Danrem 131/Santiago Tegaskan Komitmen TNI Dukung Ketahanan Pangan dan Stabilitas Distribusi di Sulut

Spread the love

Jurnalline.com, Manado — Komandan Korem (Danrem) 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi menghadiri kegiatan penyerahan bantuan pangan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (8/10/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di sela-sela rangkaian World Coconut Day 2026 tersebut menjadi bagian dari monitoring sekaligus penguatan kesiapan pelaksanaan direktif Presiden terkait penyaluran bantuan pangan di wilayah Sulawesi Utara.

 

Kehadiran Danrem 131/Santiago dalam agenda tersebut menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan TNI dalam menjaga kelancaran distribusi, stabilitas wilayah, serta memastikan program pemerintah dapat dirasakan masyarakat secara nyata.

 

Bagi Korem 131/Santiago, dukungan terhadap program ketahanan pangan merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah.

 

Stabilitas pasokan pangan, kelancaran distribusi hingga ke wilayah kepulauan, serta keterjangkauan harga memiliki keterkaitan langsung dengan kondisi sosial dan kesejahteraan masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menko Pangan RI sekaligus penyerahan secara simbolis bantuan pangan sebanyak 3.750 kilogram kepada 750 penerima, terdiri atas 250 paket untuk masyarakat Kota Manado dan 500 paket untuk masyarakat Kabupaten Minahasa.

 

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat di luar kelompok desil 1–4 yang dinilai layak menerima. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan perlindungan pangan sekaligus memperkuat daya tahan masyarakat dalam menghadapi tekanan ekonomi dan dinamika harga pangan.

 

Gubernur menjelaskan, pelaksanaan penyaluran bantuan pangan di Sulawesi Utara menunjukkan capaian yang tinggi.

 

Pada Alokasi I Tahun 2026, bantuan menyasar 274.156 jiwa Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan realisasi sebanyak 5.482.920 kilogram beras dan 1.096.584 liter minyak goreng, yang telah terealisasi 100 persen.

 

Sementara itu, Alokasi II menyasar 281.794 PBP dengan kuantum sebanyak 8.300.730 kilogram beras dan telah mencapai realisasi 98,19 persen.

 

Pemerintah juga terus mematangkan persiapan pelaksanaan Alokasi III.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi dan koordinasi yang kuat antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintah Desa/Kelurahan, Perum BULOG, serta unsur Forkopimda yang ikut mengawal kelancaran distribusi hingga ke wilayah kepulauan,” ujar Gubernur.

 

Menurutnya, keberhasilan distribusi bantuan pangan bukan semata diukur dari jumlah bantuan yang tersalurkan, tetapi juga dari kemampuan seluruh pemangku kepentingan memastikan bantuan sampai kepada penerima secara tepat sasaran, tepat waktu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Di sisi lain, tantangan ketahanan pangan masih perlu diantisipasi, terutama akibat dinamika iklim dan fenomena El Nino yang berpotensi memengaruhi produksi serta distribusi sejumlah komoditas pangan.

 

Meski demikian, kondisi stok beras di Sulawesi Utara dipastikan berada dalam posisi aman dengan ketersediaan mencapai 34.602 ton.

 

Pemerintah juga terus melakukan langkah stabilisasi harga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang hingga minggu pertama Oktober 2026 telah dilaksanakan di 417 titik.

 

Selain itu, pemerintah tengah mempersiapkan subsidi terhadap tujuh komoditas pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, sebagai langkah antisipatif menjaga keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat.

 

Dalam menghadapi tantangan inflasi daerah, pemerintah juga melakukan langkah intervensi terhadap komoditas yang memberikan tekanan terhadap harga.

 

Sulawesi Utara mencatat inflasi sebesar 3,53 persen secara month-to-month (m-to-m) dan 7,59 persen secara year-on-year (y-o-y), dengan salah satu faktor yang mendapat perhatian adalah tingginya konsumsi cabai rawit yang menjadi bagian penting dari budaya kuliner masyarakat Sulawesi Utara.

 

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bergerak melalui fasilitasi distribusi pangan (FDP), termasuk mendatangkan pasokan cabai rawit dari Jawa Timur.

 

Di tengah berbagai langkah tersebut, peran sinergi lintas lembaga menjadi penting. Korem 131/Santiago bersama jajaran Kodim di wilayahnya siap memberikan dukungan terhadap program strategis pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan stabilitas wilayah.

 

Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi menegaskan bahwa TNI akan terus mendukung pemerintah daerah sesuai tugas dan kewenangannya, termasuk membantu pengawalan distribusi pangan, monitoring kondisi di lapangan, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan secara mandiri.

 

“Ketahanan pangan harus dibangun secara bersama-sama. Pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk memastikan ketersediaan pangan, kelancaran distribusi, serta stabilitas harga tetap terjaga. Korem 131/Santiago bersama seluruh jajaran Kodim siap mendukung program pemerintah demi memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara,” ujar Danrem.

 

Sinergi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ketahanan pangan memiliki dimensi yang lebih luas. Selain memastikan ketersediaan bahan pangan, ketahanan pangan juga berkaitan dengan stabilitas ekonomi, daya beli masyarakat, kelancaran distribusi, serta ketahanan sosial di daerah.

 

Dengan demikian, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, BULOG, pemerintah desa/kelurahan, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting agar kebijakan pangan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi mampu membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, Kapolda Sulut Irjen Pol Yudo Hermanto, Dankodaeral VIII Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, Danlanud Sam Ratulangi Marsma TNI Yoyon Kuscahyono, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan Widiastuti, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Perkebunan dan Hortikultura Kemenko Pangan Radian Bagiyono, Asisten Deputi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Kemenko Pangan Sugeng Harmono, serta para tamu undangan lainnya.

(EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.