Polres Minahasa Asah Ketelitian Personel Lewat Latihan TPTKP dan Olah TKP

Spread the love

Jurnalline.com, MINAHASA — Penanganan tempat kejadian perkara (TKP) bukan sekadar persoalan kecepatan mendatangi lokasi.

 

Ketelitian, ketenangan, disiplin terhadap prosedur, serta koordinasi antar-personel menjadi faktor penting agar setiap informasi dan jejak yang terdapat di lokasi dapat dijaga, dicatat, serta dikembangkan untuk mendukung proses penyelidikan dan penyidikan.

 

Untuk memperkuat kemampuan tersebut, Polres Minahasa menggelar latihan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan olah TKP di Lapangan Apel Polres Minahasa, Rabu (23/9/2026), mulai pukul 08.00 WITA.

 

Latihan dikemas dalam bentuk simulasi penanganan kasus dugaan pembunuhan dengan pemberatan yang disertai pencurian.

 

Skenario tersebut digunakan untuk melatih kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat sekaligus penanganan yang cermat.

 

Dalam simulasi, personel dilatih menjalankan tahapan penanganan perkara secara berurutan, mulai dari menerima informasi awal, mendatangi lokasi kejadian, mengamankan TKP, membatasi akses keluar-masuk, mengidentifikasi serta mengamankan area, meminta keterangan awal dari saksi, hingga melaksanakan proses olah TKP dan pengumpulan barang bukti.

 

Menjaga kondisi awal TKP menjadi salah satu penekanan utama dalam latihan tersebut. Sebab, perubahan sekecil apa pun pada kondisi lokasi berpotensi memengaruhi proses pemeriksaan dan interpretasi terhadap temuan di lapangan.

 

Karena itu, setiap personel dituntut memahami batas kewenangan dan perannya.

 

Anggota yang pertama tiba di lokasi harus mampu mengamankan area tanpa melakukan tindakan yang tidak diperlukan, sekaligus memastikan kondisi awal TKP tetap terjaga sampai pemeriksaan dilakukan oleh petugas atau fungsi yang berwenang.

 

Selain pengamanan lokasi, personel juga dilatih melakukan dokumentasi dan pemotretan TKP, pembuatan sketsa, hingga pengembangan sidik jari laten menggunakan peralatan yang tersedia.

 

Seluruh tahapan dilakukan secara terukur dan mengikuti prosedur agar setiap temuan memiliki dokumentasi yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan dalam proses hukum selanjutnya.

 

Latihan juga memperkuat pemahaman mengenai pentingnya koordinasi lintas fungsi.

 

Dalam simulasi tersebut dilibatkan unsur Pamapta, Samapta, Lantas, Intelkam, Reskrim, Identifikasi hingga Unit Jatanras.

Keterlibatan berbagai fungsi tersebut menunjukkan bahwa penanganan TKP membutuhkan kerja tim.

 

Informasi yang diperoleh satu fungsi harus dapat dikomunikasikan secara tepat kepada fungsi lain sehingga tidak terjadi kesalahan penanganan maupun kehilangan informasi yang dapat mendukung pengungkapan perkara.

 

Setelah seluruh rangkaian olah TKP selesai, dilakukan evaluasi untuk melihat ketepatan setiap tahapan serta menentukan langkah lanjutan berdasarkan temuan yang diperoleh selama simulasi.

 

Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolres Minahasa Kompol Deky Pangandaheng, S.Sos., M.H., bersama Kabag SDM AKP Michael A.J. Siwu, Kasat Reskrim IPTU Raudo Perdana, S.Tr.K., S.I.K., M.H., dan Kasat Samapta IPTU Oksin D.J. Prong.

Latihan diikuti para Kapolsek, Kanit Reskrim Polsek jajaran serta seluruh personel Polres Minahasa.

 

Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R. Simbar, S.I.K., menekankan bahwa setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawabnya ketika berada di lokasi kejadian.

 

Menurutnya, kecepatan merespons laporan harus berjalan seimbang dengan ketelitian dan kepatuhan terhadap prosedur. Penanganan awal yang tepat sangat diperlukan untuk menjaga informasi di TKP sehingga proses penyelidikan dan penyidikan dapat dilakukan secara profesional.

 

“Setiap personel harus memahami perannya saat menangani TKP. Jangan sampai karena ingin cepat bertindak, kondisi TKP justru berubah dan menghilangkan informasi penting. Utamakan ketelitian, ikuti SOP dan bangun koordinasi antar-fungsi,” tegas Kapolres.

 

Selain kemampuan teknis, Kapolres juga mengingatkan personel untuk menjaga profesionalitas dan kerahasiaan informasi yang diperoleh selama penanganan perkara.

 

Informasi dari TKP tidak boleh disampaikan kepada pihak yang tidak berkepentingan karena dapat menimbulkan spekulasi dan berpotensi mengganggu proses penanganan perkara.

 

Latihan tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Minahasa meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai laporan dan situasi di lapangan.

 

Dengan latihan yang dilakukan secara rutin dan terukur, personel diharapkan tidak hanya mampu bergerak cepat, tetapi juga mampu mengambil tindakan yang tepat, menjaga integritas TKP, bekerja secara terpadu, serta mempertanggungjawabkan setiap tahapan penanganan perkara.

 

Dengan demikian, kecepatan respons tidak berdiri sendiri, melainkan harus ditopang ketelitian, disiplin prosedur dan koordinasi yang kuat. Ketiga hal tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan penanganan perkara yang profesional sekaligus memberikan kepastian dan kepercayaan kepada masyarakat.

(EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.