Satgas Mafia Bola Awasi Piala Presiden 2019

Spread the love

Jurnalline.com, Jakarta –
Presiden Joko Widodo alias Jokowi, melalui Menteri Pemuda Olahraga, Imam Nahrawi telah membuka Piala Presiden 2019. Pertandingan yang diikuti oleh 20 klub itu akan berlangsung dilima kota sebagai tuan rumah yakni, Bandung, Bekasi, Megelang, Sleman dan Malang. Pertandingan pun akan digelar dari tanggal 2 Maret hingga 12 Apr 2019 mendatang.

Tim juara di turnamen ini bakal mendapat hadiah sebesar Rp 3,3 miliar, runner-up Rp 2,2 miliar. Namun, untuk juara ketiga ditiadakan. Tetapi, nantinya tim-tim yang kalah di semifinal akan langsung mendapat Rp 750 juta.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam pertandingan itu, Tim Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola ikut berperan. “Satgas Mafia Bola kita juga monitor dan mengawasi piala presiden agar sportifitas,” kata Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di sela-sela acara Millennial Road Safety Festival 2019 berkolaborasi dengan Women’s Cycling Community, di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu, 10 Maret 2019.

Kata Argo, selain menghindari hal-hal yang tak diinginkan, Tim Satgas juga ingin membuat seluruh tim yang bertanding sportifitas.

“Kita ingin semuanya fairplay, sportifitas, sehingga dapat menghasilkan tim-tim yang berprestasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan khusus pada suporter saat pembukaan Piala Presiden 2019, Sabtu 3 Maret 2019, di Stadion Jalak Harupat. Pesan itu disampaikan oleh Presiden Jokowi yang dibacakan oleh Menteri Pemuda Olahraga, Imam Nahrawi.

Presiden Jokowi sebenarnya direncanakan hadir dalam pembukaan Piala Presiden2019 yang diadakan di Stadion Jalak Harupat. Namun Presiden akhirnya batal datang karena masih ada kegiatan di Kendari.

Meski tak hadir, Presiden Jokowi tetap menyampaikan pidatonya. Ia juga meminta maaf pada Bobotoh karena tak jadi datang langsung ke stadion.

“Suporter harus mendukung dengan cara yang positif. Yang kalah menerima, dan yang menang harus benar-benar tim yang juara,” ujar Presiden Jokowi yang dibacakan Imam Nahrawi.

“Suporter juga harus kompak, bersatu-padu untuk memajukan sepak bola. Hentikan perseteruan dan jangan lagi ada korban suporter,” katanya menambahkan.

(Yati/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.