SARASEHAN KEBANGSAAN MPR RI, IR. STEFANUS BAN LIOUW, M.AP., BAGIKAN 25 BIBIT POHON MAHONI KEPADA PEMERINTAH KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT

Spread the love

 

MINAHASA, Jurnalline.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sekaligus Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ir. Stefanus BAN Liouw, M.AP., menggelar Sarasehan Kebangsaan di Balai Pertemuan Desa Tombasian Atas, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri para Hukum Tua se-Kecamatan Kawangkoan Barat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang antusias mengikuti jalannya sarasehan.

Sarasehan Kebangsaan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai peran, fungsi, dan kewenangan MPR RI sebagai rumah kebangsaan, pengawal konstitusi, serta penjaga kedaulatan rakyat.

 

Dalam kesempatan tersebut, Stefanus BAN Liouw menekankan pentingnya memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila serta Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

 

Sebelumnya, Ketua DPD APDESI Sulawesi Utara, Lucky G.J. Kasenda, S.E., M.Si., yang juga menjabat sebagai Hukum Tua Desa Kanonang Satu, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa, turut menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

 

Kasenda dilantik sebagai Ketua DPD APDESI Sulut untuk masa bakti 2025–2030 pada Juni 2025 di Manado. Pada awal 2026, ia juga dipercaya mengemban tugas di tingkat nasional sebagai Ketua Departemen Ekonomi, Koperasi, UMKM, dan BUMDesa DPP APDESI periode 2026–2031.

 

Adapun jajaran kepengurusan DPD APDESI Sulut terdiri dari:

Ketua: Lucky G.J. Kasenda, S.E., M.Si.

Sekretaris: Wanly B.F. Lempoy, A.Md.Ak.

Bendahara: Magda Lala, S.E.

Ketua Dewan Penasihat: Ir. Stefanus B.A.N. Liow, M.AP.

 

Di hadapan masyarakat dan tokoh agama, Kasenda turut menyoroti pentingnya memahami perbedaan antara pemerintahan desa dan pemerintah desa.

 

Menurutnya, kedua unsur tersebut harus berjalan beriringan dan saling mendukung dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik, dengan satu tujuan utama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Lebih dari itu, penyelenggaraan pemerintahan desa harus senantiasa berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Tidak cukup hanya memahami Pancasila secara teori, tetapi yang terpenting adalah merefleksikan dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

 

STEFANUS BAN LIOUW APRESIASI SEMANGAT MAPALUS MASYARAKAT TOMBASIAN RAYA

 

Terpisah, usai kegiatan penanaman bibit pohon mahoni di kompleks Puskesmas Kawangkoan Barat, Ir. Stefanus BAN Liouw, M.AP., kepada awak media menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat Desa Tombasian Raya yang terus menjaga tradisi Mapalus dan gotong royong.

 

Menurutnya, semangat kebersamaan, persatuan, dan kesatuan yang terus terpelihara di tengah masyarakat merupakan modal sosial penting dalam mendukung pembangunan serta menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

 

Terkait keberadaan ASLINMAS dan Srikandi Jaga Desa di kabupaten/kota se-Sulawesi Utara, ia menekankan pentingnya peran organisasi tersebut dalam membantu mengawasi serta menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

 

“Mata untuk melihat persoalan-persoalan desa, telinga untuk mendengar, serta menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat agar situasi keamanan dan kenyamanan desa tetap terjaga,” ungkapnya.

 

Kehadiran ASLINMAS (Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat) dan Srikandi Jaga Desa di kabupaten/kota se-Sulawesi Utara merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mendorong pencegahan penyimpangan dalam pengelolaan dana desa.

 

Kedua organisasi tersebut diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah, Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), serta aparat penegak hukum, termasuk melalui Program JAGA DESA yang bersinergi dengan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

 

Adapun fokus dan peran masing-masing organisasi meliputi:

 

1. Srikandi Jaga Desa

Srikandi Jaga Desa berfokus pada pemberdayaan perempuan di tingkat desa dan kelurahan. Perannya mencakup penguatan ekonomi keluarga dan UMKM binaan, edukasi kesehatan ibu dan anak, peningkatan literasi hukum, serta pengawasan partisipatif untuk mendorong pengelolaan dana desa yang transparan dan akuntabel.

 

2. ASLINMAS (Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat)

ASLINMAS berperan sebagai wadah konsolidasi dan peningkatan kapasitas anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di tingkat desa dan kelurahan.

 

Organisasi ini diharapkan mampu memperkuat ketertiban umum, perlindungan masyarakat, kesiapsiagaan sosial, serta deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan berbagai persoalan hukum di lingkungan masyarakat.

 

CAMAT KAWANGKOAN BARAT SOROTI PENURUNAN ANGGARAN DANA DESA

 

Sementara itu, dalam sesi diskusi bersama anggota DPD RI, Camat Kawangkoan Barat, Heppie Lumintang, S.H., menyampaikan persoalan penurunan alokasi anggaran dana desa yang dinilai jauh berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

 

Ia berharap adanya perhatian dan kebijakan pemerintah agar alokasi dana desa pada tahun mendatang dapat ditingkatkan kembali.

 

Menurutnya, keterbatasan anggaran berpotensi menghambat pelaksanaan berbagai program prioritas pembangunan desa, terutama dalam peningkatan ekonomi masyarakat serta pembangunan dan perbaikan akses jalan perkebunan.

 

Ia menilai dukungan anggaran yang memadai sangat diperlukan agar program pembangunan desa dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

 

25 BIBIT POHON MAHONI DALAM PROGRAM GREEN DEMOKRASI

 

Mengakhiri rangkaian kegiatan Sarasehan Kebangsaan, acara dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon mahoni di lokasi Puskesmas Tombasian.

 

Pada kesempatan tersebut, Stefanus BAN Liouw juga menyerahkan sebanyak 25 bibit pohon mahoni kepada Pemerintah Kecamatan Kawangkoan Barat.

 

Penyerahan bibit pohon tersebut merupakan bagian dari momentum peringatan HUT ke-26 DPD RI melalui program Green Demokrasi dan Lingkungan Hidup.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat semangat kebangsaan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.

 

(Effendy Iskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.