Surat-Surat Wasiat Mendiang Nana “Obituari Penderita Kanker”
June 15, 2019- Tweet
- Pin It
Jurnalline.com, Tangerang – “For Everyone. PS : Sayang, tolong dibacakan setelah kuburku ditutup. Bacakan dengan ikhlas dan penuh syukur. Dont be sad,” itu tulisan pengantar dari surat “wasiat” almarhumah Shabrina Evaswantry Binti Novizar Swantry ( Nana) sebelum mengembuskan nafas terakhir Sabtu (8/6) pukul 00.10 di RS EKA, BSD, Tanggerang, Banten. Surat itu tidak mencantumkan kapan persisnya ditulis. Almarhumah dimakamkan Sabtu (8/6) siang di TPU Jelupang.
Sarjana desain lulusan Malaysia ini memang menderita kanker payudara stadium empat. Meski demikian, kepergiannya yang begitu cepat dan dalam usia begitu muda tetap mengejutkan keluarga. Apalagi ia baru saja melahirkan bayi berusia 2 bulan yang sangat membutuhkannya.
Selanjutnya, surat yang ditulis tangan itu dibuka dengan ucapan Assalamu’alakum. “ Terima kasih bersama-sama sudah mengantarku ke level selanjutnya dalam semua hidup manusia. Don’t be sad. Jangan menangis yah karena Insya Allah aku kembali padaNya dengan bahagia. i’ ve been waiting for this the day since i was born, dan kita semua begitu”.
Nana menulis tiga surat wasiat. Dua ditulis tangan : untuk semua keluarga dan Didik suaminya. Sedangkan untuk ayah diketik dalam format notes ponsel.
Sang suami, Didik, yang diminta dalam surat itu untuk membacakan, tidak sanggup melaksanakan amanah isterinya. Dia serahkan kepada Ihsan Cahaya Utama, kakak ipar tertua yang hadir pada tahlilan malam pertama. Tangis keluarga pecah ketika satu- persatu surat itu dibacakan. Rasanya, mereka belum pernah punya pengalaman dalam keluarga yang wafat menulis surat menjelang hari- hari terakhirnya. Apalagi, beberapa bulan terakhir Nana keluar masuk ruang ICU. Tapi yang paling mencengangkan tentu saja sikap kepasrahannya menghadapi ajal. Dari kata-katanya, seperti kata “kubur ditutup”, “surga” dan “ bahagia” begitu ringan disampaikan. Nana seperti berdamai dengan maut.
Vonis kanker untuk Nana disampaikan dokter tahun 2017. Beberapa bulan setelah ia menikah. Atau, seminggu sebelum ibunya, Evawaty Ningsih, meninggal akibat kanker sama. Tapi vonis itu tidak meluluhkan impiannya untuk punya anak. Meski sempat keguguran dua kali. Ia juga tak menanggapi saran dokter agar menunda kehamilan. Maksudnya supaya Nana bisa berkonsentrasi penuh untuk mengobati kanker lebih dulu.
Subhanallah. Maha Besar Allah SWT. Dia mengabulkan cita- cita Nana. Saat kanker stadium empat menggerogoti tubuhnya, Nana melahirkan bayi laki-laki, Adnan, dua bulan lalu.
Setelah melahirkan bayinya ia pun lanjut dirawat di RS yang sama untuk pengobatan kanker.
Nana lahir kembar. Saudari perempuannya, dokter Shabrila ( Lala) tengah hamil besar saat itu. Adnan terpaksa ” diasuh” sementara oleh tante Nana. Berkah Tuhan : kebutuhan ASI sang bayi cukup melimpah,
” dipasok” oleh beberapa donatur ASIP yang baik hati.
Menjelang lebaran, kesehatan Nana agak membaik. Dokter RS mengizinkan dia pulang. Sekalian untuk merayakan Idul Fitri di rumah. Saat itu memang dia tunggu. Untuk melepas rindu bertemu Adnan yang dirawat di rumah tantenya.
Rumah mereka memang berjauhan. Tapi bukan itu yang menjadi penghalang Nana bertemu Adnan. Melainkan kondisi Nana selama di rumah tidak memungkinkan. Ternyata ta ia masih sangat lemah.
Rabu ( 5/6) tengah malam Nana malah dilarikan ke RS dan dirawat di ruang ICU kembali karena kondisinya kritis.
Tantenya semula berencana mengantarkan Adnan untuk bertemu Nana, tapi urung dilaksanakan. Terkait kondisi Nana yang kritis di ruang ICU dan pertimbangan kondisi rentan Adnan sendiri yang masih bayi.
Terhadap posisi Adnan, mendiang Nana menulis surat “ wasiat” begini. “ Hi, suamiku, babanya Adnan yang terbaik . Pasti sulit rasanya membesarkan Adnan sendiri. Tapi percaya deh, nggak ada tempat terbaik untuk Adnan selain di dekat babanya. Di awal-awal akan banyak yang memberikan saran ini dan itu, dengarkan saja. Jikq nggak sesuai dengan pola asuh sayang, nggak usah diikuti. Jangan malu- malu untuk meminta bantuan yah. Mulai dari donasi ASIP ( air susu ibu perah). Sampai membersihkan popok/ memandikan sekalipun. Ingat anak kita bukan anak sapi. Jadi, semampu sayang untuk menyediakan asip yah… jangan lupa banyak membaca dan bertanya. Lala pasti bisa membantu selalu. Jika menurut sayang Adnan dan sayang lebih baik berdua saja di Bandung silahkan. You know what best for our son! Besarkan Adnan jadi ahli ibadah, ahli syukur dan ahli Al Quran. Itu saja pesanku. Love you forever,” tulis mendiang begitu ringan. Seolah hanya mau berangkat berumrah ke Tanah Suci.
Nana tiga bersaudara. Nana, Lala dan si bungsu Toriq. Pas lebaran Toriq telah kembali di Tanah Air setelah merampungkan studinya di Jerman. Ia pun dapat menyaksikan kepergian almarhumah.
Ketiga putera puteri ini lahir dari pasangan Ir Novizar Swantry dengan Evawaty Ningsih, MBA.
Evawaty adalah sepupu isteri saya. Tapi hubungan batin mereka lebih dari sekedar sepupu. Waktu Eva muda, ia melanjutkan studi strata dua di Jakarta, dan tinggal di rumah keluarga isteri.
Jadi hubungan mereka amat dekat, layaknya bersaudara kandung. Waktu Lala menikah, saya diminta jadi saksi pernikahannya.
Kepada ayahnya, Novizar Swantry, almarhumah menulis begini. “ Pa, Nana mau minta ampun atas segala hal yang Nana kerjakan tapi tidak Papa ridhoi. Terima kasih atas segala pengorbanan yang Papa sudah lakukan untuk kita, anak-anaknya sampai-sampai tidak bisa mendampingi isteri tercinta di hari akhir. Terima kasih Pa untuk semua beban yang Papa usahakan pikul sendiri. Mulai sekarang kita harus berbagi beban dan juga kasih. I love u always pa,,, u re may hero.”
Tidak terasa saya juga meneteskan aimata ketika membaca surat- surat wasiat Nana yang dishare di WAG keluarga.
Masih segar dalam ingatan ketika si kembar Lala dan Nana lahir. Tentu saja dia jadi primadonna karena kembar pertama dan satu-satunya hingga kini di dalam keluarga besar isteri. Tapi sampai sekarang saya masih sering keliru membedakan mana Lala yang mana Nana.
Waktu Nana kuliah di Kuala Lumpur, sekitar 2009, kami sempat mengunjungi dia di sana. Dua malam di KL siang malam Nana mengawal kami, menyetiri sendiri mobilnya membawa kami berkeliling Ibu Kota negeri jiran itu. Beberapa kali saya membesoeknya saat dirawat di RS.
Saya dan isteri baru sehari tiba di Makassar Jumat (7/6) ketika Nana wafat . Kabar itu disampai lewat tengah malam tapi baru kami ketahui saat bangun untuk salat subuh, Sabtu (8/6) waktu Makassar.
Selasa ( 11/6) malam saya tiba kembali di Jakarta. Rabu ( 12/6) kami takziyah di rumah duka. Bertemu Novizar, Didik, Lala, dan suaminya Asep, juga Toriq yang masih memendam duka. Saya sekalian minta izin untuk mengutip cuplikan surat-surat wasiat dalam tulisan obituari Nana.
Tiada lagi Nana. Semoga almarhumah Husnul Khotimah. Semoga Allah SWT menyediakan tempat terbaik , yang lapang, nyaman, dan indah di sisiNya. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan khususnya Didik, suaminya, dan Adnan, sang bayi, diberi kekuatan, ketabahan, ketenangan jiwa, serta dipelihara keikhlasannya melepas Nana ke pangkuan Ilahi Rabbi. Sesungguhnya, memang hanya Dia lah pemiliknya yang sah, seru sekalian alam.
Penulis : Fram
Editor : Ndre
Sumber : Catatan Ilham Bintang
You may also like...
Pages
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap
Archives
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- February 2022
- January 2022
- December 2021
- November 2021
- October 2021
- September 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- February 2021
- January 2021
- December 2020
- November 2020
- October 2020
- September 2020
- August 2020
- July 2020
- June 2020
- May 2020
- April 2020
- March 2020
- February 2020
- January 2020
- December 2019
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- August 2019
- July 2019
- June 2019
- May 2019
- April 2019
- March 2019
- February 2019
- January 2019
- December 2018
- November 2018
- October 2018
- September 2018
- August 2018
- July 2018
- June 2018
- May 2018
- April 2018
- March 2018
- February 2018
- January 2018
- December 2017
- November 2017
- October 2017
- September 2017
- August 2017
- July 2017
- June 2017
- May 2017
- April 2017
- March 2017
- February 2017
- January 2017
- December 2016
- November 2016
- October 2016
- September 2016
- August 2016
- July 2016
- June 2016
- May 2016
- April 2016
- March 2016
- February 2016
- January 2016
- December 2015
- November 2015
- October 2015
- September 2015
- August 2015
Categories
- AdvertNews (63)
- Ekonomi (41)
- Gaya Hidup (1,237)
- Hukum & Kriminalitas (1,996)
- Internasional (30)
- Nasional (84,064)
- KOARMABAR (117)
- KOLINLAMIL (51)
- PENKOSTRAD (20,739)
- Olahraga (601)
- Pariwisata & Budaya (15)
- Pendidikan (242)
- Peristiwa (488)
- Politik (558)
- Profil (3)
- Sains & Teknologi (1)
- SMSI (43)
- Uncategorized (909)
Berita Terkini
- August 4, 2026
Menjaga Keamanan Tanpa Henti, Koramil 02/Pondok Gede Bersama Aparat Keamanan Tingkatkan Kewaspadaan Malam Hari
- August 4, 2026
Kodim 0506/Tangerang Gelar Patroli Kesiapsiagaan Bersama 3 Pilar dan Komduk, Perkuat Keamanan Wilayah
- August 4, 2026
Mafia Tanah Tak Bisa Sembunyi, Polres Metro Tangerang Kota Edukasi Warga Pinang Soal Sertifikat Elektronik
- August 4, 2026
Dandim 0506/Tangerang Pimpin Senam Pagi, Bangun Kebugaran dan Soliditas Prajurit
- August 4, 2026
Wujud Syukur HUT Ke-70 Yonarhanud 2 Kostrad, Satgas Pamtas Berbagi dalam Program Jumat Berkah
- August 4, 2026
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap


