Kemarau Panjang Melanda, Hukum Tua Leilem II Dorong Perhatian Pemerintah untuk Kebutuhan Air Bersih Warga

Spread the love

Jurnalline.com, Sonder (MINAHASA) — Musim kemarau panjang yang berlangsung hampir empat bulan mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat Desa Leilem II, Kecamatan Sonder. Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang semakin mendesak, terutama bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Hukum Tua Desa Leilem II, Rudi Harto Lontaan, berharap kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tetap terpenuhi di tengah kondisi cuaca ekstrem dan berkepanjangan.

 

Menurutnya, pemerintah desa terus berupaya mencari solusi bersama para pemangku kepentingan, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

 

“Dengan anggaran yang minim, kami tetap berkomitmen bersama para pemangku kepentingan untuk mencari solusi agar masyarakat tidak sampai menjerit karena kesulitan mendapatkan air bersih. Bukan hanya untuk warga di Desa Leilem II, tetapi juga masyarakat di wilayah lain yang turut terdampak musim kemarau panjang tahun 2026 ini,” ujar Rudi.

 

Ia menegaskan, persoalan air bersih tidak bisa dipandang sebagai masalah sesaat. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, serta pihak-pihak terkait agar masyarakat yang terdampak dapat memperoleh bantuan dan layanan air bersih secara berkelanjutan.

 

Rudi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghemat penggunaan air dan menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia.

 

Di tengah kemarau panjang, setetes air bukan sekadar kebutuhan—tetapi menjadi harapan bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat. (EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.