BGN Awasi Dapur SPPG dengan Teknologi AI, Perketat Kepatuhan SOP dan Keamanan Pangan

Spread the love

Jurnalline.com, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) terus mendorong penguatan tata kelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan semakin aman, tertib, dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

 

Salah satu langkah yang sedang diupayakan adalah pemanfaatan teknologi pengawasan berbasis kamera CCTV yang terhubung dengan kantor pusat BGN, dengan dukungan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu memantau aktivitas di dalam dapur SPPG.

 

Melalui sistem tersebut, pengawasan diharapkan tidak hanya bergantung pada pemeriksaan secara langsung, tetapi juga dapat dilakukan secara lebih sistematis melalui pemantauan aktivitas dapur.

 

Aspek yang menjadi perhatian antara lain proses penerimaan bahan pangan, penyimpanan bahan, kebersihan lingkungan dapur, penggunaan sarung tangan dan perlengkapan pelindung, proses pengolahan makanan, kedisiplinan petugas, hingga aktivitas lainnya yang berlangsung selama operasional dapur.

 

Pemanfaatan AI dalam konteks ini diarahkan sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi kepatuhan terhadap ketentuan yang telah ditetapkan.

 

Dengan demikian, apabila terdapat aktivitas yang berpotensi menyimpang dari SOP, dapat menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut untuk dilakukan perbaikan.

 

Selain pengawasan aktivitas di dalam dapur, aspek pengendalian akses juga menjadi perhatian penting. Dapur SPPG bukan merupakan ruang publik yang dapat dimasuki siapa saja.

 

Orang yang tidak memiliki kepentingan atau kewenangan tidak boleh keluar-masuk dapur secara sembarangan.

 

Pengendalian tersebut diperlukan karena semakin banyak orang yang berada di area pengolahan makanan tanpa kepentingan yang jelas, semakin besar pula potensi gangguan terhadap kebersihan dan keamanan pangan.

 

Karena itu, penerapan sistem pengawasan harus berjalan beriringan dengan pembenahan tata kelola. Bukan hanya soal memasang CCTV atau menggunakan teknologi AI, tetapi juga memastikan seluruh petugas memahami tugas, tanggung jawab, serta standar kebersihan dan keamanan pangan yang harus dipatuhi.

 

Pembenahan tersebut tentu membutuhkan penyesuaian di lapangan. Ada tambahan pekerjaan, ada prosedur yang harus diperketat, dan ada kebiasaan yang mungkin harus diubah.

 

Namun, penguatan sistem merupakan bagian dari upaya memastikan pelaksanaan MBG dapat berjalan semakin baik dan memberikan manfaat secara optimal bagi penerima manfaat.

 

Prinsipnya sederhana: yang masih kurang harus diperbaiki, yang belum tersedia harus diadakan, sementara hal-hal yang sudah berjalan baik harus dipertahankan.

 

Dengan pendekatan tersebut, perbaikan tidak berhenti pada penanganan ketika terjadi persoalan, tetapi menjadi proses berkelanjutan untuk membangun standar pelayanan yang semakin baik.

 

Perbaikan dimulai dari sekarang.

 

Penguatan pengawasan, kedisiplinan, keamanan pangan, dan pemanfaatan teknologi diharapkan menjadi bagian dari pembenahan menyeluruh tata kelola dapur SPPG agar pelaksanaan program MBG semakin terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. (EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.