Kemarau Panjang Dorong Harga Komoditas Pangan di Pasar Kawangkoan Naik, Daya Beli Masyarakat Menurun

Spread the love

Jurnalline.com, Kawangkoan, Minahasa — Fenomena cuaca panas dan kemarau berkepanjangan mulai memberikan dampak terhadap aktivitas perdagangan serta harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Tradisional Kawangkoan, Kabupaten Minahasa.

 

Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan oleh pedagang, tetapi mulai berdampak pada masyarakat sebagai konsumen.

Sejumlah komoditas kebutuhan sehari-hari seperti barito (bawang, rica/cabai dan tomat), sayur-sayuran, beras, daging, telur ayam, hingga ikan air tawar dan ikan laut hingga sayur mayur mengalami perubahan harga jual di tingkat pasar.

 

Kenaikan harga tersebut menjadi perhatian karena berbagai komoditas pangan merupakan kebutuhan utama masyarakat yang harus dipenuhi setiap hari.

Di tengah kondisi cuaca panas berkepanjangan, masyarakat harus mengatur kembali pengeluaran rumah tangga ketika harga sejumlah kebutuhan mengalami kenaikan.

 

Kepala Pasar Tradisional Kawangkoan, Meis Walangitan, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup mencolok adalah cabai atau rica.

Menurut Meis, harga jual cabai di pasar saat ini berada pada kisaran Rp150.000 hingga Rp160.000 per kilogram.

 

Sementara itu, harga sejumlah komoditas lainnya tercatat sekitar tomat Rp10.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000 per kilogram dan bawang putih Rp40.000 per kilogram.

“Untuk harga cabai saat ini berada di kisaran Rp150 ribu sampai Rp160 ribu per kilogram. Beberapa komoditas lainnya juga mengalami kenaikan harga,” demikian disampaikan Meis.

 

Kenaikan harga tersebut tidak terlepas dari kondisi pasokan komoditas pertanian yang sangat dipengaruhi oleh cuaca.

Kemarau panjang dapat memberikan tekanan terhadap produksi berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura.

 

Ketika produksi berkurang sementara kebutuhan masyarakat tetap berjalan, kondisi tersebut berpotensi mendorong harga di tingkat pasar.

Pedagang Rasakan Dampak Penurunan Daya Beli. “Keluhan mengenai kenaikan harga juga disampaikan salah satu pedagang sayur-sayuran di Pasar Tradisional Kawangkoan,” inbuh Ronald Umbas.

 

Menurut Ronald, dalam beberapa pekan terakhir harga berbagai komoditas pangan mulai menunjukkan kecenderungan meningkat.

“Bahkan, untuk sejumlah jenis sayuran, kenaikannya diperkirakan mencapai 30 hingga 50 persen dibandingkan harga sebelum berlangsungnya kemarau panjang

Kondisi tersebut,” kata Ronald, mulai memberikan dampak langsung terhadap aktivitas perdagangan di pasar.

 

Kenaikan harga membuat sebagian masyarakat lebih selektif dalam berbelanja dan mengurangi jumlah komoditas yang dibeli.

“Sudah beberapa pekan ini harga mulai merangkak naik. Untuk beberapa jenis sayuran kenaikannya sekitar 30 sampai 50 persen dari harga sebelumnya,” ujar Ronald.

 

Ia mengatakan, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut harga jual di pasar, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

 

Menurutnya, ketika harga komoditas terus meningkat, daya beli masyarakat berpotensi mengalami penurunan. Pedagang pun ikut merasakan dampaknya karena jumlah pembelian masyarakat menjadi lebih terbatas.

 

Ronald berharap Pemerintah Kabupaten Minahasa dapat segera mengambil langkah konkret melalui intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan komoditas pangan tetap terjaga.

 

Ia juga berharap pemerintah dapat melakukan pengawasan terhadap rantai distribusi, sehingga ruang bagi pihak-pihak yang diduga memainkan harga atau melakukan spekulasi pasokan dapat dipersempit.

 

“Harapannya pemerintah segera melakukan intervensi pasar agar harga bisa dikendalikan dan ruang para spekulan yang sengaja menaikkan harga pasokan komoditas pangan dapat dipersempit,” harap Ronald.

 

Menurutnya, langkah pemerintah sangat dibutuhkan terutama jika kenaikan harga terus berlangsung dan mulai membebani masyarakat. Intervensi dapat dilakukan dengan memastikan kelancaran distribusi, memantau ketersediaan stok, serta melakukan pengawasan harga di tingkat pedagang dan pemasok.

 

Di sisi lain, kondisi ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga ketahanan pangan daerah.

 

Cuaca ekstrem dan kemarau panjang dapat memengaruhi produksi pertanian, sehingga diperlukan langkah antisipatif dari pemerintah bersama petani, pedagang, dan masyarakat untuk menjaga ketersediaan pangan serta kestabilan harga.

 

Masyarakat berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait dapat bergerak cepat sehingga kebutuhan pangan tetap tersedia dengan harga yang wajar, sekaligus menjaga agar tekanan kenaikan harga tidak semakin mempersempit daya beli masyarakat di Pasar Tradisional Kawangkoan. (EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.