Kebun Jagung Pos Wailey Satgas Yonif Raider 515 Kostrad Dikunjungi Kadis Pertanian Provinsi Maluku

Spread the love

Jurnalline.com, Penkostrad – Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ir. Diana Padang melaksanakan kunjungan ke kebun jagungPos Wailey Satgas Yonif Raider 515 Kostrad di Desa Tala, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Berawal dari kegiatan anjangsana yang dilaksanakan oleh anggota Pos Wailey Satgas Yonif Raider 515 Kostrad di Desa Tala yang merupakan salah satu Desa binaannya, Danpos Wailey Serka Junali melihat adanya lahan kosong seluas 2 hektar yang potensial untuk ditanami jagung.

Melihat peluang tersebut, Junali mulai melakukan koordinasi dengan Raja (Kepala Desa) Tala dan kelompok tani Waitala. Pada bulan Oktober dimulai proses penggarapan lahan dan tanggal 23 November 2017 penanaman benih jagung jenis hybrida tongkol dua. Dalam satu hektare hasilnyadiperkirakan lebih kurang 7 ton.

Kegiatan pertanian dan perkebunan merupakan salah satu program Satgas Yonif Raider 515 Kostrad untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat di sekitar pos. Diharapkan dengan adanya kegiatan di bidang ini dapat membuka wawasan masyarakat tentang potensi yang luar biasa yang dimiliki Maluku di sektor pertanian dan perkebunan.

” Meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan merupakan salah satu cara yang efektif untuk meminimalisir konflik antar warga. Pertama, warga memiliki kesibukan yang positif berupa pekerjaan. Kedua, warga merasa tenang dengan memiliki penghasilan dari pekerjaan untuk kebutuhan hidup, ” tutur Junali.

Menurut ketua kelompok tani Waitala, Bapak Alo Madapung, anggota Pos Wailey sangat membantu dalam seluruh proses penggarapan
kebun jagung. Besar harapan akan adanya perhatian pemerintah untuk dapat mengembangkan perkebunan jagung di wilayah mereka karena hasilnya sangat memuaskan.

Dengan harga jagung di tingkat petani Rp 4.100/Kg (Rp4,1 juta/ton), hasil yang diperoleh Kelompok Tani Waitala dalam menggarap lahan seluas 2 hektare, adalah Rp 57,4 juta (14 ton xRp 4,1juta). Sedangkan biaya yang dikeluarkan untuk mengelola lahan yang luasnya 2 hektare dari masa tanam sampai dipanen (110 hari), dengan biaya produksi lebih kurang 10 juta, ” urai Alo Madapung.

Pada kunjungan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Propinsi Maluku, Ir. Diana Padang sangat gembira menyaksikan kebun jagung di Desa Tala.

” Saya sampaikan terima kasih atas keterlibatan bapak-bapak dari Satgas yang telah bekerjasama dengan kelompok tani disini mengolah tanaman jagung. Saya berkeinginan untuk menjadikan Negeri Tala sebagai lumbung jagung, ” sambut Diana.

Menurut Diana, apabila pengelolaan lahan perkebunan jagung di Desa Tala dan sekitarnya ditangani secara serius, maka ini akan menjadi langkah awal untuk menjadi Maluku sebagai salah satu lumbung jagung di Indonesia seperti halnya yang sudah dicapai oleh Propinsi Gorontalo yang telah sukses dalam pengembangan perkebunan jagung.

(Fram/Dre)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.