Ken Setiawan: Bersihkan Paham Radikal di Lingkungan Pendidikan
January 11, 2020- Tweet
- Pin It
Jurnalline.com, Jakarta – Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan kegiatan diseminasi Program Pembinaan Peserta Didik SMA dan turut menghadirkan narasumber dalam menyajikan materi yang berkaitan dengan penyelesaian masalah radikalisme dan perilaku menyimpang pada remaja.
Salah satu narasumber adalah Ken Setiawan, mantan pelaku Radikal NII (Negara Islam Indonesia) yang kini aktif dalam organisasi NII Crisis Center atau Pusat rehabilitasi korban NII.
Ken membeberkan kepada para guru bagaimana faham radikal dapat mempengaruhi para guru dan pelajar dan cara bagaimana menangkalnya.
Menurut Ken, pendidikan bukan hanya mengembangkan aspek kognitif. Idealnya, pendidikan mampu membantu perkembangan manusia seutuhnya, meliputi fisik, psikologis, sosial, dan religius.
Sekolah merupakan salah satu tempat bagi anak dan remaja untuk tumbuh dan berkembang bersama dengan keluarga dan lingkungan. Sekolah diharapkan mampu mendukung perkembangan anak dan remaja secara utuh dan seimbang.
Namun di sisi lain, tak sedikit anak dan remaja yang setiap hari bergulat dengan berbagai permasalahan masing masing.
Tidak jarang muncul berbagai permasalahan kesiswaan, misalnya tindak kekerasan, perkelahian antar pelajar, bullying, masuknya paham radikal kepada siswa, penyimpangan perilaku seksual, penyalahgunaan narkoba, radikalisme dan lain-lain.
Berkaitan dengan permasalahan radikalisme di kalangan siswa, Ken Setiawan seorang mantan pendiri kelompok Negara Islam Indonesia (NII) mengatakan, bahwa sasaran rekrutmen NII sebagian besar adalah kalangan pendidiakan, guru dan pelajar.
Artinya kalangan pendidikan cukup besar potensinya, mengingat disanalah tempat ide, gagasan dan pencarian jati diri bagi para pelajar.
“Kenapa generasi muda menjadi sasaran rekruitmen kelompok radikal dan terorisme? Remaja masih memiliki karakter yang labil dan masih dalam pencarian jati diri. Usia remaja rentan terhadap masuknya pengaruh dari luar, termasuk radikal,” tandas Ken Setiawan.
Ken mengaku, sebelumnya NII Crisis Center mendapat laporan dan menangani 15 pelajar berprestasi yang menjadi duta altet untuk persiapan PON 2020 positif terpapar paham radikal dan anti Pancasila.
Di Bogor, Ken malah kaget ada laporan di salah satu sekolah ada 10 guru yg positif juga terpapar radikalisme.
Di Lampung Selatan juga Ken mendapat laporan ada guru ASN yang positif anti Pancasila, dibuktikan dengan status yang bersangkutan tentang khilafah, anti pemerintah dan anti Pancasila.
Ken membeberkan pola dan cara yang biasa dipakai kelompok-kelompok radikal anti NKRI saat merekrut anggotanya.
Salah satu cara yang dipakai adalah dengan mencuci otak sasaran yang akan direkrut. Ia mencontohkan model perekrutan oleh NII, sebagaimana yang pernah ia lakukan beberapa tahun silam.
Media sosial menurut Ken sangat evektif untuk mencari simpatisan yang seemikiran, selanjutnya discreaning dan di tindaklanjuti dengan perekrutan.
Sebelum merekrut, akan dilakukan ‘screening’ terlebih dahulu terhadap orang yang akan direkrut. “Kita pelajari aktivitas kesehariannya, pekerjaannya apa, bagaimana keluarganya, hobinya apa, dan sebagainya. Jelas Ken.
Dengan mengetahui berbagai latar belakang calon target, maka proses perekrutan akan lebih mudah. Termasuk bagaimana menentukan model perekrutan,” ungkapnya.
Ken mengajak para guru yang menjadi peserta agar waspada terhadap faham radikalisme di kalangan siswa.
Cara mengantisipasi terjerumusnya anak muda ke dalam faham radikal adalah dengan mengalihkan mereka pada kegiatan-kegiatan yang lebih positif. “Anak-anak muda jadi lebih terarah dengan memperbanyak kegiatan positif, apa yang disukai oleh anak muda agar diberi wadah.
Laporkan ke aparat bila ada kegiatan yang sudah mengarah pada hal yang radikal dan anti Pancasila.
Kalau perlu kegiatannya digelar berkelanjutan, misalnya Akademi Futsal yang dilanjut dengan Liga Futsal, jadi tidak hanya seremonial tapi berlanjut, sehingga tidak ada lagi waktu luang bagi mereka untuk mengarah ke faham radikal, narkoba, dan kenakalan remaja lainnya.” Katanya.
Bagi Ken Setiawan, Nasionalisme bukan hanya muncul ketika budaya kita di klaim negara tetangga, tapi nasionalisme adalah merasa ada ancaman dan jadi kita harus waspada.
“Ancaman yang siap menerkam generasi muda kita sudah jelas, mulai radikalisme, narkoba, pornografi. dll. Bila kita tidak waspada maka bisa keluarga dan orang terdekat dilingkungan kita bisa menjadi korbannya.”
Penulis : Khnza
Editor : Ndre
Sumber : Hms
You may also like...
Pages
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap
Archives
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- February 2022
- January 2022
- December 2021
- November 2021
- October 2021
- September 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- February 2021
- January 2021
- December 2020
- November 2020
- October 2020
- September 2020
- August 2020
- July 2020
- June 2020
- May 2020
- April 2020
- March 2020
- February 2020
- January 2020
- December 2019
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- August 2019
- July 2019
- June 2019
- May 2019
- April 2019
- March 2019
- February 2019
- January 2019
- December 2018
- November 2018
- October 2018
- September 2018
- August 2018
- July 2018
- June 2018
- May 2018
- April 2018
- March 2018
- February 2018
- January 2018
- December 2017
- November 2017
- October 2017
- September 2017
- August 2017
- July 2017
- June 2017
- May 2017
- April 2017
- March 2017
- February 2017
- January 2017
- December 2016
- November 2016
- October 2016
- September 2016
- August 2016
- July 2016
- June 2016
- May 2016
- April 2016
- March 2016
- February 2016
- January 2016
- December 2015
- November 2015
- October 2015
- September 2015
- August 2015
Categories
- AdvertNews (63)
- Ekonomi (41)
- Gaya Hidup (1,237)
- Hukum & Kriminalitas (2,002)
- Internasional (30)
- Nasional (84,363)
- KOARMABAR (117)
- KOLINLAMIL (51)
- PENKOSTRAD (20,829)
- Olahraga (602)
- Pariwisata & Budaya (15)
- Pendidikan (243)
- Peristiwa (491)
- Politik (558)
- Profil (3)
- Sains & Teknologi (1)
- SMSI (43)
- Uncategorized (909)

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 81 Berita Terkini
- August 21, 2026
Tinjau Jembatan Perintis Garuda, Pangdam XIII/Merdeka Tekankan Manfaat bagi Masyarakat
- August 21, 2026
Wabup Vasung Hadiri Pawai Pembangunan Sonder Potens UKM 19 Desa diapresiasi
- August 21, 2026
Danramil 01/Tgr Ikuti Perlombaan Tradisional Forkopimda Meriahkan HUT ke-81 RI
- August 21, 2026
Waraney Penjaga Tanah Toar Lumimuut, Kobarkan Semangat Perjuangan HUT ke 81 RI 2026
- August 21, 2026
Camat Sonder Diany Albert Dien Apresiasi 19 desa Sukses Gelar Pawai Pembangunan Semarak HUT ke 81 RI
- August 21, 2026
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap



