SPPG Kaloorantawaya Terus Tingkatkan Pelayanan Sesuai Standart BGN

Spread the love

Jurnalline.com, Tompaso — Meski ada kendala kendala yang ditemui dilapangan dalam hal Pendistribusian Makan Bergizi Gratis di wilayahnya sejak Launching pertengahan tahun 2025 lalu bersama timnya terus memberikan pelayanan maksimal termasuk makanan yang didistribusikan benar benar memenuhi gizi setiap anak yang menerima makan bergizi tersebut.

Dikatakan Hugo Sondakh, Pengelolah SPPG Kaloorantawaya desa Pinabetengan kecamatan Tompaso barat, Selasa (28/04) didampingi akhli gizi dan management Dapur disela sela evaluasi pendistribusian MBG di SDN Inpres Pinabetengan Tompaso

“Kami turun kesekolah untuk mengevaluasi pendistribusian MBG, baik dalam pelayanannya didalamnya menu MBG yang disalurkan kepada para siswa.” Ujarnya.

Terkait masukan dan kritikan baik dari pada orang tua maupun para guru dalam hal menu yang disajikan disekolah kami siap evaluasi masukan tersebut .” Jelasnya

Banyak hal yang kami evaluasi setelah hampir enam bulan lebih ini telah mendistribusikan ke penerima manfaat baik adik adik siswa maupun dari pada ibu hamil dan Balita .

“Hampir sebulan lebih ini kami memenuhi perbaikan sarana didapur juga kendaraan yang harus sesuai dengan apa yang diharapkan BGN . Semoga kehadiran SPPG Kaloorantawaya semakin baik dan memenuhi harapan masyarakat.” Tandasnya

Sementara itu Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II Badan Gizi Nasional (BGN) Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro menyampaikan bahwa telah
Mengevaluasi ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadikan momentum perbaikan kualitas layanan dapur di berbagai daerah.

Oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menilai penghentian sementara sejumlah dapur bukan semata sanksi, tetapi bagian dari proses peningkatan standar pelayanan gizi nasional.

Albertus Dony Dewantoro, menyebutkan bahwa sebagian dapur yang memenuhi standar justru menunjukkan kualitas pengelolaan yang sangat baik dan dapat dijadikan contoh bagi daerah lain.

Beberapa dapur bahkan telah menerapkan standar kebersihan setara fasilitas kesehatan.
“Ada dapur yang sejak awal dirancang dengan sangat baik, menggunakan peralatan modern dan sistem sanitasi yang ketat. Itu menunjukkan bahwa standar yang ditetapkan sebenarnya bisa diterapkan,” katanya.

Ia mencontohkan dapur yang dibangun secara khusus dengan tata ruang terencana dan sistem sterilisasi yang jelas.
Mulai dari area penerimaan bahan, ruang penyimpanan, hingga proses pengemasan makanan, seluruh alur kerja dirancang agar tidak saling bersinggungan dan tetap higienis.

BGN juga menilai bahwa investasi pada fasilitas dapur yang sesuai standar dapat memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi penerima layanan, tetapi juga bagi pengelola.

Selain meningkatkan kualitas makanan, dapur yang tertata baik dinilai lebih efisien dan aman dalam operasional sehari-hari.
“Dalam proses evaluasi, BGN mendorong pengelola dapur yang memiliki keterbatasan fasilitas untuk mempertimbangkan relokasi atau pembangunan ulang agar sesuai standar.”

Hal ini dinilai lebih efektif dibanding memaksakan penggunaan bangunan yang tidak dirancang sebagai dapur produksi makanan.
“Ke depan, evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh dapur SPPG mampu memberikan layanan gizi yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat.” Pungkasnya (EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.