Nekat..!! Catut Nama Ketua PWI Minta Uang ke Wali Kota Tangerang, Pemuda 21 Tahun Ini Dimaafkan Ini Alasannya.

Spread the love

Jurnalline.com, Kota Tangerang – Aksi nekat seorang pria berinisial K (21) yang mencatut nama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang, R Herwanto, untuk meminta bantuan dana kepada Wali Kota Tangerang, Sachrudin, berakhir tak terduga.

Alih-alih berujung penjara, pemuda tersebut justru dimaafkan.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis malam (15/5) di kediaman pribadi Wali Kota Tangerang. Dengan mengaku sebagai keluarga dekat Ketua PWI, K berdalih bahwa R Herwanto tengah sakit dan membutuhkan bantuan dana.

Tak tanggung-tanggung, selain mengirim pesan singkat, K juga nekat datang langsung ke rumah wali kota untuk meyakinkan aksinya.

Namun, kebohongan tersebut akhirnya terbongkar setelah dilakukan konfirmasi. R Herwanto memastikan tidak pernah meminta bantuan apa pun dan tidak mengetahui tindakan pelaku.

K pun langsung diamankan dan sempat dibawa ke Polsek Cipondoh. Kasus ini sempat menjadi sorotan karena dinilai sebagai upaya penipuan dengan mencatut nama tokoh.

Meski begitu, perkara tersebut tidak berlanjut ke proses hukum.
Pasalnya, tidak ditemukan unsur pidana yang cukup kuat untuk menjerat pelaku, sehingga tidak memungkinkan dilakukan penahanan. Selain itu, faktor kemanusiaan serta usia pelaku yang masih muda menjadi pertimbangan utama.

Pengurus PWI Kota Tangerang akhirnya mengambil langkah mengejutkan dengan memberikan maaf kepada K.

Sebagai konsekuensi, pelaku diwajibkan membuat surat pernyataan resmi yang berisi janji tidak akan mengulangi perbuatannya, termasuk tidak lagi membawa-bawa nama organisasi maupun tokoh untuk kepentingan pribadi.

“Kami sepakat menyelesaikan ini secara kekeluargaan. Yang bersangkutan masih muda, dan kami melihat ada penyesalan. Ini jadi pembelajaran bersama,” ujar R Herwanto, Sabtu (17/5).

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku memiliki hubungan dengan tokoh tertentu untuk meminta bantuan.

“Kami minta semua pihak untuk selalu melakukan konfirmasi. Jangan sampai ada yang dirugikan oleh modus seperti ini,” tegasnya.

Kasus ini pun menjadi perbincangan, lantaran di tengah maraknya penipuan berkedok nama pejabat, penyelesaian dengan pendekatan humanis justru dipilih.

Di satu sisi, tindakan ini menuai simpati. Namun di sisi lain, juga menjadi peringatan keras bahwa pencatutan nama bisa berujung serius jika disalahgunakan.

Fram69

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.