MBG dan Peningkatan Sumber Daya Manusia Dibarengi Infrastruktur yang Memadai

Spread the love

Jurnalline.com, KAKAS — Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan sekolah tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai serta pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik.

 

Penataan dan peningkatan fasilitas sekolah dinilai dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman sekaligus memotivasi siswa untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi.

 

Namun, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara guru, orang tua, pihak sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

 

Kepala SD Advent Kakas, Jusuf Galag, mengatakan seluruh tujuan dalam penyelenggaraan pendidikan dapat diwujudkan apabila seluruh pihak memiliki komitmen dan bergerak bersama.

 

Menurutnya, sejak dirinya dipercayakan memimpin SD Advent Kakas, perkembangan prestasi siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik, terus menunjukkan hasil positif.

 

“Keberhasilan para siswa dalam menggapai prestasi akademik maupun nonakademik terlihat dari berbagai capaian yang diraih selama ini, khususnya sejak tahun 2024,” ujar Jusuf.

 

Ia menjelaskan, prestasi siswa tidak hanya ditorehkan melalui kegiatan akademik. Sejumlah kegiatan pengembangan bakat dan minat juga menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka, antara lain BTH, drumband, serta berbagai kegiatan lainnya.

 

Di sisi lain, Jusuf memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendapat sambutan antusias dari para siswa. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat langsung karena membantu memenuhi kebutuhan asupan gizi harian peserta didik.

 

Pemenuhan kebutuhan gizi, lanjutnya, juga berkaitan dengan kesiapan siswa mengikuti proses pembelajaran. Siswa yang memperoleh asupan makanan yang cukup diharapkan memiliki energi dan konsentrasi yang lebih baik selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

 

“Program MBG sangat membantu siswa, terutama dalam memenuhi asupan gizi harian. Anak-anak juga lebih bersemangat mengikuti pembelajaran karena kebutuhan makan mereka diperhatikan,” katanya.

 

Selain mendukung kebutuhan gizi, program tersebut dinilai dapat membantu meringankan beban pengeluaran harian siswa. Dengan tersedianya makanan di sekolah, siswa tidak selalu harus mengandalkan uang saku untuk memenuhi kebutuhan makan selama berada di lingkungan pendidikan.

 

MBG juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan di antara siswa. Ketika seluruh peserta didik memperoleh makanan dalam program yang sama, interaksi sosial dan rasa kebersamaan dapat tumbuh tanpa membedakan latar belakang ekonomi masing-masing.

 

Bagi SD Advent Kakas, dampak positif program tersebut juga terlihat dari perkembangan kehadiran siswa di sekolah.

“Untuk SD Advent Kakas, program ini turut memberikan dampak positif terhadap grafik kehadiran siswa,” ujar Jusuf.

 

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Program pemenuhan gizi seperti MBG perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan peran guru dan orang tua, serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.

 

Dengan dukungan tersebut, sekolah diharapkan tidak hanya mampu mencetak siswa yang berprestasi secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang sehat, percaya diri, disiplin, kreatif, dan memiliki kemampuan untuk berkembang sesuai potensi masing-masing. (EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.