Candaan Yusuf Mansyur Seputar Pilgub DKI
March 31, 2016- Tweet
- Pin It
Jurnalline.com, JAKARTA – Ustaz Yusuf Mansur sempat bercanda soal sanggup jadi Gubernur DKI di sela-sela ceramah di Masjid Istiqlal Minggu lalu. Seperti apa ceritanya?
“Saya bercanda di Istiqlal, bercandanya itu jangan diartikan saya pengen maju. Ya namanya juga ceramah bercanda kan. Saya bilang kalau nggak ada yang sanggup gubernur saya sanggup,” kata Yusuf Mansur saat berbincang santai dengan wartawan, Rabu (30/3/2016).
Yusuf Mansur kemudian sedikit membuka gagasannya untuk mengatasi macet di Jakarta. Macet dan banjir memang belum benar-benar terselesaikan di Jakarta.
“Jalanan ini menjadi macet karena memang ini dibangunnya jalanan ini bukan buat infrastruktur tapi memang buat semua pengguna, jadi berantakan. Misalnya orang mau beli makanan lewat jalanan ya jalanan macet lah. Padahal kalau online kan tidak perlu lewat jalan, jalanan itu hanya jadi alat angkut barang yang dibeli,” katanya.
“Jalanan macet karena ribuan siswa itu harus diantar pada saat bersamaan dan banyak titiknya, gimana nggak mau macet. Kenapa SMP dan SMA tidak didorong full online, keren nggak tuh. Era digital, pakailah,” kata Yusuf Mansur sembari memberi contoh lain di lingkungan pesantren dengan ribuan santri tidak terjadi kemacetan karena para santri tidak pulang pergi setiap hari.
Ustaz Yusuf Mansur kemudian melanjutkan candaanya soal gubernur. “Saya bercanda lagi sama teman-teman. Kalau anda mau gratis sekolah tahun berikutnya tidak hanya 2012-2022, gampang caranya pilih saja lagi saya lima tahun berikutnya hahaha. Nanti Kalimantan Selatan ngiri, Kaltim ngiri, Sulawesi ngiri, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat ngiri. Saya bilang kalau ngiri saya nggak bisa pindah provinsi anda, kalau mau jadikan saya presiden. Selesai. Hahaha,” canda Yusuf Mansur sembari tertawa.
“Kalau begini kan posisinya orang paham to, kalau langsung begitu saja (pernyataan serius maju Pilgub DKI) siapa yang nggak sebel sama saya, wah berarti ustaz nafsu. Nafsu gimana wong saya nggak dipilih aja saya bergerak kok,” katanya.
Obrolan pun semakin panjang. Yusuf Mansur kemudian mulai mengungkap beragam program yang digagasnya.
“Masih ada terusannya nih, Jakarta ilmu, Jakarta adem, Jakarta kerja. Jakarta adem ini sebenarnya kalau orang Jakarta sibuk insyaAllah sudah adem sendiri dia. Kan yang bikin nggak adem banyak yang nganggur ini, makanya ini semuanya saling terkait. Makanya saya bilang kalau kemudian hadiah ini, sistem ini, program ini dijalankan oleh seorang gubernur apalagi seorang presiden, oh dahysat efeknya,” katanya.
Ustaz Yusuf Mansur kemudian bicara bagaimana membangun MRT tanpa harus hutang. Ia punya konsep bagaimana para penumpang MRT dijadikan semacam pemilik saham.
“Ada berapa penggunanya misalkan 5 juta. 5 juta orang itu suruh beli tiket di muka tapi perlakuannya bukan deposit tapi sebagai saham. Kalau perlakuannya sebagai saham orang ridho bos. Sekarang sebagai deposit, jadi orang pakai bayar berkurang itu namanya deposit. Nah kalau bisa sebelum barangnya jadi you taruh duit jadi saham. Masak owner dicash. Kalau mau dicash nanti tahun keberapa, nikmati dulu lah,” katanya.
“Satu hal ya bos, bahwa semua yang saya ceritakan ini bukan utopia, bukan di awang-awang,” tegasnya.
Ustaz Yusuf Mansur kemudian mengungkap pemikirannya bagaimana mencetak generasi yang akan datang menjadi Jakarta Super. Jakarta super diterjemahkan sebagai manusia masa depan yang berakhlak tapi menguasai teknologi dunia.
“Yang paling gampang memang pakai power bos. Ambil dari semua sekolah rangking 1 sampai 10 kemudian terbangin dimulai SMA ke luar negeri dengan berbagai disiplin ilmunya. Pulang lagi dia diaspora, tapi kontrak jangan sampai jadi permanen residence di Singapura, Australia, Amerika, Jepang, lo pulang , lo punya kontrak nih,” katanya.
“Bila jumlahnya signifikan maka Jakarta harus kerjasama dengan Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, kita bangun sekolah DKI di daerah. Anak-anak bikinlah sekolah supernya di mana yang sekolah di situ dari lima benua. Kerjasama dengan 7 kementerian. Gubernur DKI jadi Menko secara tidak langsung bos. Setingkat menteri kayak dulu,” katanya.
Ide besar itu, menurut Yusuf Mansur, ia contoh dari negara Qatar. “Queen of Qatar itu menarik perguruan tinggi dunia buka di Qatar. Alhamdulillah dengan izin Allah Darul Quran sudah melakukan itu ada murid dari Amerika ada guru juga di Amerika, di Timur Tengah juga,” imbuhnya.
“Jangan-jangan ada yang ngiri lagi nanti pengin Kaltim super, Kalbar super, yaudah 2019 nanti…hahaha saya bercanda,” candanya lagi sembari tertawa lepas.
Lebih dari itu ustaz Yusuf Mansur sebenarnya tak punya ambisi politik. Dia hanya ingin menyaksikan Pilgub DKI yang damai dan menyenangkan.
“Tapi demi Allah nggak jadi ya nggak ada urusan kita jalani aja udah. Kita ngomongin Jakarta buat semua, yakni cerita tentang Pilkada yang tidak membully orang lain. Jakarta yang tidak bicara tentang kekurangan orang lain. Pilkada Jakarta yang tidak mengorek masa lalu orang lain, tidak bicara SARA dalam koridor permusuhan,” ingatnya.
“Mengajarkan boleh, orang Hindu pilih orang Hindu, orang Kristen pilih orang Kristen, Budha pilih orang Budha, tapi tidak dalam spirit permusuhan. Orang Islam juga pilihlah muslim, tapi tidak dalam aura permusuhan yang satu menyerang yang lain. Padahal di lapangan banyak pemimpin perusahaan non muslim tapi karyawannya muslim. Sebaliknya banyak juga perusahaan muslim yang karyawannya non muslim. Jadi jangan dirusak, melainkan dibangun lebih intensif, gegap gempita, sehingga Jakarta bisa jadi super city bagi negara lain, buktikan bahwa kita tetap berdampingan,” pungkasnya.
{Zeet/Fram/Red}
You may also like...
Pages
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap
Archives
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- February 2022
- January 2022
- December 2021
- November 2021
- October 2021
- September 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- February 2021
- January 2021
- December 2020
- November 2020
- October 2020
- September 2020
- August 2020
- July 2020
- June 2020
- May 2020
- April 2020
- March 2020
- February 2020
- January 2020
- December 2019
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- August 2019
- July 2019
- June 2019
- May 2019
- April 2019
- March 2019
- February 2019
- January 2019
- December 2018
- November 2018
- October 2018
- September 2018
- August 2018
- July 2018
- June 2018
- May 2018
- April 2018
- March 2018
- February 2018
- January 2018
- December 2017
- November 2017
- October 2017
- September 2017
- August 2017
- July 2017
- June 2017
- May 2017
- April 2017
- March 2017
- February 2017
- January 2017
- December 2016
- November 2016
- October 2016
- September 2016
- August 2016
- July 2016
- June 2016
- May 2016
- April 2016
- March 2016
- February 2016
- January 2016
- December 2015
- November 2015
- October 2015
- September 2015
- August 2015
Categories
- AdvertNews (63)
- Ekonomi (41)
- Gaya Hidup (1,237)
- Hukum & Kriminalitas (2,008)
- Internasional (30)
- Nasional (84,512)
- KOARMABAR (117)
- KOLINLAMIL (51)
- PENKOSTRAD (20,858)
- Olahraga (602)
- Pariwisata & Budaya (15)
- Pendidikan (243)
- Peristiwa (495)
- Politik (558)
- Profil (3)
- Sains & Teknologi (1)
- SMSI (43)
- Uncategorized (909)

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 81 Berita Terkini
- August 30, 2026
TNI AL Terus Dukung Distribusi Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Gempa NTT
- August 30, 2026
TNI AL Dan Republik Of Korea Navy Gelar Latma Divex 2026, Perkuat Kemampuan Operasi Bawah Air
- August 30, 2026
Kasdim 0507/Bekasi Pimpin Upacara Pemakaman Militer Serda Ahmad Junaidi
- August 30, 2026
PKK Desa Koyawas Maksimalkan UP2K Lewat Lomba Pondok dan Kuliner Khas Pangan Lokal
- August 30, 2026
Babinsa Koramil 09/Serpong Utara Salurkan 50 Paket Sembako Lewat Jaga Jakarta On The Spot
- August 30, 2026
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap



