahan pertanian semakin kering. Karena itu, dirinya mengajak masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar hujan segera turun sehingga kondisi pertanian dapat kembali membaik.

 

“Kita berdoa bersama semoga hujan segera turun, karena kalau kemarau ini terus berlanjut, dampaknya tentu akan semakin luas,” katanya.

 

Rocky juga mengingatkan bahwa apabila musim kemarau masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, ketersediaan air bersih bagi masyarakat berpotensi ikut terdampak. Untuk itu, ia mengimbau warga agar menggunakan air secara bijak dan tidak melakukan pemborosan.

 

Selain berdampak terhadap pertanian, berkurangnya pasokan hasil hortikultura seperti tomat, cabai, dan berbagai jenis sayuran juga berpotensi memengaruhi harga kebutuhan pangan di masyarakat.

 

“Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menggunakan air bersih dengan bijak. Kita juga perlu mewaspadai potensi kebakaran, baik di kawasan hutan, lahan pertanian maupun di sekitar permukiman,” jelasnya.

 

Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, termasuk membakar sampah di sekitar permukiman maupun membuka lahan dengan cara membakar.

 

Lebih lanjut, Rocky berharap adanya perhatian dan langkah konkret untuk membantu masyarakat yang terdampak kemarau panjang. Salah satunya melalui pelaksanaan pasar murah atau bantuan pangan guna meringankan beban masyarakat di tengah meningkatnya harga sejumlah kebutuhan pokok.

 

“Kehadiran bantuan pangan bagi masyarakat tentu akan sangat membantu meringankan kebutuhan bahan pokok yang mulai dirasakan mengalami kenaikan, seperti beras, cabai, sayuran dan kebutuhan lainnya. Kita bersama-sama juga berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar dapat melewati musim kemarau panjang ini,” tandasnya.

(Effendy Iskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.