TNI AL Berhasil Gagalkan Penyelundupan 2 Ton Daging Anjing Ilegal Asal Kalimantan di Pelabuhan Mamuju

Spread the love

Jalesveva Jayamahe,

Jurnalline.com, Jakarta, – Masih dalam rangka pengawasan Natal dan tahun baru, TNI Angkatan Laut (TNI AL) Lanal Mamuju bekerjasama dengan Karantina Pertanian Sulawesi Barat (Sulbar) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan daging anjing sebanyak 2 ton asal Kalimantan tanpa dilengkapi dokumen yang sah, di Pelabuhan Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (22/12) lalu.

Aksi penggagalan tersebut bermula ketika petugas karantina bersama Tim Satgas Lanal Mamuju yang sedang bertugas mencurigai adanya tetesan air dari 2 mobil pick up yang baru saja keluar dari kapal.

Awalnya pemilik mobil saat ditanya petugas mengaku bahwa di dalam mobil tersebut merupakan ikan. Namun tim Personel Pengamanan Pelabuhan Mamuju tetap melaksanakan pemeriksaan dan hasilnya ditemukan 120 ekor anjing yang telah mati dalam kondisi masih utuh dengan total berat 2 ton. Rencananya daging tersebut akan dibawa Ke Manado dikarenakan permintaan semakin meningkat menjelang libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Karena tidak dilengkapi dengan sertifikat atau dokumen resmi, seluruh barang bukti dibawa ke Markas Lanal Mamuju untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilaksanakan pemeriksaan, seluruh barang bukti hasil penangkapan diserahkan kepada kantor Karantina Sulbar untuk dilaksanakan pemusnahan.

Keberhasilan Tim Satgas Lanal Mamuju yang bekerjasama dengan Karantina Pertanian Sulbar dalam menggagalkan penyelundupan 2 ton daging anjing ilegal ini merupakan aksi nyata dari perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali kepada seluruh jajaran TNI AL untuk meningkatkan kewaspadaan dan merespon cepat informasi yang diterima, serta bersinergi dengan instansi terkait guna menindak tegas segala aktivitas ilegal, dalam hal ini upaya penyelundupan daging ilegal di wilayah perairan Indonesia.

Drie

Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.