Miris, Bangunan Pasar Langowan Diperkirakan 15 Tahun Belum Difungsikan, Masyarakat Harapkan Perhatian Pemerintah

Spread the love

Jurnalline.com, Langowan – Keberadaan fasilitas publik yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemanfaatan bangunan pasar yang telah dibangun dengan tujuan menunjang aktivitas ekonomi masyarakat perlu menjadi perhatian bersama.

Kondisi bangunan Pasar Langowan, Kabupaten Minahasa, yang hingga kini belum difungsikan sebagaimana mestinya, kembali menjadi sorotan.

 

Bangunan yang diperkirakan telah berdiri sekitar 15 tahun tersebut diharapkan mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, khususnya para pedagang dan pembeli.

 

Salah satu pengurus organisasi kemasyarakatan Laskar Manguni Indonesia (LMI) yang namanya tidak mau disebut menyampaikan bahwa persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan bangunan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab bersama dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik.

 

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Sikap peduli, saling menghormati, serta memperhatikan kebutuhan sesama menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.

 

“Nilai-nilai kemanusiaan harus benar-benar diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan memastikan fasilitas yang telah dibangun untuk kepentingan publik dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” ungkapnya kepada wartawan Jurnalline.com.

 

Sebelumnya, bangunan Pasar Langowan sempat diharapkan menjadi bagian dari pengembangan pasar modern yang telah lama diharapkan. Namun, hingga saat ini, rencana tersebut belum terwujud sebagaimana yang diharapkan masyarakat.

 

Di sisi lain, para pedagang masih memanfaatkan bahu jalan dan trotoar di sekitar kawasan pasar rakyat Langowan untuk menjalankan aktivitas perdagangan. Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat penataan pasar yang baik diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli.

 

Padahal, keberadaan bangunan pasar yang memadai seharusnya dapat menjadi solusi untuk mendukung aktivitas perdagangan yang lebih tertib, aman, dan nyaman.

 

Pemanfaatan fasilitas tersebut juga diharapkan dapat membantu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat setempat.

 

“Perhatian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Minahasa sangat diharapkan, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi pedagang dan pembeli. Bangunan yang telah tersedia sebaiknya dievaluasi agar bisa dimanfaatkan secara optimal, bukan dibiarkan tanpa kejelasan pemanfaatannya,” jelasnya.

 

Ia berharap pemerintah daerah dapat meninjau kembali kondisi bangunan tersebut, termasuk melakukan evaluasi terhadap kelayakan konstruksi, kebutuhan perbaikan, serta langkah-langkah yang diperlukan agar fasilitas pasar dapat segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

 

Baginya, pembangunan fasilitas publik hendaknya tidak berhenti pada penyediaan bangunan semata. Manfaat nyata bagi masyarakat harus menjadi tujuan utama, sehingga setiap sarana dan prasarana yang telah dibangun benar-benar memberikan dampak positif bagi kehidupan warga.

Menghidupi Sesama Lewat Pelayanan Publik

 

Lebih lanjut, ia mengingatkan kembali filosofi hidup masyarakat Minahasa yang dicetuskan oleh pahlawan nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi, yakni “Si Tou Timou Tumou Tou.”

 

Filosofi ini mengandung makna bahwa manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain. Nilai tersebut mengajarkan pentingnya kepedulian, semangat saling membantu, serta tanggung jawab untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi sesama.

 

Dalam penerapannya, filosofi tersebut tercermin melalui sikap menghargai martabat manusia, memberdayakan masyarakat, dan memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk berkembang.

 

Pemberdayaan masyarakat bukan hanya tentang memberikan bantuan, melainkan juga menciptakan ruang dan kesempatan agar masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan secara mandiri. Demikian pula, pelayanan publik yang baik seharusnya mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara adil dan berkelanjutan.

 

Dalam konteks penataan Pasar Langowan, nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui perhatian terhadap kondisi para pedagang, penyediaan fasilitas yang layak, serta pengelolaan pasar yang lebih tertib dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

 

Ia pun berharap visi dan misi Pemerintah Kabupaten Minahasa dapat diwujudkan melalui program-program nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk pembenahan dan optimalisasi sarana serta prasarana Pasar Langowan.

 

Menurutnya, apabila fasilitas pasar dikelola dengan baik dan dimanfaatkan secara optimal, peluang peningkatan aktivitas perdagangan dan pendapatan masyarakat akan semakin terbuka.

 

Selain itu, langkah tersebut juga dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan publik.

 

“Harapan kami sederhana, kiranya fasilitas yang sudah dibangun ini dapat memperoleh perhatian dan penanganan yang tepat. Dengan demikian, keberadaannya benar-benar membawa manfaat bagi pedagang, pembeli, dan masyarakat Langowan pada umumnya,” tutupnya.

 

Pemanfaatan bangunan Pasar Langowan diharapkan menjadi perhatian bersama, sehingga fasilitas publik tersebut tidak sekadar menjadi bangunan fisik, tetapi dapat berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi yang mendukung kesejahteraan masyarakat.

 

(EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.