SABUK HITAM BERULANG TAHUN! Pak Rusli, Senpai Yang Suaranya Paling Lantang, Hatinya Paling Peduli

Spread the love

Jajarra-HARI INI DOJO BEDA

 

Jurnaline.com, Jakarta – Hari ini bukan hari biasa. Hari ini dojo terasa berbeda. Tidak ada suara teriakan “KAMAE!” dari pagi, tidak ada derap kaki di atas matras, yang ada hanya senyum, doa, dan rasa syukur.

 

Karena hari ini adalah hari lahirnya sosok yang selama ini berdiri paling depan di atas matras, yang suaranya paling lantang di dojo, yang disiplinnya paling keras, tapi hatinya paling peduli sama murid-muridnya.

Selamat ulang tahun, Pak Rusli, Senpai kami!

Bagi orang luar, mungkin beliau hanya terlihat sebagai pelatih karate dengan gi putih dan sabuk hitam. Tapi bagi kami, murid-muridnya, Pak Rusli adalah guru, kakak, bapak, sekaligus keluarga. Sosok yang membentuk kami bukan hanya jadi karateka yang kuat, tapi jadi manusia yang disiplin, hormat, dan tidak gampang menyerah.

 

DARI NOL SAMPAI BERANI

 

Di balik gi putih dan sabuk hitam yang selalu rapi itu, ada sosok panutan yang tidak pernah lelah membimbing kami dari nol.

 

Masih ingat jelas, awal kami datang ke dojo, banyak yang tidak tahu apa itu kuda-kuda, tidak tahu bedanya mae geri dan mawashi geri, bahkan ada yang takut jatuh, takut sakit, takut salah gerakan.

 

Tapi Pak Rusli tidak pernah memarahi dengan benci. Beliau mengoreksi dengan tegas, tapi dengan hati. Diulang lagi, diulang lagi, sampai bisa. Satu per satu diperbaiki, dari posisi kaki, posisi tangan, sampai pandangan mata.

 

Dan sekarang, lihat kami. Kami sudah berani tampil, berani bertanding, berani jatuh lalu bangkit lagi. Semua karena Pak Rusli yang tidak pernah menyerah sama kami, bahkan saat kami sendiri hampir menyerah sama diri kami.

 

SUARA YANG KAMI HAFAL DI LUAR KEPALA

 

Kita semua hafal betul. Kalau Pak Rusli sudah mulai teriak, “KAMAE! HAJIME! LAGI! LEBIH KERAS! SEMANGATNYA MANA?!”

Itu tandanya latihan belum selesai.

 

Kadang kaki sudah gemetar, napas sudah ngos-ngosan, keringat sudah banjir, baju gi sudah basah semua. Tapi Pak Rusli tetap berdiri di depan, memberi contoh, memberi semangat, tidak pernah membiarkan satu pun dari kami menyerah di tengah jalan.

 

Justru dari teriakan itulah kami belajar arti disiplin. Teriakan yang dulu kami takuti, sekarang kami rindukan kalau tidak latihan. Karena teriakan itu bukan marah, tapi bentuk sayang. Bentuk peduli supaya kami tidak main-main dengan masa depan kami sendiri.

 

Banyak murid yang cerita, “Kalau bukan karena teriakan Pak Rusli, saya sudah berhenti dari dulu.” Dan itu benar. Pak Rusli adalah alasan kenapa kami masih bertahan sampai hari ini.

 

FILOSOFI KARATE YANG SELALU DITANAMKAN

 

Pak Rusli selalu bilang, karate itu bukan soal menang lawan orang lain. Karate itu soal menang lawan diri sendiri. Soal disiplin, soal hormat, soal mental yang tidak gampang menyerah.

 

Beliau selalu mengajarkan, sebelum kita belajar memukul, kita harus belajar menghormat. Sebelum kita belajar menendang, kita harus belajar mengendalikan emosi. Sebelum kita belajar jadi juara, kita harus belajar jadi manusia yang rendah hati.

 

Dan itu yang selalu beliau ajarkan, bukan hanya dengan kata-kata, tapi dengan sikap setiap hari. Datang paling awal, pulang paling akhir, gi selalu rapi, sikap selalu hormat ke semua orang, tidak pernah sombong dengan sabuk hitamnya.

 

Itulah kenapa kami semua hormat sama Pak Rusli. Bukan karena takut, tapi karena kagum.

 

DOA TERBAIK DARI KAMI SEMUA

 

Di hari ulang tahun ini, kami semua, murid-muridmu, ingin menyampaikan doa yang tulus dari hati yang paling dalam:

 

Semoga Pak Rusli panjang umur, sehat selalu, badannya selalu kuat, energinya tidak pernah habis buat neriakin kita pas latihan.

 

Semoga rezekinya makin lancar, usahanya makin berkah, keluarganya selalu bahagia dan dilindungi Allah SWT, dan semua kebaikan yang Pak Rusli tanam ke kami, kembali berlipat ganda ke beliau.

 

Semoga di usia baru ini, Allah SWT beri Pak Rusli umur yang barokah, badan yang sehat, hati yang tenang, dan murid-murid yang terus membanggakan beliau. Semoga setiap keringat yang beliau keluarkan untuk kami, menjadi amal jariyah yang tidak pernah putus.

 

TERIMA KASIH, SENPAI

 

Terima kasih, Pak Rusli, sudah sabar menghadapi kami yang kadang telat, kadang lupa gerakan, kadang masih suka bercanda pas lagi serius.

 

Terima kasih sudah tidak pernah bosan mengulang dari awal, mengoreksi satu per satu, memastikan kami semua bisa.

 

Terima kasih sudah menjadi tempat kami belajar, bukan hanya tentang karate, tapi tentang hidup. Tentang bagaimana jatuh dan bangkit, tentang bagaimana kalah dengan terhormat dan menang dengan rendah hati.

 

JANJI KAMI

 

Kami janji, kami akan terus berlatih lebih keras, lebih disiplin, lebih hormat, dan membanggakan dojo dan nama Pak Rusli. Karena bagi kami, Pak Rusli bukan hanya pelatih, tapi keluarga.

 

Kami tidak bisa memberi hadiah mewah. Kami hanya bisa memberi doa, memberi hormat, dan memberi bukti lewat latihan kami yang semakin serius.

 

Sekali lagi, dari kami semua yang ada di dojo ini, dari Keluarga Besar JJ Mustika Musik Entertainment,

 

 

 

 

 

Editor : Zakaria (Bang zeck)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.