Prestasi di Kampung Presiden Prabowo, Langowan Barat, Jadi Motivasi Kembangkan Pertanian Ramah Lingkungan di Minahasa

Spread the love

LANGOWAN, Jurnalline.com – Desa Tumaratas, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara II tingkat Regional Timur dalam penilaian keamanan pangan.

Capaian ini menjadi bukti pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap kualitas pangan, kesehatan konsumen, serta pengembangan pertanian yang sehat dan berkelanjutan.

 

Di bawah kepemimpinan Camat Langowan Barat, Donald J. K. Lumingkewas, S.Pt., M.A.P., prestasi yang diraih Desa Tumaratas di bawah kepemimpinan Hukum Tua Djendrie Jennie Rondonuwu tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk memperkuat budaya pangan aman sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

 

Desa Tumaratas Raih Juara II Regional Timur, Dorong Keamanan Pangan dan Pertanian Sehat.

 

Desa Tumaratas dikenal sebagai salah satu sentra penghasil komoditas hortikultura di Kabupaten Minahasa. Keberhasilan meraih peringkat kedua di tingkat Regional Timur tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, tetapi juga menunjukkan bahwa pembangunan sektor pertanian perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga keamanan, mutu, dan kelayakan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

 

Camat Langowan Barat, Donald Lumingkewas, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Minahasa, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut.

 

Menurutnya, penghargaan ini harus menjadi dorongan bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk terus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya keamanan pangan, mulai dari proses produksi, pengolahan, hingga makanan dikonsumsi.

 

Ia menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat dan kualitas hidup generasi mendatang.

 

Karena itu, masyarakat perlu mendapatkan edukasi berkelanjutan mengenai cara memilih bahan pangan yang baik, mengolah makanan secara higienis, serta menghindari penggunaan bahan berbahaya yang dapat mengancam kesehatan.

 

BPOM Berperan dalam Meningkatkan Kesadaran Keamanan Pangan

Pembinaan dan pengawasan keamanan pangan yang berkaitan dengan peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pangan yang aman dan bermutu.

 

Konsumen diimbau untuk lebih cermat ketika membeli produk makanan, khususnya pangan dalam kemasan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain komposisi bahan, tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, serta informasi yang tercantum pada label produk.

 

Masyarakat juga diharapkan tidak hanya mempertimbangkan tampilan dan harga, tetapi memastikan bahwa produk yang dibeli aman serta layak dikonsumsi.

 

Di sisi lain, pelaku usaha pangan perlu menjaga kebersihan tempat produksi, menggunakan bahan baku yang layak, dan menerapkan proses pengolahan sesuai prinsip keamanan pangan.

 

Dengan edukasi dan pengawasan yang konsisten, risiko peredaran pangan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan dapat diminimalkan. Upaya ini membutuhkan keterlibatan pemerintah, produsen, pedagang, dan konsumen agar budaya pangan aman semakin kuat di tengah masyarakat.

 

Produksi Hortikultura Capai Sekitar Tiga Ton per Hari

 

Selain berprestasi dalam bidang keamanan pangan, Desa Tumaratas memiliki potensi pertanian yang cukup besar, terutama pada komoditas hortikultura seperti tomat, cabai, dan berbagai hasil pertanian lainnya.

 

Menurut keterangan Camat Donald Lumingkewas, produksi komoditas hortikultura di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar tiga ton per hari.

 

Potensi ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian masyarakat, memenuhi kebutuhan pasar, serta memperkuat posisi Kabupaten Minahasa sebagai salah satu daerah penghasil komoditas pertanian di Sulawesi Utara.

 

Namun, besarnya produksi harus diimbangi dengan perhatian terhadap kualitas hasil panen, penggunaan sarana produksi pertanian secara tepat, dan perlindungan lingkungan.

 

Pertanian yang maju tidak semata-mata diukur dari banyaknya hasil panen, tetapi juga dari kemampuan petani menjaga kesehatan tanah, kualitas air, keselamatan kerja, dan keamanan produk yang sampai ke tangan konsumen.

 

Dengan demikian, hasil pertanian tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

 

Dorong Pertanian Sehat dan Ramah Lingkungan

 

Dalam keterangannya, Lumingkewas juga menyoroti pentingnya mendorong praktik pertanian yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

 

Salah satu upaya yang perlu dikembangkan adalah pemanfaatan bahan organik sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan, disertai penggunaan pupuk serta pestisida secara tepat dan sesuai ketentuan.

 

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya pengelolaan pertanian yang bijaksana, tanpa mengabaikan produktivitas dan kualitas hasil panen.

 

Penggunaan bahan pertanian harus dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan dampak merugikan bagi petani, konsumen, maupun lingkungan sekitar.

 

Pada saat yang sama, penerapan praktik pertanian yang baik membutuhkan dukungan pendampingan teknis, ketersediaan sarana produksi yang sesuai, serta peningkatan pengetahuan petani mengenai metode budidaya berkelanjutan.

 

Pemanfaatan bahan organik dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung kesehatan tanah dan mengurangi ketergantungan terhadap input pertanian tertentu.

 

Penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman agar keseimbangan lingkungan dan produktivitas pertanian dapat terjaga.

 

Bagi Desa Tumaratas, pengembangan pertanian sehat merupakan langkah penting untuk mempertahankan kualitas komoditas hortikultura sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk pertanian lokal.

 

Prestasi yang Menjadi Inspirasi bagi Desa Lain

 

Menurut keterangan Camat Langowan Barat, penilaian tersebut mencakup sekitar 6.300 desa, dengan Desa Tumaratas berhasil menempati posisi Juara II Regional Timur.

 

Capaian ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Langowan Barat sekaligus motivasi untuk memperluas kesadaran mengenai keamanan pangan dan pertanian berkelanjutan ke desa-desa lainnya.

 

Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok tani, pelaku usaha pangan, dan masyarakat diharapkan dapat menjadikan prestasi tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kerja sama dalam meningkatkan kualitas pangan.

 

Setiap desa memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda. Karena itu, pengembangan program keamanan pangan perlu disesuaikan dengan kondisi wilayah, potensi pertanian, kebutuhan masyarakat, dan tuntutan konsumen.

 

Melalui pembinaan yang konsisten, desa-desa di Kabupaten Minahasa diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan pangan sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung kehidupan masyarakat yang sehat dan produktif.

 

Masyarakat juga diimbau untuk semakin cermat dalam memilih bahan pangan maupun makanan siap konsumsi. Langkah sederhana seperti memeriksa tanggal kedaluwarsa, membaca komposisi produk, memastikan kemasan tidak rusak, serta memperhatikan kebersihan tempat penjualan dan pengolahan makanan merupakan bagian penting dari upaya melindungi kesehatan keluarga.

 

Apabila menemukan produk pangan yang mencurigakan atau diduga mengandung bahan berbahaya, masyarakat dapat melaporkannya kepada instansi berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Keamanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan sebagai Komitmen Bersama

Keberhasilan Desa Tumaratas meraih Juara II Regional Timur menjadi pengingat bahwa desa memiliki peran penting dalam menjaga keamanan pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

 

Perpaduan antara edukasi keamanan pangan, pengolahan makanan yang bertanggung jawab, peningkatan kualitas hasil pertanian, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi fondasi untuk membangun sistem pangan yang lebih baik.

 

Prestasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai catatan penghargaan, tetapi berlanjut menjadi gerakan nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

 

Bagi Kabupaten Minahasa, keberhasilan Desa Tumaratas dapat menjadi inspirasi untuk terus mengembangkan potensi pertanian lokal sekaligus meningkatkan kualitas pangan yang dihasilkan.

 

Sebab, keberhasilan pertanian bukan hanya tentang seberapa banyak hasil panen yang diperoleh, melainkan juga tentang bagaimana pangan diproduksi dengan baik, diolah secara aman, dipasarkan secara bertanggung jawab, serta memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat.

 

Desa Tumaratas telah menorehkan prestasi. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan pencapaian tersebut melalui komitmen bersama untuk mewujudkan pangan yang aman, pertanian yang sehat, dan lingkungan yang berkelanjutan.

 

(Effendy Iskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.