Wabup Minahasa Soroti Dampak Kemarau terhadap Sektor Pertanian

Spread the love

Jurnalline.com, MINAHASA — Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang menyoroti dampak musim kemarau yang telah berlangsung hampir tiga bulan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Minahasa.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung kondisi lahan pertanian di Desa Parepei, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Rabu (30/9/2026).

“Seperti kita ketahui bersama, kita mengalami musim kemarau ini sudah hampir tiga bulan. Tentu sektor pertanian yang ada di Kabupaten Minahasa terdampak,” ujar Vanda.

 

Dalam kunjungan kerja tersebut, Vanda berdialog langsung dengan Kelompok Tani Lepo Weru untuk menyerap aspirasi sekaligus mengetahui secara langsung kondisi yang dihadapi para petani, khususnya terkait ketersediaan sumber air dan sarana pendukung pertanian.

 

Tidak hanya berdialog, Vanda juga turun langsung ke lahan pertanian. Ia turut membantu melakukan penyiraman tanaman serta menanam cabai rawit bersama para petani setempat.

 

Sebagai langkah penanganan jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Dinas Pertanian telah menyalurkan bantuan berupa peminjaman dua unit pompa air selama satu bulan bagi kelompok tani yang memiliki lahan di sekitar sumber air.

 

Sementara itu, untuk wilayah pertanian lainnya yang mengalami kekeringan dan tidak memiliki akses sumber air yang memadai, kebutuhan air turut dibantu melalui mobil tangki PDAM.

 

Dari hasil dialog bersama petani di lapangan, diketahui bahwa ketersediaan pupuk di wilayah tersebut masih relatif aman dan tidak mengalami kendala berarti.

 

Dengan demikian, persoalan utama yang dihadapi petani saat ini lebih berkaitan dengan pengelolaan dan ketersediaan air.

 

Cuaca panas yang berlangsung cukup panjang membuat tanaman membutuhkan penyiraman secara rutin agar tetap dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

 

Selain melakukan penanganan jangka pendek, Pemkab Minahasa juga menyiapkan langkah jangka panjang guna memperkuat ketahanan sektor pertanian menghadapi kondisi serupa.

 

Salah satunya dengan memperjuangkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti traktor dan mesin pompa air, melalui pengajuan kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

 

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sarana pendukung bagi para petani sekaligus membantu mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap produktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Minahasa.

 

Kegiatan peninjauan dan dialog tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Minahasa Christin Moniung-Tampaguma, Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara, serta Camat Remboken Eigtmi Moniung. (EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.