Kuliah Umum Unsrat Hadirkan Deputi BKKBN, Kupas Bonus Demografi dan Strategi Menuju Indonesia Emas 2045

Spread the love

Jurnalline.com, Manado – Dinamika kependudukan merupakan salah satu faktor strategis yang memengaruhi arah pembangunan nasional.

Perubahan struktur umur penduduk, pertumbuhan jumlah penduduk usia produktif, serta kualitas sumber daya manusia menjadi aspek penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia.

 

Bonus demografi menghadirkan peluang besar bagi Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, produktivitas, daya saing tenaga kerja, serta pembangunan keluarga yang berkualitas.

 

Hal tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan Kuliah Umum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang mengangkat tema “Memahami Manusia, Memperkuat Indonesia: Dari Dinamika Kependudukan Menuju Ketahanan Nasional”, dengan topik bahasan “Bonus Demografi sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi: Menyiapkan SDM Produktif Menuju Indonesia Emas 2045.”

 

Ketua Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) Sulawesi Utara, Dr. Oldi Rotinsulu, S.E., M.Si., mengatakan bahwa melalui kegiatan kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika kependudukan, pengendalian penduduk, pembangunan keluarga, serta keterkaitannya dengan ketahanan nasional.

 

“Kegiatan ini juga menjadi ruang akademis untuk memperkuat wawasan generasi muda mengenai pentingnya mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan produktif dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,” ungkap Oldi.

 

Hadirkan Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN

Kuliah umum ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 15 Oktober 2026, pukul 13.30 WITA hingga selesai, bertempat di Gedung F1, Lantai 5, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sam Ratulangi, Manado.

 

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

 

Narasumber utama yang dihadirkan adalah Dr. Binavasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng., selaku Deputi Bidang Pengendalian Penduduk pada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

 

Kegiatan ini turut didukung oleh sejumlah unsur pimpinan dan akademisi, yakni:

Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., Plt. Rektor Universitas Sam Ratulangi.

Dr. Oldi Rotinsulu, S.E., M.Si., Ketua IPADI Sulawesi Utara.

Dr. Victor P.K. Lengkong, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi.

 

Enam Tujuan Strategis bagi Mahasiswa

Melalui pelaksanaan kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan memperoleh manfaat akademis sekaligus pemahaman strategis mengenai tantangan pembangunan Indonesia ke depan.

 

Adapun tujuan yang ingin dicapai meliputi:

Meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai dinamika kependudukan dan pengaruhnya terhadap pembangunan nasional.

 

Mengidentifikasi peluang dan tantangan bonus demografi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia yang produktif, kompetitif, dan berdaya saing.

 

Memperkuat peran perguruan tinggi dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan pembangunan.

Membangun pemahaman mengenai hubungan antara pembangunan keluarga, pengendalian penduduk, dan ketahanan nasional.

 

Mendukung lahirnya generasi unggul yang mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

 

Melalui forum akademis ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami bonus demografi sebagai peluang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyadari pentingnya investasi pada kualitas manusia, pembangunan keluarga, dan penguatan ketahanan nasional sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

 

(EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.