Bandara Int’l Soetta Buka 72 Jam, Dipangkas Jadi 60 jam

Bandara Int'l Soetta Buka 72 Jam, Dipangkas Jadi 60 jam
Spread the love

Jurnalline.com, JAKARTA – Frekuensi penerbangan per jam di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, maksimal 72 penerbangan per jam. Imbasnya, bandara di daerah akan buka sampai tengah malam.

Selama ini, frekuensi penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta berjumlah 72 per jam. Itu merupakan jumlah maksimal. Bila terlalu padat, maka jam penerbangan akan digeser ke waktu-waktu yang lebih lengang.

“Yang dilakukan ini adalah demi keselamatan. Tidak ada kepentingan sesaat terkait kebijakan ini. Karena angka 72 itu maksimal, jadi kita sebar frekuensinya supaya merata,” jelas M Nasir Usman saat berbincang dengan Media, Minggu (3/4/2016).

“Frekuensi Penerbangan Per Jam di Cengkareng Dipangkas, Bandara Daerah Buka Hingga Malam”. Berita dikoreksi menyusul Nasir meralat pernyataan sebelumnya yang menyatakan bahwa frekuensi penerbangan per jam di Bandara Cengkareng dikurangi dari 72 menjadi 60).

Selama ini, jumlah aktivitas lepas landas dan mendarat di runway Bandara Soekarno-Hatta maksimal 72 kali per jam, terutama di jam-jam sibuk seperti pukul 06.00-07.00 WIB, pukul 09.00-10.00 WIB dan pukul 18.00-19.00 WIB.

Bila terlalu padat, maka jadwal lepas landas dan pendaratan pesawat akan disebar di jam-jam yang tidak padat. Penyebaran waktu penerbangan ini akan mengakibatkan waktu operasional di bandara akan semakin panjang.

“Akibatnya, bandara Cengkareng kan operasionalnya hingga pukul 24.00 WIB, jadi bandara di daerah harus buka hingga larut malam juga, hingga pukul 24.00 WIB. Tapi kan di bandara sekarang ada night facility,” kata mantan Direktur Navigasi Penerbangan ini.

Sementara Direktur Utama AirNav Indonesia Bambang Tjahjono mengatakan tidak ada pengurangan frekuensi per jam di Bandara Cengkareng.

“Pengurangan frekuensi kan tidak ada. Yang ada pengurangan slot time yang tidak digunakan oleh airline,” jelas Bambang dalam konfirmasi tertulis pada¬† media hari ini.

Saat ini, imbuh dia, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng dengan 2 runway bisa menampung maksimal 72 pergerakan pesawat per jam. Sedangkan slot time yang tidak digunakan itu yang akan dikurangi supaya penggunaan bandara bisa lebih efisien.

Apakah selama ini staf AirNav mengalami fatigue (lelah) dengan 72 pergerakan pesawat per jam di Cengkareng? Dan apakah dampaknya pada staf AirNav di daerah, apakah waktu operasinya lebih panjang?

“ATC AirNav sudah diberi pelatihan di Inggris oleh UK NATS mengenai HIRO (High Intensity Runway Operation), jadi saat ini memang sudah dioperasikan sampai 72 move per jam dan diupayakan ditingkatkan sampai 86 move per jam apabila instruktur penunjang seperti rapid exit taxiway, east cross taxiway dll selesai dikerjakan. Jam operasional bandara di daerah tentunya akan disesuaikan sesuai kebutuhan,” jawab Bambang.

{Zeet/Dian/Red}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.