Gubernur Akmil Rano Tilaar Putra Minahasa Ini Pulau Ribuan Mahasiswa di Kampus Unsrat
June 13, 2026- Tweet
- Pin It
Jurnalline.com, Manado —
Gubernur Akademi Militer (Akmil), Rano Tilaar, memberikan kuliah umum di hadapan sekitar 1.500 mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Kamis (11/6/2026) bertempat di Auditorium Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo, Kampus Unsrat.
Kuliah umum yang diprakarsai oleh Majelis Keluarga Besar (MKB) Permesta di bawah kepemimpinan Philip Pantouw tersebut dipandu langsung oleh Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Berty Sompie, sebagai moderator.

Mengangkat tema “Dinamika Pembinaan Generasi Muda Indonesia di Tengah Pesatnya Perkembangan Geopolitik Dunia”, Mayjen TNI Rano Tilaar mengajak mahasiswa memahami berbagai dinamika global yang memengaruhi kehidupan bangsa dan negara, sekaligus menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan
Dalam paparannya, Rano Tilaar menjelaskan bahwa geopolitik pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari kepentingan negara. Menurutnya, politik selalu berbicara tentang kepentingan, baik dalam hubungan antarnegara maupun dalam upaya mempertahankan eksistensi suatu bangsa
Ia mengutip ungkapan klasik Latin, “Si vis pacem, para bellum” yang berarti “Jika ingin damai, bersiaplah untuk perang.” Menurutnya, makna ungkapan tersebut bukan untuk mendorong perang, melainkan mengingatkan bahwa sebuah negara harus memiliki kesiapan, kekuatan, dan strategi agar mampu menjaga keamanan dan kedaulatannya.
Rano Tilaar kemudian mengulas sejumlah teori geopolitik yang berkembang dalam sejarah dunia. Salah satunya adalah pemikiran Friedrich Ratzel yang memperkenalkan konsep Lebensraum atau ruang hidup. Dalam teori tersebut, negara dipandang sebagai organisme yang terus berkembang dan membutuhkan ruang untuk bertumbuh.
Menurutnya, gagasan tersebut kemudian memengaruhi banyak negara besar dalam memperluas wilayah, pengaruh, maupun akses terhadap sumber daya. Dari sinilah lahir berbagai praktik kolonialisme yang dilakukan bangsa-bangsa Eropa terhadap negara-negara di Asia dan Afrika.
Ia mencontohkan bagaimana Inggris pada masa kejayaannya membangun imperium besar yang wilayah jajahannya tersebar di berbagai belahan dunia.
Kondisi itu membuat Inggris dikenal sebagai negara yang “mataharinya tidak pernah terbenam” karena luasnya wilayah kolonial yang dimiliki.
Dalam kesempatan tersebut, Rano Tilaar juga mengingatkan bahwa pemikiran tentang superioritas bangsa tertentu sering kali menjadi dasar pembenaran bagi praktik penjajahan dan eksploitasi.
Bangsa-bangsa yang dianggap lebih kuat merasa memiliki hak untuk menguasai bangsa lain demi kepentingan ekonomi maupun politik.
Pembahasan kemudian berlanjut pada pengalaman Jepang di Asia, termasuk Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Jepang pernah datang dengan propaganda sebagai “saudara tua” dan pemimpin Asia yang membebaskan bangsa-bangsa Asia dari kolonialisme Barat.
Namun dalam praktiknya, Jepang tetap menjalankan penjajahan yang menimbulkan penderitaan rakyat melalui kerja paksa dan berbagai bentuk penindasan.
Contoh lain yang disampaikan adalah Nazi Jerman pada masa Perang Dunia II. Menurutnya, ideologi yang menganggap ada bangsa unggul dan bangsa yang lebih rendah telah melahirkan tragedi kemanusiaan besar melalui kamp-kamp konsentrasi dan pembunuhan massal terhadap berbagai kelompok masyarakat
“Dari sejarah itu kita belajar bahwa geopolitik bukan sekadar teori. Ia memengaruhi keputusan negara, perang, penjajahan, dan bahkan nasib jutaan manusia,” ujarnya.
Rano Tilaar menegaskan bahwa kekuatan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh persenjataan. Strategi, kepemimpinan, pendidikan, diplomasi, dan kemampuan membaca perubahan dunia menjadi faktor yang jauh lebih penting dalam menentukan masa depan sebuah negara.
Dalam pembahasannya mengenai Tiongkok, ia menguraikan perjalanan negara tersebut dari negara agraris menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia.
Setelah melalui berbagai pergolakan politik dan ekonomi, termasuk masa pemerintahan Mao Zedong, Tiongkok kemudian melakukan transformasi besar pada era Deng Xiaoping dengan membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi berbasis pasar.
Menurutnya, kombinasi antara sistem politik yang tetap berada di bawah kendali Partai Komunis dan keterbukaan ekonomi menjadikan Tiongkok mampu berkembang pesat.
Melalui berbagai proyek strategis seperti Belt and Road Initiative (BRI), Tiongkok kini menggunakan kekuatan ekonomi sebagai instrumen geopolitik untuk memperluas pengaruh global.
Ia menjelaskan bahwa persaingan antarnegara saat ini tidak selalu diwujudkan melalui perang terbuka. Pengaruh dapat dibangun melalui investasi, pembangunan infrastruktur, perdagangan, teknologi, hingga penguasaan pasar global.
Dalam konteks hubungan internasional, Rano Tilaar juga menyinggung peran Amerika Serikat dan berbagai kepentingannya di kawasan strategis dunia, termasuk Timur Tengah. Menurutnya, dukungan suatu negara terhadap negara lain umumnya didasarkan pada pertimbangan geopolitik, keamanan, ekonomi, energi, dan kepentingan strategis lainnya.
Karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk melihat berbagai konflik internasional secara objektif dan memahami peta kepentingan yang melatarbelakanginya.
Pada bagian akhir kuliah umum, Rano Tilaar menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa.
Ia menyebut keberagaman tersebut sebagai kekuatan besar yang harus terus dirawat.
Menurutnya, salah satu warisan penting yang ditinggalkan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, adalah kemampuan mempersatukan bangsa yang sangat majemuk dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Generasi muda harus memahami sejarah, geopolitik, dan posisi strategis Indonesia di tengah perubahan dunia. Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam persaingan global, tetapi harus menjadi bangsa yang siap, cerdas, dan mampu menjaga kedaulatannya,” tegasnya.
Kuliah umum tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para mahasiswa yang memadati auditorium. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, memahami dinamika geopolitik global, serta mampu menjadi pemimpin masa depan yang berpijak pada kepentingan nasional Indonesia.
Ia mengutip ungkapan klasik Latin, “Si vis pacem, para bellum” yang berarti “Jika ingin damai, bersiaplah untuk perang.” Menurutnya, makna ungkapan tersebut bukan untuk mendorong perang, melainkan mengingatkan bahwa sebuah negara harus memiliki kesiapan, kekuatan, dan strategi agar mampu menjaga keamanan dan kedaulatannya.
Rano Tilaar kemudian mengulas sejumlah teori geopolitik yang berkembang dalam sejarah dunia. Salah satunya adalah pemikiran Friedrich Ratzel yang memperkenalkan konsep Lebensraum atau ruang hidup. Dalam teori tersebut, negara dipandang sebagai organisme yang terus berkembang dan membutuhkan ruang untuk bertumbuh. (EffendyIskandar/*)
You may also like...
Pages
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap
Archives
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- February 2022
- January 2022
- December 2021
- November 2021
- October 2021
- September 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- February 2021
- January 2021
- December 2020
- November 2020
- October 2020
- September 2020
- August 2020
- July 2020
- June 2020
- May 2020
- April 2020
- March 2020
- February 2020
- January 2020
- December 2019
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- August 2019
- July 2019
- June 2019
- May 2019
- April 2019
- March 2019
- February 2019
- January 2019
- December 2018
- November 2018
- October 2018
- September 2018
- August 2018
- July 2018
- June 2018
- May 2018
- April 2018
- March 2018
- February 2018
- January 2018
- December 2017
- November 2017
- October 2017
- September 2017
- August 2017
- July 2017
- June 2017
- May 2017
- April 2017
- March 2017
- February 2017
- January 2017
- December 2016
- November 2016
- October 2016
- September 2016
- August 2016
- July 2016
- June 2016
- May 2016
- April 2016
- March 2016
- February 2016
- January 2016
- December 2015
- November 2015
- October 2015
- September 2015
- August 2015
Categories
- AdvertNews (63)
- Ekonomi (41)
- Gaya Hidup (1,237)
- Hukum & Kriminalitas (2,001)
- Internasional (30)
- Nasional (84,221)
- KOARMABAR (117)
- KOLINLAMIL (51)
- PENKOSTRAD (20,787)
- Olahraga (601)
- Pariwisata & Budaya (15)
- Pendidikan (242)
- Peristiwa (489)
- Politik (558)
- Profil (3)
- Sains & Teknologi (1)
- SMSI (43)
- Uncategorized (909)
Berita Terkini
- August 14, 2026
Patroli Malam Sinergis, Koramil 01/Kranji dan Aparat Keamanan Pastikan Wilayah Tetap Kondusif
- August 13, 2026
Patroli Jalan Kaki dan Berkendaraan, Kodim 0506/Tgr Perkuat Keamanan Wilayah
- August 13, 2026
Prajurit TNI AL Dari Yonf 2 Marinir Bersama Pemuda Komopa Kibarkan Merah Putih Sambut HUT KE-81 RI
- August 13, 2026
Koramil 01/Tangerang Dukung Peresmian 3.300 Jembatan TNI-Polri Nasional
- August 13, 2026
Alvian Mokalu: Apresiasi Siswa Guru PKK dan Hukumtua Antusiasme Ikuti Semarak Lomba Gerak Jalan Tompaso Barat
- August 14, 2026
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap



