Kuliah Umum FEB Unsrat Bahas Dinamika Kependudukan dan Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045
October 15, 2026- Tweet
- Pin It
MANADO, Jurnalline.com — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar kuliah umum bertema “Memahami Manusia, Memperkuat Indonesia: Dari Dinamika Kependudukan Menuju Ketahanan Nasional”, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 sampai selesai di Gedung F.1 Lantai 5 FEB Unsrat ini merupakan hasil kerja sama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Utara, FEB Unsrat, dan Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) Sulawesi Utara.

Kuliah umum menghadirkan Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng., sebagai narasumber. Diskusi dipandu dr. Jacklien Sumual, S.E., M.Si., yang juga bertindak sebagai ketua panitia.
Turut hadir Kepala BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, dr. Jeanny Yola Winokan, M.A.P., bersama jajaran BKKBN Sulawesi Utara; Dekan FEB Unsrat, Victor P. K. Lengkong, S.E., M.Si.; serta Ketua IPADI Sulawesi Utara, Dr. Tri Oldy Rotinsulu, S.E., M.Si. Kegiatan ini diikuti sekitar 250 mahasiswa FEB Unsrat bersama kalangan akademisi.
Kependudukan sebagai Fondasi Pembangunan Nasional
Dalam pemaparannya, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto menekankan pentingnya memahami dinamika kependudukan sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan.
Menurut materi yang disampaikan, persoalan kependudukan tidak dapat dipandang sebagai urusan satu sektor semata. Perubahan jumlah penduduk, struktur umur, tingkat fertilitas, mobilitas, urbanisasi, hingga proses penuaan penduduk memiliki keterkaitan langsung dengan pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, pertumbuhan ekonomi, dan ketahanan nasional.
“Demografi bukan sekadar satu sektor pembangunan. Demografi adalah konteks bagi seluruh sektor pembangunan.” Pesan ini menjadi salah satu penekanan utama dalam pembahasan mengenai pentingnya data kependudukan sebagai landasan perencanaan pembangunan.
Ia juga menyoroti perlunya membangun demographic resilience atau ketahanan demografis, yakni kemampuan suatu sistem kependudukan untuk menyerap guncangan, beradaptasi terhadap perubahan, serta mempertahankan atau mentransformasikan struktur penduduknya agar tetap berfungsi secara berkelanjutan.
Dengan demikian, ketahanan demografis bukan berarti menolak perubahan, melainkan memastikan masyarakat dan sistem pembangunan mampu bertahan serta beradaptasi di tengah perubahan tersebut.
Empat Isu Strategis Kependudukan Indonesia
Dalam materi kuliah umum, sejumlah tantangan utama kependudukan Indonesia turut dibahas, mulai dari perubahan fertilitas, penuaan penduduk, pemanfaatan bonus demografi, hingga mobilitas dan urbanisasi.
Pertama, perubahan tingkat fertilitas. Data yang dipaparkan menyebutkan angka total fertility rate (TFR) Indonesia sekitar 2,13 pada 2025. Kondisi fertilitas yang berbeda antardaerah menuntut kebijakan yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Kedua, penuaan penduduk. Peningkatan proporsi penduduk lanjut usia menjadi tantangan bagi sistem kesehatan, perlindungan sosial, pelayanan perawatan, serta kesiapan keluarga dalam menghadapi perubahan struktur umur penduduk.
Ketiga, optimalisasi bonus demografi. Besarnya penduduk usia produktif harus diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan, kualitas pendidikan, dan perluasan partisipasi ekonomi.
Tanpa persiapan yang memadai, bonus demografi berisiko tidak menghasilkan manfaat optimal akibat pengangguran, ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan pekerjaan, dan tingginya pekerjaan informal.
Keempat, mobilitas dan urbanisasi. Pergerakan penduduk serta konsentrasi aktivitas ekonomi di wilayah perkotaan membawa konsekuensi terhadap kebutuhan infrastruktur, pelayanan publik, perumahan, dan pemerataan pembangunan.
Berbagai persoalan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan kependudukan tidak dapat menggunakan satu pendekatan yang seragam untuk seluruh Indonesia. Setiap daerah membutuhkan strategi yang mempertimbangkan karakteristik demografi, kondisi sosial-ekonomi, serta tantangan pembangunan setempat.
PJPK 2025–2029 dan Arah Indonesia Emas 2045
Pembahasan berikutnya berfokus pada Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) 2025–2029, termasuk 30 indikator yang menjadi instrumen untuk mendukung pembangunan kependudukan yang terukur dan berbasis data berkualitas.
PJPK diarahkan untuk mendukung visi terwujudnya penduduk Indonesia yang berkualitas dan berbudaya menuju Indonesia Emas 2045.
Agenda tersebut memerlukan kesinambungan pembangunan melalui empat tahapan waktu, yakni 2026–2029, 2030–2034, 2035–2039, dan 2040–2045, sebagaimana dipaparkan dalam materi kuliah umum.
Dalam kerangka tersebut, pembangunan kependudukan perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan dan aksi nyata yang menyentuh kualitas pendidikan, kesehatan, kesejahteraan keluarga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Data yang akurat dan analisis kependudukan yang tepat menjadi bagian penting dalam membaca perubahan kebutuhan masyarakat, memetakan kerentanan, serta merumuskan kebijakan strategis yang lebih responsif.
Silver Economy dan Care Economy sebagai Pilar Ekonomi Masa Depan
Salah satu isu yang turut mendapat perhatian adalah pengembangan silver economy dan care economy sebagai dua pilar ekonomi masa depan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Silver economy berkaitan dengan aktivitas ekonomi, produk, dan layanan yang merespons kebutuhan serta potensi penduduk lanjut usia. Sementara itu, care economy mencakup berbagai kegiatan pelayanan dan perawatan, baik bagi anak, lansia, penyandang disabilitas, maupun kelompok lain yang membutuhkan dukungan.
Kedua pendekatan tersebut menjadi semakin relevan seiring perubahan struktur umur penduduk Indonesia. Selain menjawab kebutuhan masyarakat, pengembangannya juga membuka peluang penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas layanan, dan penguatan sistem perlindungan sosial.
Perspektif ini menegaskan bahwa pembangunan ekonomi masa depan perlu memperhatikan seluruh tahapan kehidupan manusia, mulai dari usia dini hingga lanjut usia.
Lima Agenda Besar Pembangunan Kependudukan
Materi kuliah umum juga menguraikan narasi besar pembangunan kependudukan yang mencakup lima agenda strategis.
Pertama, stabilitas demografi, yakni menjaga keseimbangan dan keberlanjutan dinamika penduduk.
Kedua, ketahanan demografi, melalui penguatan ketahanan keluarga pada berbagai tahapan kehidupan.
Ketiga, optimalisasi bonus demografi, dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas penduduk usia kerja.
Keempat, mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk mendukung peningkatan produk domestik bruto (PDB) dan produk domestik regional bruto (PDRB) melalui pemanfaatan potensi penduduk secara produktif.
Kelima, mewujudkan negara yang sejahtera, dengan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup, pemerataan kesempatan, dan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Indonesia perlu membaca berbagai potensi risiko strategis melalui data kependudukan, antara lain penurunan fertilitas dan penyempitan kelompok umur tertentu, peningkatan jumlah penduduk lansia, bonus demografi yang belum terserap dalam pekerjaan produktif, konsentrasi penduduk di kawasan perkotaan, serta ketimpangan demografis antardaerah.
Data hasil survei dan proyeksi kependudukan, termasuk Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS), menjadi instrumen penting untuk membantu pemerintah dan pemangku kepentingan memahami perubahan tersebut secara lebih terukur.
Tantangan Pembangunan Kependudukan di Sulawesi Utara
Dalam konteks daerah, isu kependudukan di Sulawesi Utara juga menjadi perhatian penting. Berbagai tekanan demografis perlu dibaca berdasarkan karakteristik wilayah dan dikaitkan dengan indikator serta sasaran pembangunan kependudukan.
Perbedaan kondisi fertilitas, struktur umur, persebaran penduduk, mobilitas, dan kebutuhan pelayanan publik menuntut kebijakan yang lebih adaptif. Pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya perlu memperkuat kolaborasi agar perencanaan pembangunan benar-benar didukung data yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pendekatan tersebut diperlukan agar program pembangunan tidak hanya berorientasi pada pencapaian target administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat.
Perguruan Tinggi dan Mahasiswa sebagai Penggerak Solusi
Kuliah umum ini turut menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dan mahasiswa dalam menjawab tantangan kependudukan dan lingkungan berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, institusi pendidikan dapat berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan, penelitian berbasis data, serta pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata.
Mahasiswa juga diharapkan mengambil peran sebagai agent of change atau agen perubahan dengan mengembangkan gagasan inovatif, melakukan kajian akademik, meningkatkan literasi kependudukan, serta mendorong solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kontribusi tersebut dapat diarahkan untuk mendukung lima sasaran PJPK 2025–2029, sebagaimana dibahas dalam materi kuliah umum.
Dengan keterlibatan aktif kalangan akademisi, isu kependudukan diharapkan tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program dan aksi yang terukur.
Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk membangun penduduk yang tangguh, produktif, berkualitas, serta mampu menghadapi perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Ditutup dengan Penyerahan Cenderamata
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa serta peserta untuk mendalami berbagai isu kependudukan dan relevansinya terhadap pembangunan nasional.
Kuliah umum diakhiri dengan penyerahan cenderamata dan plakat kepada narasumber, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang melibatkan narasumber, pimpinan, panitia, serta mahasiswa FEB Unsrat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman mengenai dinamika kependudukan semakin kuat di kalangan akademisi dan mahasiswa, sekaligus mendorong lahirnya gagasan serta kontribusi nyata dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan memperkuat fondasi Indonesia menuju 2045.
Laporan: Effendy Iskandar | Jurnalline.com
You may also like...
Pages
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap
Archives
- October 2026
- September 2026
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- February 2022
- January 2022
- December 2021
- November 2021
- October 2021
- September 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- February 2021
- January 2021
- December 2020
- November 2020
- October 2020
- September 2020
- August 2020
- July 2020
- June 2020
- May 2020
- April 2020
- March 2020
- February 2020
- January 2020
- December 2019
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- August 2019
- July 2019
- June 2019
- May 2019
- April 2019
- March 2019
- February 2019
- January 2019
- December 2018
- November 2018
- October 2018
- September 2018
- August 2018
- July 2018
- June 2018
- May 2018
- April 2018
- March 2018
- February 2018
- January 2018
- December 2017
- November 2017
- October 2017
- September 2017
- August 2017
- July 2017
- June 2017
- May 2017
- April 2017
- March 2017
- February 2017
- January 2017
- December 2016
- November 2016
- October 2016
- September 2016
- August 2016
- July 2016
- June 2016
- May 2016
- April 2016
- March 2016
- February 2016
- January 2016
- December 2015
- November 2015
- October 2015
- September 2015
- August 2015
Categories
- AdvertNews (63)
- Ekonomi (41)
- Gaya Hidup (1,238)
- Hukum & Kriminalitas (2,035)
- Internasional (30)
- Nasional (85,327)
- KOARMABAR (117)
- KOLINLAMIL (52)
- PENKOSTRAD (21,086)
- Olahraga (608)
- Pariwisata & Budaya (15)
- Pendidikan (245)
- Peristiwa (501)
- Politik (558)
- Profil (3)
- Sains & Teknologi (1)
- SMSI (43)
- Uncategorized (910)

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 81 Berita Terkini
- October 15, 2026
Danlanudal Manado dan Dinas Ketahanan Pangan Sulut Perkuat Sinergi
- October 15, 2026
Antrean BBM Meluas di Sulut, Masyarakat Pertanyakan Solusi Pertamina dan Pemerintah
- October 15, 2026
Kuliah Umum FEB Unsrat Bahas Dinamika Kependudukan dan Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045
- October 15, 2026
Jaga Stabilitas Keamanan, Babinsa Koramil Ciledug Dan Pondok Aren Patroli Malam Bersama Komduk
- October 15, 2026
Perang Melawan Narkoba Berlanjut, Delapan Orang Diamankan di Kampung Ambon
- October 15, 2026
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap


