Proyek JIAT BBWS VIII Sumsel di Ogan Ilir Dikeluhkan Petani, Ini Tanggapan Humas BBWSS VIII

Spread the love

Jurnalline.com, Ogan Ilir (Sumsel) Proyek Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dari bantuan pemerintah yang di kerjakan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII (BBWSS) di Ogan Ilir dikeluhkan petani.

 

Pasalnya, saat musim kemarau, banyak petani menjerit kesulitan air untuk membasahi padi agar tumbuh subur, dan jaringan irigasi air tanah yang sudah di bangun diklaim hanya jadi pajangan.

 

Hal itu diungkapkan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sumber Hijau di Desa Sejaro Sakti, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir kepada awak media.

 

“Pada saat musim kemarau ini, petani mengalami kesulitan air. Memang ada bantuan JIAT, tapi tidak optimal. Dalam perencanaan, satu lokasi JIAT bisa mengairi 5 sampai 10 hektare sawah. Tapi kenyataan di lapangan jangankan 5 hektare, 1 hektare pun sulit,” keluh salah seorang petani.

 

Pipa distribusi yang baru dipasang banyak yang bocor, air tidak sampai ke petak sawah.

 

Akibatnya, petani terpaksa merogoh kocek pribadi jutaan rupiah untuk membuat sumur bor sendiri demi menyelamatkan sawahnya.

 

“Pipa distribusi banyak yang bocor. Saya buat sumur bor dengan dana pribadi untuk pengairan sawah,” ujarnya.

 

Atas keluhan petani tersebut, pihak humas Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Nando dikantornya Rabu, 7/10 di konfirmasi menjelaskan, mengenai proyek JIAT di Ogan Ilir memang mengalami kerusan panel, kronologis panel VSD SS3 mengalami kerusakan pada tanggal 05 September 2026 pada saat petani sedang menyalakan pompa dengan menekan tombol di dalam panel VSD terdengar suara ledakan.

 

Lalu pada 10 September 2026 mekanik pompa dari Jakarta ke lokasi dan dilakukan pengecekan ditemukan adanya komponen VSD yang terbakar kemudian dilakukan pembongkaran untuk dilakukan tindakan perbaikan/pergantian unit baru.

 

Indikasi kerusakan ini dikarenakan tegangan supply dr daya PLN dibawah batas toleransi. Hal ini sudah kita sampaikan ke pihak PLN. Tegangan yang didapat dari hasil ukur lapangan berkisar di angka 193 s d 204 V. Dimana tegangan minimal mestinya di 220 V.

 

Penggantian unit baru komponen VSD yang terbakar akan dilakukan pada 09 Oktober 2026 mengingat alat dan mekaniknya dari jakarta.

 

Nando menambahkan mengenai pendistribusian pipa yang bocor tersebut kebanyakan yang di area sambungan pipa. Kondisi saat ini sudah selesai diperbaiki & air sudah mengalir sampai ke sawah melalui box yang sudah disediakan.

 

Kemungkinan karena pada saat dulu pemasangan pipa, tanah dalam kondisi basah di musim hujan dan tanah dalam kondisi memuai jenuh air. Pada saat musim kering saat ini tanah mengalami penyusutan dan retak yang terindikasi menyebabkan tarikan pada beberapa sambungan pipa sehingga bocor dibeberapa titik sambungan pipa.

 

Kondisi saat ini sudah selesai diperbaiki dan air sudah mengalir sampai ke sawah melalui box bagi – box bagi yang sudah disediakan,” Terangnya. (Sy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.