Kehadiran Dirut ANTAM Warnai Persaingan Sengit Pacuan Kuda Nasional, 89 Kuda Berebut Hadiah Rp700 Juta di Minahasa
October 24, 2026- Tweet
- Pin It
TOMPASO, Jurnalline.com – Gelaran Indonesia’s Horse Racing (IHR) Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Seri II Tahun 2026 berlangsung meriah di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu (24/10/2026).

Kejuaraan nasional ini menghadirkan persaingan sengit 89 kuda dari 14 kontingen berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 16 kelas dipertandingkan dengan total hadiah mencapai Rp700 juta, menjadikan Tompaso sebagai salah satu pusat perhatian pencinta olahraga berkuda nasional.
Di tengah kemeriahan tersebut, kehadiran Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Nicholas D. Kanter atau yang akrab disapa Nico Kanter, turut menjadi perhatian. Ia mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan dengan menyerahkan hadiah kepada sejumlah pemenang yang berhasil menunjukkan performa terbaik di kelas masing-masing.
Momen penyerahan hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap perjuangan para peserta yang telah melewati persaingan ketat. Kecepatan kuda, keterampilan joki, strategi perlombaan, serta kesiapan tim pendukung menjadi faktor penting dalam menentukan hasil pertandingan.
Hadiah yang diperebutkan pun cukup besar. Pada sejumlah kelas bergengsi, nilai hadiah mencapai puluhan juta rupiah, bahkan hingga Rp90 juta untuk masing-masing kelas utama. Penghargaan tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi peserta sekaligus bentuk apresiasi terhadap prestasi yang diraih.
Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, kejuaraan ini juga mempertemukan pemilik kuda, joki, pelatih, pengurus organisasi olahraga, pemerintah, dan masyarakat dalam suasana kompetisi yang menjunjung sportivitas.
GUBERNUR SULUT DAN JAJARAN PEMERINTAH HADIR
Kemeriahan IHR Kejurnas II 2026 turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara, Bupati Minahasa, Wakil Bupati Minahasa, jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten Minahasa, serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Kehadiran para pejabat bersama masyarakat menunjukkan besarnya perhatian terhadap perkembangan olahraga pacuan kuda di Sulawesi Utara. Sejak berlangsungnya perlombaan, masyarakat dari berbagai wilayah tampak memadati Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso untuk menyaksikan langsung persaingan kuda-kuda unggulan.
Antusiasme tersebut membuat kejuaraan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga ruang pertemuan masyarakat sekaligus kesempatan memperkenalkan potensi Kabupaten Minahasa kepada pengunjung dari luar daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi atas partisipasi para peserta dan antusiasme masyarakat yang ikut menyukseskan kegiatan. Dukungan penonton dinilai menjadi bagian penting dalam membangun semangat olahraga sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi pacuan kuda di daerah.
Gubernur juga menyinggung pertemuannya dengan Presiden Republik Indonesia dan menyebut adanya pembicaraan mengenai rencana pembangunan fasilitas pacuan kuda di Sulawesi Utara.
Rencana tersebut menjadi harapan bagi pengembangan olahraga berkuda di daerah. Namun, realisasinya tetap memerlukan kejelasan perencanaan, dukungan anggaran, serta koordinasi antara pemerintah dan pihak-pihak terkait.
Apabila dapat diwujudkan, fasilitas yang memadai berpotensi memperkuat pembinaan atlet dan kuda pacu, meningkatkan kualitas kompetisi, serta membuka peluang penyelenggaraan kejuaraan berskala lebih besar di masa mendatang.
89 KUDA DARI 14 KONTINGEN BERSAING DI TOMPASO
IHR Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Seri II Tahun 2026 merupakan salah satu agenda penting dalam kalender kejuaraan nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI).
Berdasarkan informasi penyelenggaraan, sebanyak 89 kuda yang mewakili 14 kontingen dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam kejuaraan ini. Mereka bersaing di 16 kelas untuk meraih posisi terbaik sekaligus mengumpulkan poin bagi kontingen masing-masing.
Sebagai seri kedua dalam kalender kejurnas tahun ini, hasil perlombaan di Tompaso memiliki arti penting dalam persaingan antarkontingen. Poin yang diperoleh akan diakumulasikan dengan hasil Kejurnas Seri I untuk menentukan peraih Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia sesuai ketentuan kompetisi.
Persaingan semakin menarik dengan keikutsertaan sejumlah kuda unggulan yang sebelumnya telah menunjukkan kemampuan dalam rangkaian Indonesia’s Horse Racing sepanjang 2026.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga menjadikan Tompaso sebagai titik pertemuan para atlet berkuda, joki, pelatih, pemilik kuda, dan pencinta pacuan kuda dari berbagai penjuru Tanah Air.
Di balik persaingan di lintasan, kejuaraan ini memperlihatkan bahwa prestasi dalam pacuan kuda tidak hanya ditentukan oleh kecepatan. Kualitas dan kondisi kuda, kemampuan joki, strategi perlombaan, kesiapan tim, serta kondisi lintasan turut memengaruhi hasil akhir.
Dengan demikian, setiap kelas menjadi kesempatan bagi peserta untuk menguji kemampuan sekaligus menunjukkan hasil persiapan yang telah dilakukan sebelum mengikuti kejuaraan nasional.
KELAS BERGENGSI TAWARKAN HADIAH HINGGA RP90 JUTA
Dari 16 kelas yang dipertandingkan, dua kelas yang menjadi perhatian utama adalah Kelas A Star of Stars dengan jarak tempuh 2.200 meter dan Kelas A Sprint Super Sprint dengan jarak 1.300 meter.
Masing-masing kelas tersebut menyediakan hadiah sebesar Rp90 juta.
Sementara itu, Kelas B dengan jarak 1.850 meter dan Kelas B Sprint dengan jarak 1.200 meter masing-masing menawarkan hadiah Rp70 juta.
Besarnya hadiah menambah daya tarik kompetisi sekaligus memberikan penghargaan terhadap prestasi peserta yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Sejumlah kuda yang sebelumnya mencatatkan prestasi dalam rangkaian IHR 2026 juga tercantum dalam daftar peserta, di antaranya Zilong Rimboka dari Rimboka Stable, Monochrome dan Melasti dari Miranda Stable, serta Kashmir BB, Duke BB, Surya BB, dan Vhagar BB dari Blue Blood Stable.
Nama lainnya meliputi Nara Eclipse dari Eclipse Stable, Kancil Mas T.A dari Tombo Ati Stable, Agatha Star, serta Beautiful Sion dari Prima Sion Stable.
Kehadiran kuda-kuda tersebut memperkuat persaingan antarkontingen sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat yang mengikuti perkembangan pacuan kuda nasional.
Selain kelas utama, panitia juga mempertandingkan kelas bagi kuda muda, kelas pemula, serta sejumlah kelas berdasarkan kategori dan jarak tempuh. Variasi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta dengan tingkat pengalaman dan karakteristik kuda yang berbeda untuk menunjukkan kemampuan masing-masing.
Melalui pembagian kelas tersebut, kejuaraan tidak hanya berorientasi pada persaingan kuda unggulan, tetapi juga menyediakan ruang kompetisi bagi peserta lain untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.
SULAWESI UTARA DALAM PETA PENGEMBANGAN PACUAN KUDA NASIONAL
Penyelenggaraan IHR Kejurnas II 2026 di Sulawesi Utara menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi olahraga berkuda daerah kepada masyarakat nasional.
Kejuaraan ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia’s Horse Racing 2026 bertema Race to the World Stage, yang diselenggarakan SARGA.CO bekerja sama dengan Pengurus Pusat PORDASI.
Sebelum digelar di Sulawesi Utara, rangkaian IHR telah menjangkau sejumlah wilayah lain, termasuk Pulau Jawa dan Sumatera Barat. Kehadiran kejuaraan di Tompaso semakin menegaskan peran Sulawesi Utara dalam perkembangan pacuan kuda Indonesia.
Direktur Komersial SARGA.CO, Diana Airin, sebelumnya menyampaikan bahwa Sulawesi Utara memiliki tradisi pacuan kuda yang kuat. Daerah ini juga dikenal melahirkan kuda pacu unggulan, joki, serta pelatih profesional yang memiliki pengalaman di tingkat daerah maupun nasional.
Menurutnya, penyelenggaraan IHR di Sulawesi Utara sejalan dengan visi untuk mengembangkan pacuan kuda sebagai tradisi sekaligus cabang olahraga yang dapat menjadi bagian dari kebanggaan nasional.
Pandangan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara penyelenggara, organisasi olahraga, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan potensi pacuan kuda Indonesia.
Bagi Kabupaten Minahasa, khususnya kawasan Tompaso, kejuaraan nasional ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan daerah kepada peserta dan pengunjung dari berbagai wilayah.
Dampak kegiatan juga berpotensi menjangkau sektor ekonomi masyarakat, mulai dari transportasi, usaha kuliner, perdagangan, hingga jasa yang melayani kebutuhan pengunjung selama acara berlangsung.
Meski demikian, manfaat ekonomi tersebut perlu ditopang oleh pengelolaan kegiatan yang baik, pelayanan pengunjung yang memadai, serta promosi potensi daerah secara berkelanjutan agar dampaknya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat setempat.
PACUAN KUDA, TRADISI, DAN KEBERSAMAAN MASYARAKAT
Di tengah ketatnya persaingan memperebutkan gelar juara, IHR Kejurnas II 2026 juga menghadirkan suasana kebersamaan di antara peserta dan penonton.
Pacuan kuda memiliki karakter tersendiri karena memadukan olahraga, keterampilan, ketangkasan, dan tradisi yang berkembang di sejumlah daerah di Indonesia.
Bagi masyarakat Sulawesi Utara, khususnya Minahasa, pacuan kuda bukan sekadar tontonan. Olahraga ini telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemilik kuda, joki, pelatih, hingga komunitas pencinta olahraga berkuda.
Melalui kejuaraan nasional, tradisi tersebut memperoleh kesempatan untuk dikenal lebih luas. Kehadiran peserta dari berbagai provinsi juga membuka ruang pertukaran pengalaman, peningkatan kualitas pembinaan, serta penguatan jejaring antarkomunitas olahraga berkuda.
Dalam konteks tersebut, penyerahan hadiah oleh Nico Kanter kepada sejumlah pemenang menjadi salah satu momen yang menandai penghargaan terhadap usaha, dedikasi, dan prestasi para peserta.
Namun, keberhasilan sebuah kejuaraan tidak hanya diukur dari besarnya hadiah yang diperebutkan atau banyaknya penonton yang hadir.
Kualitas penyelenggaraan, kepatuhan terhadap aturan, keselamatan seluruh pihak, dan manfaat jangka panjang bagi perkembangan olahraga juga menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan.
Dengan pengelolaan yang baik, kejuaraan seperti ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat sportivitas sekaligus menjaga tradisi pacuan kuda agar terus berkembang di tengah masyarakat.
GELANGGANG MAESA TOMPASO JADI SOROTAN PACUAN KUDA NASIONAL
IHR Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Seri II Tahun 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso menjadi momentum bagi Sulawesi Utara untuk menunjukkan potensi olahraga berkuda di tingkat nasional.
Kehadiran Direktur Utama ANTAM Nico Kanter yang menyerahkan hadiah kepada sejumlah pemenang, bersama Gubernur Sulawesi Utara, Bupati dan Wakil Bupati Minahasa, serta jajaran pemerintah dan masyarakat, turut menambah perhatian terhadap pelaksanaan kejuaraan tersebut.
Dengan melibatkan 89 kuda dari 14 kontingen, mempertandingkan 16 kelas, dan menyediakan total hadiah Rp700 juta, kejuaraan ini menjadi salah satu agenda penting bagi perkembangan pacuan kuda nasional sekaligus promosi potensi daerah.
Masyarakat berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dengan dukungan fasilitas yang semakin memadai, pembinaan atlet dan kuda pacu yang berkesinambungan, serta peningkatan kualitas penyelenggaraan.
Seluruh rangkaian perlombaan pada Sabtu (24/10/2026) dilaporkan berakhir dalam keadaan aman, lancar, dan terkendali.
Kejuaraan ini pun menyisakan harapan agar Tompaso dan Kabupaten Minahasa semakin dikenal sebagai salah satu kawasan potensial dalam pengembangan olahraga pacuan kuda nasional.
(Effendy Iskandar | Jurnalline.com)
You may also like...
Pages
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap
Archives
- October 2026
- September 2026
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- February 2022
- January 2022
- December 2021
- November 2021
- October 2021
- September 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- February 2021
- January 2021
- December 2020
- November 2020
- October 2020
- September 2020
- August 2020
- July 2020
- June 2020
- May 2020
- April 2020
- March 2020
- February 2020
- January 2020
- December 2019
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- August 2019
- July 2019
- June 2019
- May 2019
- April 2019
- March 2019
- February 2019
- January 2019
- December 2018
- November 2018
- October 2018
- September 2018
- August 2018
- July 2018
- June 2018
- May 2018
- April 2018
- March 2018
- February 2018
- January 2018
- December 2017
- November 2017
- October 2017
- September 2017
- August 2017
- July 2017
- June 2017
- May 2017
- April 2017
- March 2017
- February 2017
- January 2017
- December 2016
- November 2016
- October 2016
- September 2016
- August 2016
- July 2016
- June 2016
- May 2016
- April 2016
- March 2016
- February 2016
- January 2016
- December 2015
- November 2015
- October 2015
- September 2015
- August 2015
Categories
- AdvertNews (63)
- Ekonomi (41)
- Gaya Hidup (1,238)
- Hukum & Kriminalitas (2,040)
- Internasional (30)
- Nasional (85,460)
- KOARMABAR (117)
- KOLINLAMIL (52)
- PENKOSTRAD (21,123)
- Olahraga (608)
- Pariwisata & Budaya (15)
- Pendidikan (245)
- Peristiwa (501)
- Politik (559)
- Profil (3)
- Sains & Teknologi (1)
- SMSI (43)
- Uncategorized (911)

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 81 Berita Terkini
- October 24, 2026
Patrolinya Babinsa Dan Komduk Wujudkan Wilayah Aman Dan Kondusif
- October 24, 2026
Kehadiran Dirut ANTAM Warnai Persaingan Sengit Pacuan Kuda Nasional, 89 Kuda Berebut Hadiah Rp700 Juta di Minahasa
- October 24, 2026
Aryo Djojohadikusumo, Apresiasi IHR Kejurnas Seri II Tompaso Minahasa Pukau 150 Ribu Penonton
- October 24, 2026
Gubernur Yulius Dukung Sulut Jadi Kiblat Pacuan Kuda Nasional di Kejurnas Pordasi ke-60
- October 24, 2026
LAZNAS Yatim Mandiri Kota Tangerang Sukses Gelar OMATIQ 2026
- October 24, 2026
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap



