Tiga Kuda Milik Hj. Dewi Zandra Astuti Mondo Jawara di Sulut Derby 2026

Spread the love

Jurnalline.com, Tompaso — Bukan hanya derap kuda pacu yang menggetarkan Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso. Kemeriahan Sulut Derby 2026 juga diwarnai Pacuan Bendi Kalaper 600 meter, sebuah atraksi yang memadukan kecepatan kuda, keterampilan kusir, sekaligus tradisi berkuda yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sulawesi Utara.

Digelar setelah Pacuan Roda Sapi, lomba Bendi Kalaper diikuti empat peserta, yakni Enjel, Sniper, Chelsie, dan Pirang. Para peserta bersaing memperebutkan hadiah dengan total nilai Rp7,5 juta.

Lebih dari Sekadar Perlombaan

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Audi Pangemanan, mengatakan kehadiran Bendi Kalaper turut memperkaya pelaksanaan Sulut Derby 2026 sebagai sebuah pesta olahraga rakyat.

 

Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga mempertemukan berbagai unsur tradisi dan budaya masyarakat Sulawesi Utara.

 

Mulai dari Pacuan Roda Sapi yang mengingatkan pada kehidupan agraris Minahasa, bendi yang pernah menjadi bagian penting dari transportasi masyarakat, hingga pacuan kuda yang kini berkembang menjadi olahraga prestasi di Tompaso, Minahasa.

 

Satu lintasan pun menjadi ruang pertemuan antara tradisi, keberanian, keterampilan, dan semangat masyarakat Sulawesi Utara.

 

“Sulut Derby 2026 bukan sekadar pacuan kuda, tetapi juga panggung hidup bagi warisan budaya daerah.”

 

Hj. Dewi Zandra Astuti Mondo Bawa Tiga Kuda Raih Juara

 

Salah satu peserta yang turut mencuri perhatian dalam Sulut Derby 2026 adalah Hj. Dewi Zandra Astuti Mondo. Selain mengikuti Pacuan Bendi Kalaper, Dewi juga membawa tiga kuda yang berhasil meraih juara pada race masing-masing.

 

Kepada awak media, Hj. Dewi mengaku senang dan bangga dapat hadir serta ambil bagian dalam Sulut Derby 2026 yang menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara.

 

“Kegiatan hari ini cukup meriah dengan kuda-kuda andalan dari Tompaso. Semoga olahraga berkuda di Tompaso dan Sulawesi Utara terus berkembang,” ujar Hj. Dewi.

 

Ia juga memberikan apresiasi kepada para joki yang telah menunjukkan kemampuan terbaik sehingga mampu mengantarkan kuda-kuda yang ditungganginya meraih prestasi di sejumlah kelas perlombaan.

Tak hanya pada pacuan kuda, keberhasilan juga diraih dalam Pacuan Bendi Kalaper 600 meter yang diikutinya.

 

“Kami mengikuti tiga race, dan alhamdulillah ketiga kuda tersebut boleh meraih juara,” jelasnya.

 

Keberhasilan tersebut sekaligus menambah warna dalam Sulut Derby 2026, yang tidak hanya menghadirkan persaingan olahraga berkuda, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertahankan dan menghidupkan kembali tradisi berkuda masyarakat Sulawesi Utara.

 

Adapun Pada penyerahan hadiah kepada pemilik stable diserahkan langsung Sekretaris Panitia Wanly Lempoy.

(EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.